Ketika Membaca Kredo Tidak Seperti Dulu Lagi

Saya menemukan video ini di youtube, presentasinya bagus sekali tentang bagaimana seharusnya kita mengucapkan doa Syahadat. Dibawah video ini adalah terjemahan dari teks video tersebut.

Ketika anda mengucapkan kredo (Syahadat), apakah anda menjadi diri anda yang sebenarnya? atau anda menjadi sebuah robot?

Apakah anda tahu apa yang anda ucapkan?

“Aku percaya akan Satu Allah, Bapa yang maha kuasa”

So what?

“Engkau percaya bahwa hanya ada satu Allah. Memang benar demikian. Tetapi janganlah lupa bahwa iblis pun percaya, dan gemetar ketakutan!” – Yakobus 2 : 19

Terdapat perbedaan yang besar, antara percaya bahwa Allah itu ada (believe there is a God), dan percaya di dalam Allah (belive in God). Yang mana yang anda percaya?

“Aku percaya akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal”

Kamu percaya terhadap apa yang Ia lakukan demi keselamatan kita :

“turun dari surga,”
“Dilahirkan oleh Perawan Maria”
“Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus”
“Disalibkan, wafat, dan dimakamkan”
“pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati”
“duduk disebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa”
“Ia akan datang kembali dalam kemuliaan”

…tapi apakah kamu menyadari, MENGAPA Yesus menyelamatkan kita dari dosa kita dan memberi kita kehidupan baru?

“Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.” – Yohanes 13 : 1

“Karena Allah begitu mencintai dunia sehingga Ia menyerahkan Putra-Nya yang tunggal” – Yohanes 3 :16

“Tidak ada kasih seseorang yang lebih besar dari kasih seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya” – Yohanes 15 : 13

“Lihatlah betapa besar kasih Allah kepada kita…” – 1 Yohanes 3 : 1

“Tetapi perhatikanlah betapa Allah telah menyatakan kasih-Nya kepada kita : ketika kita masih orang berdosa, Kristus telah mati untuk kita” – Roma 5 : 8

“Allah adalah kasih” – 1 Yoh 4 : 16

“Aku percaya akan Roh Kudus, Tuhan yang menghidupkan”

Tapi apakah kamu berpikir bahwa Roh Kudus berada di luar sana? atau berada di dalam hatimu?

“Tidakkah engkau tahu bahwa tubuhmu adalah kenisah Roh Kudus yang telah diberikan oleh Allah? Dirimu tidak lagi milikmu sendiri”  – 1 Korintus 6 : 19

“Kenisah Allah itu kudus, dan kamu adalah kenisah itu” – 1 Korintus 3 : 17

“Aku percaya akan Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, Apostolik”

Gereja lebih dari sekedar bangunan. Ia adalah umat Allah, Tubuh Kristus. Dan anda adalah bagian dari Gereja ini.

Beberapa para kudus telah mengorbankan hidup mereka demi membela kredo ini. Kredo lebih dari sekedar proklamasi. Kredo adalah doa yang didoakan para kudus dalam iman. Kredo adalah doa dimana pendosa menemukan pengharapan. Kredo adalah doa dimana Allah menunjukkan kasih-Nya.

Jadi ketika anda mengucapkan kredo…

Jangan menjadi robot. Jadikan kredo sesuatu yang nyata.

Jangan sekedar mengucapkannya.

Doakanlah…

Cintailah…

Hidupilah…

================================================

ada komentar?

9 komentar

  1. apakah “CREDO” ..doa atau pernyataan iman ?…

    1. CREDO adalah sebuah doa dan juga pernyataan iman Katolik.

  2. Ketika anda mengucapkan kredo (syahadat singkat), apakah anda menjadi diri anda yang sebenarnya? atau anda menjadi sebuah robot?
    ============
    Bukankah di dalam artikel ini justru tertulis isi-isi syahadat Panjang (Nicea-Konstantinopel) ? Masbro, saya pikir keterangan “(syahadat singkat)” dihilangkan saja. :)
    Pax et Bonum

    1. Trims koreksinya Masbro :D

  3. Yohanes Seandy · · Balas

    Luar biasa, sangat setuju!

  4. melati · · Balas

    terimakasih untuk selalu mengingatkan …

    betul …
    apa yang dilakukan utamanya dalam setiap Misa …
    semoga tidak hanya menjadi rutinitas setiap hari atau setiap minggu saja
    karena disadari / tidak … itulah nafas kita .. jiwa kita … sebagai pengikut Kristus …

    berbahagialah yang berdiam di rumah Tuhan …

  5. Michael · · Balas

    “Aku percaya akan hidup yang kekal”

    Bagian syahadat singkat itu adalah kalimat yang mempunyai makna yang dalam bagi hidup saya.
    Dengan kepercayaan tersebut, saya mampu untuk tidak larut dalam kematian seseorang yang saya kasihi.
    Saya harap hal ini terjadi juga kepada anda.

    1. bella · · Balas

      ya… Saya sama dengan anda..
      Bahwa yang meninggal nyawanya tidak dihilangkan, melainkan berubah hidup dalam cahaya ilahi yang kekal.

  6. kardjotani · · Balas

    Aku percaya dalam nama Tuhan Yesus yang hidup dan bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa…

    hanya karena sesuatu hal, saat ini saya sedang terputus hak untuk menerima komuni, meskipun saya masih mendaraskan kredo dan tanda salib dalam saat-saat tertentu.

    hiks…!!

    bagaikan rusa yang haus akan air, semoga perjuangan saya untuk kembali bersatu dalam satu penggembalaan Tuhan Yesus, dikabulkan.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: