Apakah Tarian Liturgi untuk Misa telah disetujui oleh Kongregasi anda??

Demikian tanggapan Kardinal Arinze terhadap pertanyaan diatas:


Tidak pernah ada dokumen dari Kongregasi untuk Ibadat dan Disiplin Sakramen mengatakan bahwa tarian telah disetujui dalam Misa.

Pertanyaan tentang tarian ini sangatlah sulit dan sensitif. Namun, baik untuk diketahui bahwa tradisi Gereja Latin tidak mengenal tarian. Ini adalah sesuatu yang orang perkenalkan dalam waktu sepuluh tahun terakhir – atau dua puluh tahun. Itu tidak selalu begitu. Sekarang menyebar sangat cepat, dapat dikatakan, di semua benua. Di benua saya sendiri, Afrika, hal ini menyebar. Di Asia, hal ini menyebar.

Sekarang, beberapa imam dan orang awam berpikir bahwa Misa tidak pernah lengkap tanpa tarian. Kesulitannya adalah ini: kita datang ke Misa terutama semata-mata untuk menyembah Allah – apa yang kita sebut dimensi vertikal. Kita tidak datang ke Misa untuk menghibur satu sama lain. Itu bukan tujuan dari Misa, Aula paroki adalah untuk itu.

Jadi mereka semua yang ingin menghibur kita – setelah Misa, marilah kita pergi ke aula paroki dan kemudian anda bisa berdansa. Dan kemudian kita bertepuk tangan. Tetapi ketika kita datang ke Misa kita tidak datang untuk bertepuk tangan. Kita tidak datang untuk melihat orang, mengagumi orang. Kita ingin menyembah Allah, mengucapkan terima kasih kepada-Nya, untuk meminta Dia mengampuni dosa-dosa kita, dan meminta kepada-Nya apa yang kita butuhkan.

Jangan salah sangka, karena ketika saya mengatakan hal ini di salah satu tempat, seseorang berkata kepada saya: “.. anda seorang Uskup Afrika, anda orang Afrika selalu menari. Mengapa anda katakan kita tidak menari?”

[diam sesaat] – kita orang Afrika tidak selalu menari! [tertawa]

Selain itu, ada perbedaan antara mereka yang datang dalam prosesi pada Persembahan; mereka membawa hadiah mereka, dengan sukacita. Ada gerakan tubuh kekanan dan kekiri. Mereka membawa hadiah mereka kepada Allah. Sungguh, itu bagus. Dan beberapa koor, mereka bernyanyi. Mereka memiliki sedikit gerakan. Tidak ada yang akan mengutuk itu. Dan ketika anda akan keluar lagi, sedikit gerakan kecil, tidak apa-apa.

Tetapi ketika anda memperkenalkan besar-besaran, boleh dikatakan, seorang ballerina, lalu saya ingin bertanya tentang apa itu semua. Apa yang sebenarnya ingin anda atur? Ketika orang selesai menari di Misa dan kemudian ketika kelompok menari selesai dan orang-orang bertepuk tangan – tidakkah anda lihat apa artinya? Ini berarti kita telah menikmatinya. Kita datang untuk kesenangan. Ulangi lagi. Jadi, ada sesuatu yang salah. Setiap kali orang-orang bertepuk tangan dengan seketika- ada sesuatu yang salah. Ketika mereka bertepuk tangan – tarian telah selesai dan mereka bertepuk tangan.

Ada kemungkinan bahwa ada tarian yang begitu indah sehingga mengangkat pikiran orang kepada Allah, dan mereka berdoa dan memuja Tuhan dan ketika tarian selesai mereka masih terbungkus dalam doa. Tapi apakah jenis tarian seperti itu telah anda lihat? anda lihat sendiri. Hal ini tidaklah mudah.

Kebanyakan tarian yang dipentaskan selama Misa seharusnya dilakukan di aula paroki. Dan beberapa dari mereka bahkan tidak cocok untuk aula paroki.

Aku melihat di satu tempat – aku tidak akan memberitahu anda di mana – dimana mereka menggelar tarian selama Misa, dan tarian tersebut tak sopan. Ini melanggar aturan teologi moral dan kesopanan. Mereka yang mengaturnya – mereka harus mencuci kepala mereka dengan seember air suci! [Tertawa]

Kenapa membuat umat Allah menderita begitu banyak? Bukankah kita sudah cukup memiliki masalah? Hanya Minggu, satu jam, mereka datang untuk menyembah Allah. Dan anda membawa tarian! apakah anda begitu miskin hingga anda tidak memiliki apa-apa untuk membawa kita [kepada Allah]? Seharusnya anda malu! Begitulah saya merasakan hal itu.

Seseorang bisa berkata, “tapi Paus mengunjungi daerah ini dan orang-orang menari”. [Diam sesaat]: Apakah Paus mengaturnya? Kasian Bapa Suci – dia datang, orang-orang mengatur. Dia tidak tahu apa yang mereka atur. Dan seseorang memperkenalkan sesuatu yang lucu – adalah Paus bertanggung jawab untuk itu? Apakah itu berarti sekarang disetujui? Apakah mereka meletakkannya di atas meja Kongregasi Ibadah Ilahi? Kami akan membuangnya! Jika orang ingin berdansa, mereka tahu ke mana harus pergi.

sumber

Referensi tambahan : Notitiae 11 : Dance in the Liturgy (Terjemahan)

 

 

 

 

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: