Katekese Mengenai Misa Tridentine – Part 1

Artikel ini didedikasikan untuk Alm. Romo Bhakti SCJ atas dukungannya

terhadap pelaksanaan Misa Tridentine

Daftar istilah-istilah TLM beserta artinya (klik kalimat ini)

Apa itu Misa Tridentine?

Misa Tridentine mengambil nama dari Konsili Trente (1545-1563) yang memuat sedikit penyesuaian dari ritus Roma. Namun demikian, secara garis besar, Misa Tridentine tidaklah memasukkan praktek baru yang berbeda dengan tradisi penyembahan yang telah berlangsung secara organik di Roma dan negara- negara Eropa sejak tahun 300-an. Maka Ritus Tridentine lebih tepat disebut sebagai ritus Tradisional Roma. Liturgi Tridentine termasuk dalam edisi 1570- 1962 di Roman Missal, berdasarkan Bulla Quo Primum oleh Paus Pius V. (Jawaban dikutip dari katolisitas.org)

Apa struktur Misa dalam Forma Extraordinary (alias Misa Tridentine) ?

Bagian pertama misa adalah semacam pelayanan perkenalan (introductory), terdiri dari lagu-lagu pujian (chants), doa-doa dan lessons (yaitu bacaan-bacaan dari Kitab Suci) – yaitu, Introit, Kyrie (Tuhan Kasihanilah), Kolekta, Epistula (Surat) atau Lessondan Injil. Pada hari-hari tertentu Gloria (Kemuliaan) dan kredo Nicea ditambahkan.

Bagian pertama misa ini disebut Misa Katekumen, sementara bagian lainnya disebut Misa Umat Beriman. Nama-nama ini memiliki asal-usulnya dari disiplin Gereja perdana. Pada zaman kekristenan pertama, orang-orang yang ingin menjadi Kristen diharuskan untuk menjalani serangkaian instruksi persiapan untuk pembaptisan. Mereka disebut “katekumen”, kata Yunani yang berarti “seseorang yang diajar.” Katekumen belum secara penuh diinisiasi (initiated) dalam ajaran-ajaran dan praktek-praktek kekristenan, mereka biasanya dibubarkan (dismissed) sebelum Offertory.

Demikian juga dengan pendosa publik (public sinner) yang belum diabsolusi diperintahkan untuk meninggalkan Gereja sebelum Offertory. Korban Misa dianggap terlalu kudus untuk kehadiran para pendosa yang dikenal karena perbuatan dosanya; juga; hal ini dianggap terlalu misterius untuk katekumen. Hanya mereka yang dibaptis – “Kaum Beriman” – dapat ambil bagian dalam korban ekaristi yang aktual. Gereja, selama berabad-abad, mengubah disiplinnya dalam hal ini, dan semuanya sekarang diizinkan untuk tetap tinggal [dalam misa]

Misa adalah tindakan berkesinambungan, yang menghadirkan kembali kehidupan, penderitaan dan kematian Yesus Kristus dalam cara yang misterius. Struktur Misa adalah sebagai berikut :

§ Persiapan – diawali dengan doa di kaki altar, Introit, Kyrie dan Gloria.

§ Instruksi – termasuk kolekta, epistula, gradual, alleluia, atau traktus (tract) dan pada pesta-pesta tertentu the Sequence), injil (biasanya diikuti oleh khotbah) dan Kredo.

§ Offertory – termasuk antifona offertory, persembahan roti, penuangan air dan anggur ke dalam piala, persembahan piala, pembasuhan tangan, doa kepada Tritunggal terberkati, “Oratre fratres” dan sekreta.

§ Konsekrasi – termasuk prefasi dan kanon misa, mencakup doa “Te igitur”, Memento orang yang hidup, Communicantes dan dua doa lainnya sebelum konsekrasi dan elevasi, tiga doa setelah konsekrasi, peringatan untuk orang meninggal, “Nobis quoque peccatoribus” dan elevasi minor.

§ Komuni – termasuk Pater Noster (Bapa Kami), Libera, Agnus Dei (Anak domba Allah), tiga doa sebelum komuni, “Domine non sum dingus” dan komuni imam dan umat beriman.

§ Ucapan syukur – termasuk antifona komuni, doa setelah komuni, “Ite missa est”, dan Injil Terakhir.

Mengapa Misa Forma Extraordinary disebut Misa “Tridentine” atau ”Misa Latin Tradisional”

Misa Forma Extraordinary adalah warisan dari Gereja Barat. Liturgi ini kadang disebut Ritus “Tridentine”,setelah Konsili Trente pada abad 16. Sebutan ini menyesatkan, karena Konsili Trente tidak menciptakan liturgy, yang sudah merupakan liturgy kuno. Disebut “Misa Latin Tradisional” karena Misa ini dirayakan dalam bahasa resmi Gereja (bahasa Latin)

Selain “Misa Tridentine”, apakah ada sebutan yang lainnya?

Kadang-kadang Misa Forma Extraordinary juga disebut :

§ ‘Classical Rite’

§ ‘Usus Antiquor’

§ ‘Traditional Latin Mass’

§ ‘The Mass of the Ages’

§ ‘The Latin Mass’

Bukankah Misa Latin hanyalah Misa biasa yang dirayakan dalam bahasa Latin?

Forma ordinary (Missal Paus Paulus VI – 1969) dan Forma Extraordinary (Missal Yohanes XXIII terberkati – 1962) memiliki unsur-unsur yang sama, tapi juga memiliki karateristik yang berbeda. Contohnya, tiap forma memiliki kalender liturgy dan siklus bacaan tersendiri. Forma ordinary memiliki banyak doa syukur agung namun Forma Extraordinary menggunakan Kanon Romawi secara eksklusif.

Bukankah Misa “Tridentine” dilarang oleh [Konsili] Vatikan II?

Konsili Vatikan II mendeklarasikan, dalam hubungannya dengan semua ritus liturgis yang disetujui pada waktu itu, bahwa Gereja “berkehendak untuk memelihara mereka (yaitu ritus-ritus liturgis) di masa depan dan membantu perkembangannya dalam setiap jalan” (Sacrosanctum Concilium, #4) Ritus Roma yang baru diumumkan secara resmi setelah Konsili Vatikan II oleh Paus Paulus VI (Forma Ordinary), yang sekang digunakan pada umumnya. Tapi Liturgi Latin Kuno (Forma Extraordinary) tetap digunakan, dan dengan sepenuhnya disetujui oleh Supreme Pontiff. Selama Konsili Vatikan II edisi Missale Romanum 1962 dipublikasikan, yang adalah Missal yang masih digunakan sekarang untuk perayaan Misa “Tridentine”

Apakah Misa Latin memenuhi kewajiban hari Minggu saya ?


Ritus Katolik apapun bisa memenuhi kewajiban mereka untuk Misa pada hari Minggu dan Hari Kudus pada Misa Romawi dalam Forma Ekstraordinary. Misa Latin tradisional, tentu saja, adalah norma yang berlaku selama berabad-abad dan seperti yang Paus Benediktus XVI telah nyatakan, belum pernah dilarang (i.e. dibatalkan).

Dalam terang pemahaman yang tepat dari dokumen Konsili Vatikan II, dan pengajaran yang jelas dari Paus Benediktus XVI di Summorum Ponficum,siapayang hari ini berani mempertanyakan keabsahan, keunggulan, atau manfaat spiritual dari Misa yang selama berabad-abad dipelihara oleh jiwa-jiwa yang besar orang-orang kudus dan para martir!

Misa dalam Forma Ekstraordinari (1962 Missale Romanum) memenuhi kewajiban untuk menghadiri misa pada hari Minggu dan Hari Kudus, dan tidak ada alasan untuk meragukan keaslian atau legalitas dari Misa yang adalah warisan kebanggaan kita.

Mengapa Misa Latin tradisional memiliki begitu banyak pembatasan dan peraturan di dalamnya?

Misa adalah pengorbanan Kalvari yang dihadirkan di altar kita secara tidak berdarah (Konsili Trente). Oleh karena itu, sebagai unggulan Liturgi Gereja, adalah penting bahwa perayaan liturgi itu diatur oleh hukum.

Semua doa, upacara, hukum dan kebiasaan yang telah berkembang secara organik dari waktu ke waktu, ada untuk menjamin kualitas yang stabil dan tidak berubah. Peraturan liturgi ini (i.e rubrik) menyediakan panduan klerus yang jelas untuk hormat kepada perayaan Liturgi. Selanjutnya, St Thomas Aquinas menyatakan bahwa: “adalah mustahil dan menjijikkan serta memalukan, bahwa kita harus menderita [karena] tradisi-tradisi yang akan diubah, yang kami terima dari bapa tua-tua.” Selama reformasi Inggris Katolik akan berkata: ” Misa adalahyang terpenting. ”

Jadi apakah Katolik berhak untuk menghadiri misa Tridentine jika mereka menginginkannya?


Ya. Pada tahun 1988, Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan instruksi mengikat, yaitu Ecclesia Dei Adflicta. Paus memerintahkan: “Hormat haruslah ditunjukkan dimana-mana untuk perasaan semua orang yang melekat pada tradisi liturgis Latin oleh aplikasi yang luas dan murah hati dari arahan yang telah dikeluarkan oleh Tahta Apostolik.”

Instruksi ini memberikan hak istimewa kepada umat Katolik di bawah Hukum Kanonik. Kardinal Mayer, mantan kepala Vatikan Komisi Ecclesia Dei, mengatakan Paus telah berbicara tentang “keabsahan” dari Misa Tridentine dan “aspirasi sah” umat Katolik untuk merayakan atau menghadiri bahwa Misa “Oleh karena itu hak istimewa dalam frasa kanonik istilah itu diberikan kepada umat beriman oleh legislator tertinggi Gereja, “kata Kardinal Mayer.” Sekali hak istimewa diberikan, subjek memang memiliki hak untuk mengambil manfaat darinya. ”

Tapi mengapa menghidupkan kembali Forma Extraordinary di abad 21 ?

Katekismus Gereja Katolik menyatakan bahwa Misteri Kristus itu kaya tak terbatas, sehingga tidak ada satu liturgi yang dapat menyatakannya secara sempurna dan penuh. (KGK, #1201) Dalam dunia modern, banyak orang katolik menemukan keuntungan spiritual untuk memulihkan kembali hubungan dengan warisan pemujaan mereka. Forma Extraordinary membantu perkembangan kepercayaan umat Katolik di tengah-tengah budaya kematian.

Liturgi Gereja Roma Kuno muncul dari penganiayaan yang intense dan sekarang, karena umat Kristen lebih dan lebih dianiaya karena iman katolik mereka, mereka tertarik pada Misa kuno yang membantu untuk melakukan evanjelisasi dunia yang membalikkan punggungnya pada Yesus Kristus. Seperti yang dikatakan Katekismus Gereja Katolik dengan singkat dan jelas,”liturgy sendiri menghasilkan kebudayaan dan membentuknya” (KGK, #1207)

Bahasa Latin dalam Misa Tridentine

Mengapa Misa diucapkan dalam bahasa Latin?

Iman katolik yang begitu indah diekspresikan dalam Misa Kudus, disebarkan oleh para rasul dan misionaris Kristen perdana diseluruh kekaisaran Roma. Bahasa kekaisaran roma yang umum adalah bahasa latin, namun di timur, bahasa Yunani adalah bahasa vernacular (bahasa pribumi). Karenanya dalam ritus Roma, sementara bahasa Yunani dan Latin digunakan sebagai bahasa liturgis, kesukaan akhirnya diberikan pada penggunaan bahasa Latin, sementara beberapa penggunaan bahasa Yunani dipelihara.

Telah menjadi ajaran yang konsisten dari banyak paus, terlebih, bahwa bahasa Latin memiliki kualitas spesial sebagai bahasa pemujaan dalam ritus Roma,[bahasa latin] memberikan kita identitas umum dengan nenek moyang kita dalam Iman.

Bahasa Latin adalah simbol universalitas yang tampak dan kesatuan Gereja yang membantu memelihara ikatan kesatuan dengan pusat umum kita, Roma, “Ibu dan Guru segala bangsa.”

Baca bagian kedua dengan mengklik kalimat ini.

Diterjemahkan dari bagian FAQ Sancta Missa (silakan klik)

Update : tambahan mengenai bahasa latin, diambil dari note Joseph Juliantono (sumber)

Download materi Katekese Misa Tridentine yang lebih lengkap disini (silakan klik) 

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: