Katekese Mengenai Misa Tridentine – Part 2

Gadis kecil berlutut dan menerima komuni di lidah

Bagian pertama katekese Misa Tridentine bisa dibaca dengan mengklik kalimat ini

Daftar istilah-istilah TLM beserta artinya (klik kalimat ini)

Sebagai pendatang baru di Misa Forma Extraordinary, bagaimana aku memahami teks-teks Latin?

Karena Misa Romawi dalam Forma Extraordinary selalu dalam bahasa Latin, berguna sekali untuk memiliki terjemahan doa-doa Misa untuk membantu umat untuk berpartisipasi. Jadi, untuk lebih memahami Misa dalam Forma Extraordinary, banyak paroki menyediakan Missale Booklet yang menyediakan teks Latin, terjemahan vernacular (bahasa pribumi), dan panduan untuk postur yang harus diikuti di Misa (yaitu duduk, berdiri, dan berlutut). Booklet misa ini menyediakan teks untuk teks-teks Misa yang tidak berubah (yaitu Biasa Misa). Beberapa paroki tambahan mungkin menyediakan terjemahan Proper Misa (yaitu bacaan dan doa yang tepat untuk hari liturgis tertentu) dan program musik suci (yaitu Kidung Gregorian, respon dan himne untuk perayaan diberikan).

Apakah semua kata bagian misa Tridentina diucapkan dalam bahasa Latin ataukah sebagian bahasa Latin yang dipergunakan dari Misa dalam bahasa sehari-hari?

Setiap bagian dari Misa dalam Forma Extraordinary (Tridentina Misa) adalah dalam bahasa Latin (dengan pengecualian dari Kyrie eleison yang menggunakan bahasa Yunani). Pada hari Minggu dan pada hari raya tertentu Surat dan pembacaan Injil akan diulangi dalam bahasa vernakular (pribumi) pada saat khotbah, tetapi pertama-tama diucapkan dahulu dalam bahasa Latin. Homili diucapkan dalam bahasa pribumi. Doa Leonine yang didoakan setelah misa juga dalam bahasa vernakular

Bagaimana mereka bisa setia memahami iman Katolik jika Misa diucapkan dalam bahasa Latin?

Konsili Trent (22, 8),  membutuhkan imam untuk menjelaskan misteri dan upacara misa untuk anak-anak di sekolah, dan orang dewasa dari mimbar. Tapi sebenarnya, tidak diperlukan bagi masyarakat untuk memahami setiap detail dari upacara Misa. “Jika,” kata St Augustine, “ada beberapa [orang] yang sekarang tidak mengerti apa yang dikatakan atau dinyanyikan, paling tidak mereka tahu bahwa semua yang dikatakan dan dinyanyikan untuk kemuliaan Allah, dan yang cukup bagi mereka untuk bergabung di dalamnya taat. ” Ingat Kurban Misa Kudus adalah yang terbesar dari semua misteri

Berdoa Menghadap “AD ORIENTEM”

Mengapa imam tidak menghadap umat pada Misa Latin Tradisional?

Imam mempersembahkan misa menghadap ke arah yang sama seperti umat, karena ia dan umat bersama-sama mempersembahkan pemujaan dan kurban kepada Allah. Ia tidak membalikkan punggungnya kepada umat untuk tidak mengecualikan mereka. Terlebih, sebagai komunitas Kristen, semua menghadap ad orientem (yaitu menghadap ke timur) menunggu dengan pengharapan suka cita kedatangan Tuhan Kita Yesus Kristus yang akan kembali untuk menghakimi yang hidup dan yang mati dan dunia oleh api (Ritus Baptisan, 1962)

Posisi altar yang ditentukan pada masa Gereja Perdana adalah menghadap ke timur. Kutipan dari St. Agustinus :”Ketika kita bangkit untuk berdoa, kita menghadap ke timur, dimana surga dimulai. Dan kita melakukan ini bukan karena Allah berada disana, seolah-olah Ia bergerak menjauh dari arah bumi yang lain…tapi karena untuk membantu kita mengingat untuk mengarahkan pikiran kita kepada keteraturan yang lebih tinggi, yaitu, kepada Allah”

Kutipan ini menunjukkan bahwa umat Kristen pada masa itu, setelah mendengarkan homili, akan berdiri untuk berdoa, dan menghadap ke timur. St. Agustinus selalu berbicara tentang berbalik ke timur dalam doa di akhir homili, menggunakan rumusan, Conversi ad Dominum (“menghadap wajah Tuhan”)

Komuni Kudus

Siapa yang harus menyambut Komuni Kudus pada Misa Latin Tradisional?


Untuk layak menerima Komuni Kudus, Umat Katolik yang baik mengatur (yaitu puasa selama satu jam, tidak dalam keadaan dosa berat dan berkeinginan menerima Ekaristi Kudus), mendekat ke rel komuni untuk menerima Hosti Kudus di lidah. Doa yang imam ucapkan dalam membagikan Komuni Kudus berbeda dari Forma Ordinary (Forma Ordinary adalah Misa Novus Ordo, misa yang paling sering kita hadiri setiap minggu). Para imam berdoa, “Semoga Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus memelihara jiwamu hingga hidup yang kekal. Amin.” Setelah imam mengatakan” Amin “pada akhir doa, orang yang akan menerima komuni membuka mulutnya, untuk imam letakkan Hosti Kudus di lidahnya.

Umat Katolik yang tidak siap untuk menerima Ekaristi Kudus sama seperti non-Katolik, didorong untuk membuat persekutuan rohani dengan menyatukan hati mereka untuk Tuhan kita dengan doa.

Mengapa menyambut Hosti Kudus dalam keadaan berlutut dan di lidah?

Meskipun praktek menerima di tangan adalah umum pada abad pertama, banyak pelanggaran yang timbul secara perlahan, dan penodaan dari Hosti Kudus menjadi lebih sering. Peningkatan hormat dan respek terhadap Sakramen Mahakudus menuntun pada penyambutan [hosti kudus] dalam keadaan berlutut dan [diterima] di lidah.

Diterjemahkan dari FAQ di sanctamissa (silakan klik) oleh Andreas dan diedit oleh Cornelius

Download materi Katekese Misa Tridentine yang lebih lengkap disini (silakan klik)

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: