Kenaikan – Apa Maknanya Untukku?

Perayaan dari Kenaikan biasanya meninggalkan sedikit rasa datar. Sangat jelas sekali apa yang Jumat Agung lakukan untukku. Keuntungan Minggu Paskah tidak dapat dibantah lagi. Tapi tentang Kenaikan, apa untungnya untukku?

Kristianitas adalah tentang cinta yang kita sebut agape atau kasih. Ini adalah cinta yang tampak menjauh dari dirinya sendiri untuk orang lain dan dengan bebas memberikan dirinya sendiri untuk orang lain. Sang Firman Allah tidak menjadi manusia atau memikul salib karena sesuatu yang menguntungkan bagi-Nya.

Kasih berbagi sukacita dan dukacita dengan orang yang dicintai (Yoh 14:28). Hal pertama yang diingat tentang Kenaikan adalah tentang berbagi didalam sukacita Yesus. Ini tentang merayakan kembalinya diri-Nya ke kemuliaan surga yang mana Ia tolak untuk terus melekat. (Fil 2:6-11). Ini tentang kegembiraan bahwa mahkota duri-Nya telah digantikan dengan mahkota raja, bahwa kerumunan yang mengejek di Kalvari telah digantikan dengan beribu-ribu malaikat yang menyembah-Nya. Kenaikan adalah tentang kemenangan Yesus dan pemujaan. Jika kita mendapatkan perhatian kita keluar dari diri sendiri dan membiarkan cinta dari Roh Kudus Sang Putra untuk menggelorakan jiwa kita, kita akan mengalami suka cita yang besar dari pada ketika kita melihat anak kita mencetak home run atau lulus kuliah.

Tetapi Kenaikkan bukan hanya soal kasih. Ini juga sebuah pesta harapan. Ya, ada sesuatu keuntungan untuk kita. Ia pergi untuk mempersiapkan tempat untuk kita (Yoh 14:2). Kita juga suatu hari nanti akan memakai mahkota yang terbuat dari emas daripada duri.

Bagi kita untuk bertahan sampai saat terberkati itu datang, kita memerlukan kekuatan ilahi. Itulah alasan lain kita harus bersukacita didalam kenaikan-Nya. Ia duduk disebelah kanan Allah jadi Ia bisa mencurahkan janji dari Bapa, Roh Kudus, keatas murid-murid-Nya. (Efesus 4:10)

Saat Ia naik, Ia memberitahukan kepada para murid untuk menunggu kekuatan ini. Tetapi harap dicatat bahwa Ia tidak menyuruh mereka untuk menunggu secara pasif untuk rapture. Ia tidak menginstruksikan mereka untuk mencurahkan secara berlebihan nubuat Kitab Suci, berdebat tentang bagaimana dan kapan Ia akan kembali. Faktanya di Kis 1:11, setelah Tuhan naik hilang dari penglihatan mereka, para malaikat bertanya kenapa para murid hanya berdiri disana menatap kelangit.

Menunggu bukan berarti membuang waktu yang berharga. Penantian ini mempunyai tujuan, sembilan hari berdoa (novena pertama!) memimpin untuk penguatan. Kenapa penguatan? Karena mereka memiliki pekerjaan yang menantang yang perlu dilakukan. “Pergilah, oleh karena itu, dan menjadikan semua bangsa murid-Ku” (Mat 28:16-20)

Kita biasanya berpikir bahwa evangelisasi itu adalah sesuatu yang terjadi dalam sebuah misi ketempat negara yang jauh, dilaksanakan oleh para Imam dan religius. Tetapi Konsili Vatikan II memberitahukan kepada kita bahwa tetangga kita adalah wilayah misi dan bahwa setiap orang Katolik adalah dipanggil untuk menjadi envangelis. Paus Yohanes Paulus II memproklamirkan ini adalah “Evangelisasi Baru” karena tempatnya baru-tepat disebelah pintu-dan para misionaris adalah baru karena mereka termasuk kita semua.

Saya tidak yakin bahwa St. Fransiskus dari Asisi pernah berkata “Ajarkan Injil selalu; ketika diperlukan, gunakan kata-kata.” Tetapi jika ia melakukan itu, catat ini-Fransiskus sering mengajarkan sangat diperlukan untuk menggunakan kata-kata. Perkataannya bisa didengar di pasar-pasar, di sudut jalan, di Gereja, dimanapun ketika ada orang-orang disekitar. Tentu saja, mengajarkan tanpa kesaksian hidup kita sangatlah kontraproduktif. Tetapi lupakan tentang ide hanya kesaksian hidup kita itu sudah cukup. Itu tidak cukup. Anda tidak dipanggil untuk berkotbah di sudut jalanan, tetapi Vatikan II dan penerus para Paus, menggemakan 1Pet 3:15, mengatakan bahwa kita semua harus siap untuk pandai berbicara apa yang telah Yesus lakukan untuk kita, betapa bernilainya Ia buat kita, dan kenapa Ia adalah jawaban dari masalah di dunia ini.

Merasa tidak mampu terhadap tugas ini? Anda berada di perusahaan yang tepat. Pernyataan publik pertama Paus Benediktus adalah pengakuan ketidak mampuannya. Lakukan apa yang ia lakukan-berdoa kepada kuasa Roh Kudus untuk bergerak dan melalui dirimu, dan luangkan waktu untuk terus mempelajari lebih banyak tentang imanmu sehingga anda dapat berbagi hal tersebut dengan rasa percaya diri yang besar.

sumber

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: