5 Luka Suci Kristus

a 15th century woodcut of the Five Wounds of Christ (source)

Merupakan sebuah misteri mengapa Kristus mempertahankan 5 luka suci ini setelah kebangkitan. Kepada rasul Thomas, ia berkata : “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Kemudian Thomas menjawab Ia dan berkata ‘Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Jn 20,27-28).

St. Thomas Aquinas memberikan 5 alasan mendasar mengapa Kristus mempertahankan lima luka ini dalam tubuhnya yang mulia setelah kebangkitan (Summa III.54,4) :

Pertama, karena kelima luka ini memproklamasikan kemuliaan dan kemenangan Kristus. Seperti Adam yang memuliakan dirinya melalui kesombongan dan ketidaktaatan, yang kemudian dikalahkan oleh ular, begitu pula Kristus yang menyamakan dirinya melaui mazmur sebagai “cacing dan bukan manusia” (Maz 22 : 6), untuk mengingatkan kita akan ular perunggu yang diangkat oleh Musa untuk menyembuhkan orang yang terkena gigitan ular dan dosa mereka (bdk Bil 21 : 7-9), “mengosongkan dirinya…Ia merendahkan diri-Nya, taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Karenanya Allah memuliakan Ia, dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama;…setiap lidah akan mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus berada dalam kemuliaan Allah Bapa” (Filipi 2: 7-9, 11)

Kedua, Kristus mempertahankan luka-luka-Nya dalam kemuliaan, untuk meneguhkan para muridnya dalam iman dan harapan akan kebangkitan, dan memberi mereka keberanian untuk menderita demi nama-Nya. “Jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah iman kalian, karena kalian masih berada dalam dosamu. Karenanya, mereka yang telah mati dalam Kristus, binasa semuanya. Jika kita berharap pada Kristus hanya untuk kehidupan sekarang ini, maka kita ini orang-orang paling malang. Tetapi sesungguhnya Kristus telah bangkit dari mati, Dialah yang pertama sebagai yang sulung dari semua yang telah meninggal. Seorang manusia telah mendatangkan kematian; seorang manusia juga yang mendatangkan kebangkitan diantara orang mati” (1 Kor 15 : 17-21). Diyakinkan akan harapan kita, kita tidak akan takut terhadap penderitaan dan kematian. St. Petrus menganjurkan :”Sebaliknya kamu harus bergembira karena ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus, sebab pada waktu kemulian-Nya dinyatakan, kamu juga akan turut bersuka cita!” (1 Pet 4:12-13)

Ketiga, Ia mempertahankan luka-luka-Nya dalam kemuliaan, agar Ia secara tetap menghadirkannya kepada Bapa di surga, untuk memohon demi keselamatan kita. “Yesus sebagai Imam Agung,” masuk melalui tabernakel yang sempurna dan lebih besar sekali untuk selamanya…melalui darah-Nya ke dalam tempat Terkudus, setelah memperoleh penebusan abadi” bagi kita. Ia masuk “ke dalam surga itu sendiri, sekarang ini Ia ada di hadirat Allah demi kita. Oleh karena itu, untuk segala masa Ia sanggup menyelamatkan mereka yang mendekati Allah melalui Dia, karena Ia hidup untuk menyampaikan permohonan untuk mereka” (Ibr 9:11-12, 24; 7:25)

Keempat, untuk mengesankan mereka yang telah Ia tebus melalui kematiaan-Nya, betapa dengan penuh kasih Ia datang menolong mereka dengan menempatkan luka-luka-Nya dihadapan mereka. Ini Ia lakukan tidak hanya untuk menggambarkan besarnya kasih-Nya (“Inilah kasih itu, bukan kita yang telah mengasihi Allah, melainkan Ialah yang pertama-tama mengasihi kita, dan mengurus putra-Nya sebagai kurban untuk menyilih dosa-dosa kita” – 1 Yoh 4:10), tapi untuk menguatkan harapan kita. “Bila Allah ada di pihak ktia, siapa berani melawan kita? Jika Allah tidak sayang akan Putra-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya untuk kita semua, bagaimana Ia tidak memberikan juga hal-hal yang lain bersama dengan Dia? (Roma 8:31-32). Ia tahu bahwa rasa syukur yang besar akan menguatkan kita dalam rasa takut akan Tuhan dan melindungi kita dari dosa. Hal ini menggerakkan St. Paulus untuk berseru kepada umat di Galatia untuk membawa mereka kembali kepada Kristus :”Betapa tololnya kamu, hai orang-orang Galatia! Bagaimana kamu dapat dipesona, meskipun dengan jelas sekali Kristus telah diwartakan sebagai yang tersalibkan? Hanya ini yang hendak kutanyakan kepadamu : Adakah kamu menerima Roh untuk melaksanakan hukum taurat, atau oleh karena percaya kepada injil? …Kalau begitu sia-sia kamu sudah mengalami semuanya ini! Kiranya tidak demikian”

Dan kelima, agar pada Hari Penghakiman tampak bagi semua, bahkan mereka yang terkutuk, betapa adil penghukuman itu sesungguhnya, di dalamnya mereka menolak dengan penghinaan suatu penebusan yang agung. Penulis kuno berseru kepada mereka dalam pribadi Kristus sang Hakin :”Lihatlah ia yang kami salibkan. Lihatlah luka-luka yang kamu timbulkan. Sadarilah sisi yang kamu tikam. Karena olehmulah sisi itu terbuka, dan kamu menolak masuk ke dalamnya” dan karenanya berbagi dalam kehidupan itu sendiri. Kita juga membaca dalam Wahyu :”Lihatlah, Ia datang dengan awan, dan segala mata akan memandang Ia bahkan mereka juga yang menikam Dia” (Wahyu 1:7)

22 komentar

  1. fatimamali@yahoo.com · · Balas

    Tuhan Yesus Juru SelamatKu…Amin.

  2. Since I came here, I always felt His love on my every day, on my way, on my breath,, Oh Jesus, thank you, I’ll always love You,,,

  3. Terima kasih yesus

  4. TUHAN ALLAHKU YANG MAHA BAIKPAGI INI ENGKAU MASIH BERKENANG MEMBERIKAN AKU NAFAS , INI SEMUA KARENA KASIHMU KEPADA KU. TERIMA KASIH TUHAN,

  5. yohanes dannie yantoro · · Balas

    Doa apa yang bisa menguatkan iman kita ,disaat kita merasa ragu atas iman kita sendiri thd kristus

    1. Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku (Luk 17:5-6)
      Lalu pelajarilah imanmu, cari jawaban apa yang membuatmu ragu, silahkan tanyakan disini jika perlu.

      Salam,
      Andreas

  6. Yohanes don bosko · · Balas

    SELAMAT PASKAH…
    Lalau apakah secara filosofi fisik ke 5 luka itu memiliki arti2 yang lain
    Jadi dua di telapak tangan, dua di kaki, dan satu di lambung… mohon di bantu penjelasan… terima kasih

    1. Shalom Yohanes don Bosko,

      Setahu saya tidak ada makna lain. Penjelasan St. Thomas Aquinas saya rasa sudah cukup baik untuk memberi informasi seputar 5 Luka Kristus.

      Salam,
      Cornelius.

  7. Apakah orang yang mendapat stigmata memperoleh kelima luka tersebut?

    1. Shalom anik,

      Pada umumnya memang beberapa tokoh katolik yang mendapat stigmata juga mendapat kelima luka tersebut.

      Salam,
      Cornelius

      1. Terima kasih atas jawabannya, apakah Yulia Kim dari Korea sungguh memperoleh stigmata? Dan tentang seseorang yang memperoleh stigmata apakah diperlukan pengesahan dari Vatikan? Terima kasih, Berkah Dalem

      2. Julia Kim mengaku ia mengalami stigmata, dan juga beberapa mukjizat lainnya.
        apakah itu benar-benar mukjizat atau buatan tangan manusia maka harus di lakukan penyelidikan oleh otoritas berwenang setempat, untuk kasus Julia Kim pada tanggal 21 Januari 2008 Keuskupan KwangJu mengeluarkan pernyataan untuk menolak fenomena Julia Kim ini, lalu kemudian Vatikan juga meng-iya-kan keputusan Keuskupan KwangJu ini pada tanggal 24 April 2008.

        silahkan baca disini untuk tahu lebih lanjut: Tentang Fenomena Julia Kim dari Naju

        Terima kasih sudah mampir dan mau bertanya, maaf lama dijawab, semoga dapat sedikit membantu. MGBU

  8. Kita tak bosan melukai Kristus… tapi Kristuspun tak bosan menyembuhkan luka hati kita… Love for Christ

  9. alfred s · · Balas

    Maaf saya mau bertanya …dibagian tubuh mana aja ada 5 luka Yesus , menurut saya ada di kepala , tangan kiri/kanan , kaki kiri/kanan dan lambung jadi kalau dihitung jumlahnya ada 6… Mohon penjelasan nya

    1. Shalom ALfred,

      Luka di kepala tidak termasuk. Jadi dua di telapak tangan, dua di kaki, dan satu di lambung.

  10. iting jeelek · · Balas

    mari panggul salib Kristus dan ikut merasakan luka luka Nya.

  11. gracia puput · · Balas

    orang yg memiliki luka seperti Kristus disebut apa ya..?saya pernah baca tp lupa…

      1. gracia puput · ·

        trimakasih jawabannya..salam damai..

    1. namanya stigmata..

  12. bernardus Ricky Panggabean · · Balas

    Tuhan padamulah aku Percaya.
    Tunjukkan Mukzijatmu selalu kepada Kami y Percaya Padamu.
    Amin.

  13. Catharina Lani Usiana · · Balas

    X’tus Tuhan selalu sama dari dulu sekarang dan selama-lamanya. Tq wawasannya n GBU.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: