PD : Kristologi Katolik : Sebuah Pengenalan Teologis

oleh Dave Armstrong

Update 9 Januari 2012 : 8 Dafar Kesesatan Seputar Ajaran Tentang Keallahan Yesus

“Versi singkat” kristologi katolik adakah mengingat rumusan berikut : (poin yang rumit detail dan paling baik diserahkan kepada para teolog, selama mereka orthodox dan mengajarkan opini dalam kesetujuan dengan dogma katolik yang infalible ) :

1. Trinitas Kudus : Allah ada secara abadi dalam tiga pribadi : Bapa, Putra, dan Roh Kudus : semuanya kekal dan setara dalam kemuliaan, kehormatan dan esensi.

2. Allah (Yesus, Allah Putra, Pribadi Kedua Tritunggal Kudus) menjadi manusia (inkarnasi) pada titik tertentu yang dapat diidentifikasi dalam ruang-waktu sejarah

3. Yesus adalah Pribadi Ilahi

4. Adalah tidak tepat untuk merujuk pada Yesus sebagai “pribadi manusia” atau untuk mengklaim bahwa Ia mengandung dalam diri-Nya lebih dari satu pribadi (manusia dan ilahi) atau menyangkal bahwa Maria adalah Theotokos (Bunda Allah, atau secara literal, pembawa-Allah [God-bearer]). Itu adalah kesesatan Nestorianisme. Ketika kita berbicara tentang “manusia” dalam hubungannya dengan Yesus, hal ini berhubungan dengan kodrat manusia-Nya, bahwa Ia mengambil kodrat manusia pada saat inkarnasi, bukan pribadi_nya (yang ilahi dan kekal)

5. Yesus memiliki dua kodrat (Hipostatis atau kesatuan hipostatis) : ilahi dan manusiawi (penyangkalan kodrat manusia-Nya adalah kesesatan Monophysitisme; beberapa Monophysites, bagaimanapun, percaya dalam kodrat tunggal ilahi-manusiawi dalam Kristus)

6. Yesus memiliki dua kehendak : kehendak ilahi dan manusiawi (pernyataan kehendak tunggal ilahi-manusiawi adalah kesesatan Monotheletisme)

Gagasan katolik orthodox tenang communicatio idiomatum memegang bahwa :

Aktivitas manusia dan ilahi yang dipredkatkan kepada Kristus dalam Kitab Suci dan dalam Bapa Gereja tidak boleh dibagi antara pribadi atau hipostatis, Manusia-Kristus dan Allah-Logos, tapi harus diatributkan kepada satu Kristus, Logos yang menjadi manusia… Adalah Logos Ilahi, yang menderita dalam daging, disalibkan dan bangkit kembali…

(Ludwig Ott, Fundamentals of Catholic Dogma, p. 144)

Karakteristik dan aktivitas Ilahi dan Manusia Kristus dipredikatkan pada satu Sabda yang berinkarnasi (De fide)

 

Karena Pribadi Ilahi Kristus memiliki dua kodrat, dan bisa dirujuk kepada salah satu dari dua kodrat ini, jadi hal-hal manusiawi dapat dinyatakan pada putra Allah dan hal-hal ilahi kepada Putra Manusia.

Teologi doktrinal Lutheran lama cenderung kepada kesalahan monophysit yang menaruh pemindahan nyata dari atribut-atribut Ilahi seperti mahatahu, mahakuasa, ubiquity (sifat Tuhan yang terdapat dimana-mana), dengan alasan kesatuan hypostatis, kepada kodrat manusia Kristus, dan mengajarkan bahwa “Kristus, tidak hanya sebagai Allah, tapi juga sebagai manusia mengetahui semuanya, bisa melakukan semuanya, dan hadir kepada semua ciptaan” (formula concordiae I 8, 11)

(Ott, p.160)

Hakekat Kesatuan Hipostatis adalah bahwa sementara di satu sisi hal-hal yang berhubungan dengan kodrat Ilahi dan Manusia bisa diatributkan kepada pribadi Kristus, di sisi lain hal yang secara spesifik menjadi milik satu kodrat tidak bisa dipredikatkan kepada kodrat lain. Karena istilah-istilah konkret (Allah, Putra Allah, Putra Manusia, Kristus Maha Kuasa) menunjukkan Hypostatis dan istilah-isilah abstrak (Keallahan, kemanusiaan, mahakuasa) menunjukkan kodrat, aturan berikut harus diletakkan : communication idiomatum fit in concreto, not in abstracto. Communicatio idiomatum valid untuk istilah konkret tapi tidak untuk istilah abstrak. Contohnya : Putra Manusia wafat di salib, Yesus menciptakan dunia…Aturannya tidak valid jika…istilah konkret dibatasi pada satu kodrat. Oleh karena itu, adalah salah untuk berkata “Kristus menderita sebagai Allah”, “Kristus menciptakan dunia sebagai manusia”. Harus ditaati juga bahwa bagian esensial dari kodrat manusia, tubuh dan jiwa diarahkan kepada kodrat, yang merupakan bagiannya. Oleh karena itu adalah salah untuk berkata :”Jiwa Kristus maha tahu”,”Tubuh Kristus ada dimana-mana”

Lebih lanjut, predikat idiom valid dalam pernyataan positif dan tidak dalam pernyataan negatif, karena tidak ada yang disangkal pada Kristus yang menjadi milik-Nya berdasarkan salah satu kodrat. Seseorang, karenanya tidak boleh berkata :”Putra Allah tidak menderita”, “Yesus tidak maha kuasa”

(Ott, p. 161, huruf miring ditambahkan)

Untuk menyatakan yang bertentangan adalah kesesatan Nestorianisme. Katekismus Gereja Katolik menggambarkan kesatuan hipostatis sebagai berikut :

468 Sesudah Konsili Kalsedon, beberapa orang menafsirkan kodrat manusiawi Kristus seperti semacam pribadi yang berdiri sendiri. Melawan mereka konsili ekumenis kelima yang berkumpul di Konstantinopel pada tahun 553 mengakui dalam hubungan dengan Kristus, “satu hipostasis [pribadi] ialah Tuhan Yesus Kristus, yang adalah satu dari Tritunggal Maha Kudus” (DS 424). Dengan demikian, segala sesuatu yang ada pada kodrat manusiawi Kristus harus dikenakan kepada Pribadi ilahi-Nya sebagai pembawa-Nya yang sebenarnya Bdk. Konsili Efesus: DS 255., bukan hanya mukjizat-mukjizat melainkan juga penderitaan Bdk. DS 424. dan malahan juga kematian, karena “Tuhan Yesus Kristus yang disalibkan dalam daging adalah sungguh Allah dan Tuhan kemuliaan dan satu dari Tritunggal Maha Kudus” (DS 432).

470 Karena dalam inkarnasi, dalam persatuan yang penuh rahasia ini, “kodrat manusia disambut, bukannya dienyahkan” (GS 22,2), Gereja harus berusaha sepanjang sejarah, supaya mengakui kenyataan penuh dari jiwa Kristus yang manusiawi, dengan kegiatan akal budi dan kehendak-Nya, demikian pula dari tubuh manusiawi-Nya. Tetapi pada waktu yang sama, ia juga harus memperingatkan bahwa kodrat manusiawi Kristus termasuk Pribadi Putra Allah yang ilahi, oleh-Nya ia diterima. Segala sesuatu yang Kristus ada dan lakukan dalam pribadi-Nya, ada dan dilakukan oleh satu “Pribadi dari Tritunggal”. Dengan demikian, Putera Allah menyampaikan cara ada-Nya sendiri dalam Tritunggal kepada kodrat manusiawi-Nya.

Lihat Katekismus 456-483, lihat juga 12 Anathema St. Cyril Menentang Nestorius

8. Aspek trinitarianisme dan Kristologi penting lainnya yang secara dogmatis diterima adalah apa yang disebut sebagai perichoresis (Yunani) atau  circumincession (Latin). Romo John A. Hardon, S.J. dalam Kamus Katolik Modern (Doubleday, 1980, 415-416) dengan tepat mendefinisikannya :

Pemahaman dan berdiamnya  tiga pribadi secara timbal balik dalam satu dan lainnya. Dalam konsepsi Yunani tentang Tritunggal ada penekanan pada pemahaman timbal balik dari tiga pribadi, yang karenanya melaksanakan kesatuan esensi ilahi. Dalam gagasan latin…penekanannya pada prosesi internal dari tiga pribadi ilahi. Dalam kedua tradisi, dasar fundamental Trinitarian perichoresis adalah satu esensi dari tiga pribadi dalam Allah.

Penjelasan dari penerjemah untuk nomor 8 :

Melalui aspek perichoresis, maka ketika kita berdoa kepada salah satu Pribadi Ilahi, kita sebenarnya juga berdoa kepada pribadi ilahi yang lain. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan :

2789 Kalau kita berdoa Bapa “kami”, secara pribadi kita berpaling kepada Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Kita tidak membagi ke-Allah-an, karena Bapa adalah “sumber dan asalnya”. Sebaliknya dengan itu kita mengakui bahwa dari kekal Putera telah dilahirkan oleh-Nya dan Roh Kudus keluar dari Dia. Kita juga tidak mencampur adukkan Pribadi-pribadi karena kita mengakui bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus dalam Roh Kudus-Nya yang satu-satunya. Tritunggal Mahakudus itu sehakikat dan tidak terbagi. Kalau kita berdoa kepada Bapa, kita menyembah Dia dan memuliakan Dia bersama dengan Putera dan Roh Kudus.

Lebih lanjut tentang perichoresis, khususnya mengenai aspek doa, lihat makalahku : Prayer to Jesus in the NT / Prayer to All Three Persons in the Trinity (Perichoresis / Circumincession).

Sumber.

Update 9 Januari 2012

Berikut ini adalah daftar kesesatan yang berkaitan dengan ajaran tentang Keallahan Yesus (dikutip dari artikel Do you have a heresy checklist? Here it is – Dr. Taylor Marshall)

  • Docetism  mengajarkan bahwa Yesus hanya tampak menjadi manusia. Sebaliknya Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kristus sungguh Allah sungguh manusia dan Ia memiliki tubuh fisik manusia.
  • Sabellianism  (alias modalism) dengan salah mengajarkan bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah satu dan pribadi yang sama. Pengikut Sabellianisme disebut “Patripassians” (dalam bahasa Yunani, “Bapa menderita”) karena meereka mengajarkan bahwa Allah Bapa menderita di salib karena Bapa adalah Putra dan sebaliknya. Iman katolik memegang teguh bahwa ada satu essensi ilahi dan tiga pribadi ilahi.Pengkhotbah TV TD Jaeks dan Oneness Pentecostals adalah heretik sabelian di jaman modern.
  • Adoptionism dengan salah mengajarkan bahwa Yesus adalah orang suci yang menjaga dirinya untuk tidak berdosa. Pengikut adoptionisme memegang bahwa Yesus mencapai persatuan dengan Allah saat baptisan-Nya di sungai Yordan pada saat ia diadopsi oleh Allah Bapa dan diberikan gelar “Putra Allah”. Adoptionisme dipercaya oleh orang liberal jaman modern, dimana mereka percaya bahwa Yesus hanyalah “guru yang baik” dan “orang suci” yang mencapai persatuan spiritual dengan Allah di bumi. Pengikut unitarian modern juga mengajarkan adoptionisme.
  • Arianism  mengajarkan bahwa Yesus tidak sungguh Allah – bahwa Kristus hanyalah ciptaan terbesar/tertinggi/teragung dari Allah Bapa – bahwa Yesus adalah ciptaan terbaik yang ada pada satu tingkat diatas malaikat. Arian mengajarkan bahwa ada waktunya ketika Putra tidak ada. Sebaliknya, Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kristus ko-eternal (selalu ada), dan ko-substansial (sehakekat) dengan Bapa. Umat katolik percaya bahwa Kristus adalah pribadi ilahi. Maria, sebagai ibu manusia Yesus, adalah ciptaan Allah yang terbaik.
  • Nestorianism (dinamai sama seperti pendirinya, uskup agung yang heretik, Nestorius) mengajarkan bahwa Yesus adalah dua “pribadi” – Yesus putra manusia Maria dan Yesus Putra ilahi Bapa. Sebaliknya, Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kristus adalah satu pribadi dengan dua kodrat : kodrat ilahi dan manusiawi. Jika anda pernah mendengar seseorang berbicara tentang “Yesus manusia dan Yesus ilahi”, maka anda berhadapan dengan Nestorian.
  • Monophysitism  (mono = hanya, & physis = kodrat) mengajarkan bahwa keilahian dan kemanusiaan Kristus dicampurkan ke dalam satu kodrat. Mereka berbicara tentang kodrat manusia yang diserap ke dalam kodrat ilahi. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kristus memiliki dua kodrat yang berbeda : kodrat ilahi dan kodrat manusiawi.
  • Monothelitism  (mono = hanya & thelema = kehendak) mengajarkan bahwa Yesus hanya memiliki satu kehendak ilahi. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kristus memiliki dua kehendak : kehendak ilahi dan kehendak manusiawi yang menjadi milih jiwa manusia-Nya. Dalam Kristus, kehendak ilahi dan kehendak manusiawi-Nya berada dalam harmoni yang sempurna. Beberapa berargumen bahwa John Calvin dan Calvinist secara praktis adalah penganut Monothelitisme.
  • Iconoclasm mengajarkan bahwa gambar adalah berhala. Sebaliknya, Gereja Katolik membela penggunaan gambar-gambar kristen karena Kristus menjadi kelihatan melalui inkarnasi. Banyak protestan modern menganut iconoclasme dalam derajat yang berbeda. John Calvin adalah penganut iconoclasme dan Presbyterianisme secara historis adalah inococlast.

14 komentar

  1. Bagaimana penjelasan anda tentang kematian…
    Atau bagaimanakah keadaan manusia setelah mati?

    1. Halo Chandra Wijaya, maaf saya terlambat sekali menjawabnya. Setelah kematian, masing-masing dari kita akan dihakimi oleh Allah. Dan hasilnya hanya ada 3: entah jiwa manusia masuk surga, masuk ke Api Penyucian (setelah proses penyuciannya selesai maka jiwa akan masuk ke surga), atau masuk ke neraka.

  2. thanks yah
    sekarang udah mulai paham, gak seperti kemarin-kemarin
    hehehehe…. kalau kemarin masih gelap….

    maaf, boleh request gak?
    kalau boleh, mas terbitkan artikel tentang penebusan dosa dong. pengen nimbah ilmu dari anda. siapa tau berbeda dengan yang aku pahami selama ini.

    thanks before…

    1. Salah satu artikel yang pernah kami publish adalah ini : https://luxveritatis7.wordpress.com/2011/09/30/pd-mengapa-pantas-bagi-kristus-untuk-wafat-di-salib/

      Silakan dibaca2 terlebih dahulu. Mungkin nanti kami bisa memberikan link yang lain.

  3. Update 5 Nov 2013 : Maaf atas komentar saya yang kurang menunjukkan kasih.

    [Saya kira itu karena anda
    yang belum mau mengerti]

    saya bukan belum MAU mengerti, tetapi belum BISA mengerti

    [Kalau jawabannya adalah percaya saja,
    itu berarti orang yang anda temui
    adalah orang yang tidak mengerti
    tentang Kristologi Katolik. Toh
    pemahaman tentang keilahian Kristus
    masih bisa dipahami sampai pada
    batas tertentu, karena ajaran ini adalah
    wahyu ilahi, tentu ada unsur misteri
    yang melampui nalar manusia]

    mungkin anda benar,. bahwa orang yang saya temui mungkin belum paham tentang ketuhanan dalam kristologi katolik. ya saya sependapat dengan anda bahwa sampai pada batas tertentu konsep ketuhanan bisa dipahami, selebihnya adalah unsur misteri.

    [Yesus Kristus sungguh Allah sungguh
    manusia karena Ia memiliki dua kodrat
    dalam satu pribadi Ilahi, jelas? Kalau
    belum coba artikel diatas dibaca
    berulang kali.]

    maksud dari pernyataan anda ini apa? apakah maksud anda jesus adalah jelmaan tuhan? mohon penjelasannya agar lebih dipermudah,.
    saya telah membaca berulang-ulang artikel anda ini, namun masih juga belum paham,,,, maklumin lah aku yang masih belajar ini.

    1. Kalau kita melihat kisah kelahiran Kristus seperti yang dijelaskan pada injil Lukas, maka kita bisa melihat bahwa kelahiran Kristus berbeda dengan kelahiran manusia pada umumnya, karena oleh kuasa Roh Kudus, yang adalah Allah, Ia dikandung dalam rahim Maria yang adalah manusia. Namun yang lahir tetaplah merupakan seorang pribadi, namun bukan sekedar pribadi manusia. Melainkan pribadi ilahi, karena Ia memiliki dua kodrat, kodrat manusia dan ilahi, yang bersatu dalam pribadi ilahi-Nya.

      Allah tidak bisa berhenti menjadi Allah, karena ini bertentangan dengan diri-Nya sendiri. Namun ia bisa mempertahankan keallahan dan memiliki kodrat manusia, karena Ia mahakuasa (tentunya pemahaman mahakuasa bukan berarti dapat melakukan sesuatu yang tidak logis, seperti menciptakan segitiga bersisi empat).

      Sampai sejauh ini, apakah ada yang ingin anda tanyakan?

      1. oke… sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas penjelasannya.

        jadi menurut iman katolik, maria melahirkan pribadi ILAHI yang memilki kodrat manusia+kodrat ilahi,… yang ingin saya tanyakan mengapa mesti PRIBADI ILAHI? adakah keterangannya dalam bibel?
        (maklum masih dalam tahap belajar dan pencarian akan Tuhan yang sebenarnya, jadi banyak nanya,….).

        padahal bisa juga loh kebalikannya.
        yaitu maria melahirkan pribadi MANUSIA yang memiliki kodrat ilahi+kodrat manusia.

        karena akan sangat berbeda antara pribadi manusia yang dianugerahi kodrat ilahi dengan pribadi ilahi yang memiliki kodrat manusia.

        mohon pencerahannya.

      2. 1. Karena hanya Pribadi Ilahi yang bisa sekaligus memiliki kodrat ilahi dan manusia, sedangkan kodrat manusia tidak akan bisa menampung kodrat ilahi. Kenapa pribadi ilahi karena Yesus dikandung dari Roh Kudus, yang adalah Allah. Kalau Ia dikandung dari seorang laki-laki, maka barulah disebut pribadi manusia. Tapi Ia dikandung dari Allah. Kalau manusia dianugrahi kodrat ilahi, itu berarti sama dengan membuat manusia menjadi Tuhan, dan ini tidak mungkin terjadi karena hanya ada satu Allah dengan tiga pribadi, tidak bisa ada dua Allah.

        2. Sumber iman katolik tidak hanya kitab suci saja, ada yang namanya Tradisi Suci dan Magisterium. Silakan membaca ini : https://luxveritatis7.wordpress.com/2011/08/14/pd-kitab-suci-dan-tradisi/

        3. Keilahian Kristus memiliki dasar biblis, seperti yang bisa dibaca di artikel ini bahwa kemanusiaan dan keilahian diatributkan kepada Pribadi Kristus : http://katolisitas.org/2506/yesus-sungguh-allah-sungguh-manusia

        Sekedar mengutip beberapa contoh :

        1. Mi 5:1: Mesias adalah seorang yang akan lahir di Betlehem (kemanusiaan Kristus) yang permulaannya sudah sejak purbakala (ke-Allahan Kristus).

        2. Yes 9:5: Seorang anak laki-laki akan lahir (kemanusiaan Kristus) yang akan disebut sebagai Allah yang perkasa (ke-Allahan Kristus).

        3. Yoh 8:58: Yesus berkata (dalam kemanusiaannya), bahwa sebelum Abraham jadi, Aku ada (ke-Allahan Kristus).

        4. Yoh 14:6: Yesus berkata, “Aku adalah jalan (mengacu kepada kemanusiaan-Nya), Kebenaran dan Hidup” (mengacu kepada ke-Allahan-Nya).

  4. Komentar huruf tebal berasal dari Cornelius

    ketuhanan dalam kristen takkan bisa dipahami sampai kapan pun, yesus sebagai tuhan, yesus pula sebagai manusia. [Saya kira itu karena anda yang belum mau mengerti] tatkala konsep ini diperdebatkan, satu-satunya jawaban kristen adalah percaya saja,,, [Kalau jawabannya adalah percaya saja, itu berarti orang yang anda temui adalah orang yang tidak mengerti tentang Kristologi Katolik. Toh pemahaman tentang keilahian Kristus masih bisa dipahami sampai pada batas tertentu, karena ajaran ini adalah wahyu ilahi, tentu ada unsur misteri yang melampui nalar manusia]
    yesus=tuhan artinya tuhan adalah yesus
    yesus=manusia artinya yesus juga adalah manusia

    kesimpulan :
    yesus=tuhan=manusia
    tuhan=yesus=manusia
    manusia=yesus=tuhan
    tuhan=manusia=yesus
    [Yesus Kristus sungguh Allah sungguh manusia karena Ia memiliki dua kodrat dalam satu pribadi Ilahi, jelas? Kalau belum coba artikel diatas dibaca berulang kali.]

  5. in simple way[of my limited understanding] Jesus Christ whose mother is Mother Mary,has saved all people from their weakness.That’s true and we experience it at present.

  6. salam,
    Saya mau tanya soal gambar Yesus yg ada di ats sebelah kanan, kok jari tangannya seperti di gambar2 budha sigautama ya… kok sama emang YEsus suka berpose seperti itu?

    1. Shalom adri,

      Gambar tersebut merupakan Ikon Kristus Pantokrator (Dia yang merajai segalanya) yang dilukis oleh Teeofane di Creta (1546). Posisi tangan Kristus, tangan kanan, dengan ibu jari dan jari manis melengkung sampai saling menyentuh (melambangkan dua kodrat Kristus yang menyatu dalam pribadi-Nya) berada dalam posisi khas memberkati.

      Saya tidak tahu apa maksud dibalik pertanyaan “kok sama emang Yesus suka berpose seperti itu?”. Toh gambar tersebut bisa saja merupakan hasil refleksi sang pelukis. Kalaupun sama dengan gambar Budha Gautama (Pada gambar Budha ibu jari dan telunjuk yang melengkung dan saling menyentuh) bagi saya tidak ada masalah, karena posisi tangan tersebut memiliki makna yang berbeda.

      Salam,
      Cornelius.

      1. tidak ada maksud jelek kok hanya sebuah pertanyaan, menurut saya kalau pelukis itu orang percaya saya rasa imagenasinya tdk sampai ke situ karena byk patung2 dan lukisan2 dari kepercayaan yg tdk mengenal Yesus seperti itu lalu saya melihat gambar Yesus seperti itu hanya menggambarkan pelukis itu belum mengenal Yesus, sekalian mau bertanya walau bukan di topik yg tepat tapi saya tetep mau tanya, kenapa paus tidak menikah? sedangkan petrus paus pertama menikah.[Perlu diketahui bahwa selibat sendiri merupakan suatu disiplin, bukan ajaran ataupun dogma. Selibat sendiri hanya ada dalam Gereja Katolik ritus Latin, sedangkan Gereja Katolik Timur tetap memperbolehkan pria yang menikah untuk ditahbis menjadi imam. Kalau saya tidak salah, sejak abad 3 atau 4 selibat memang menjadi praktek yang umum di kalangan Gereja Katolik ritus latin. Yesus dan Paulus sendiri mengajarkan tentang selibat(Mat 19 : 11-12, 23-30, Mark 10 : 29-31; 1 Kor 7 : 7, 38). Namun toh Yesus juga tidak menikah. Bisa juga dikatakan bahwa para imam selibat, termasuk Paus, salah satu maknanya adalah agar mereka bisa meneladani Yesus dan memusatkan perhatiannya kepada Kristus dan Gereja-Nya saja. Silakan baca juga artikel ini : http://katolisitas.org/2743/menikah-atau-selibat-1-kor-7-1-40 dan ini http://katolisitas.org/575/kami-mengasihimu-pastor/comment-page-3#kenapa-imam-tidak-menikah ]

  7. eddi nugroho · · Balas

    Sungguh tulisan tentang 8 daftar kesesatan yang berkaitan dengan keallahan Yesus sangat mencerahkan. Terima kasih kepada pengelola situs ini. Keallahan Yesus dan ajaran trinitas memang cukup rumit sehingga tingkat pemahaman kita pun pasti lah tidak sama, wajar kalau agak-agak melenceng sedikit. Lihatlah betapa tipisnya beda pemahaman Nestorianisme dan ajaran Katolik tentang keallahan Yesus. Akankah Tuhan menghukum kita atas kesesatan ini yang lebih merupakan wacana para ahli teologi? Bahkan para murid yang bertemu secara fisik dengan Yesus pada sekitar 2000 tahun yang lalu pun belum tentu dapat mendefinisikan dengan tepat hal-hal yang sulit ini.
    Semoga Tuhan membimbing kita pada cinta kasih sejati…. Tuhan memberkati.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: