Simbolisme dalam Seni Katolik : Semanggi Berdaun Empat

Semanggi berdaun empat

Artikel berikut di copy/paste dari page Gereja Katolik, ditulis oleh Admin Deo Duce

Selamat siang, sahabat-sahabat GK yang terkasih.

Sebelumnya kita sudah membahas simbol semanggi berdaun tiga, yang melambangkan Allah Tritunggal. Nah, sekarang siapa yang tidak kenal dengan semanggi berdaun empat?

Semanggi berdaun empat lebih jarang ditemukan dibanding semanggi berdaun tiga. Karena itulah, ada takhayul yang menyebutkan bahwa jika kita menemukan atau menyimpan semanggi berdaun empat, kita akan beruntung. Sebagai pengikut Kristus, tentunya kita tidak boleh percaya dengan hal-hal semacam itu. Namun ternyata, simbolisme Katolik pun mengenal desain semanggi berdaun empat. Lantas, apa maknanya?

Semanggi berdaun empat, atau quatrefoil, memiliki setidaknya beberapa makna Kristiani. PERTAMA, ia sebenarnya adalah SALIB yang tersamar. Keempat daun semanggi tersebut sama dengan keempat ujung salib. Di daerah-daerah seperti Irlandia, di mana kaum Celtic yang telah menjadi Kristen (Katolik) terancam bahaya diburu kaum pagan, semanggi berdaun empat digunakan sebagai pengganti salib yang lebih aman.

Tak lama setelah Kekristenan meluas, lambang semanggi berdaun empat diadopsi ke dalam arsitektur gereja, biasanya sebagai jendela (contohnya pada gambar).

KEDUA, semanggi berdaun empat melambangkan KEEMPAT PENGINJIL, yaitu Santo Matius, Santo Lukas, Santo Markus, dan Santo Yohanes. Dalam seni visual Kristiani, keempat penginjil ini memang seringkali digambarkan bersama-sama dan tak terpisahkan, kadang-kadang sambil mengelilingi Takhta Allah. Simbol keempat penginjil, yaitu manusia atau malaikat (St. Matius), lembu (St. Lukas), singa (St. Markus), dan elang (St. Yohanes), mengambil simbolisasi dari malaikat kerub (lihat poin ketiga di bawah).

KETIGA, semanggi berdaun empat mengingatkan kita akan KEEMPAT MAKHLUK yang disaksikan oleh Nabi Yehezkiel (Yeh 1) dalam Perjanjian Lama. Berikut kutipannya:

4 Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa yang mengkilat.

5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,

6 tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.

7 Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.

8 Pada keempat sisi mereka di bawah sayap-sayapnya tampak tangan manusia. Mengenai muka dan sayap mereka berempat adalah begini:

9 mereka saling menyentuh dengan sayapnya; mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing berjalan lurus ke depan.

10 Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.

Makhluk berwajah empat yang digambarkan dalam Yeh 1 adalah malaikat yang disebut kerub (jamak: kerubim). Malaikat ini kemudian muncul lagi dalam Wahyu 4, di mana kerub tersebut digambarkan terpisah: makhluk pertama seperti singa, makhluk kedua seperti anak lembu, makhluk ketiga seperti manusia, dan makhluk keempat seperti burung nasar. Masing-masing makhluk bersayap enam, dan keempatnya senantiasa berjaga di sekitar Takhta Allah sambil menyanyikan “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” (bdk. Why 4:7-8)

Jadi kita lihat bahwa semanggi berdaun empat sesungguhnya memiliki makna yang amat dalam dan amat Alkitabiah. Sebuah jendela quatrefoil yang besar dan megah di dalam gereja sesungguhnya hendak menggambarkan realita surgawi nan agung, di mana Allah bertakhta dikelilingi malaikat-malaikat-Nya beserta segenap orang Kristen yang sudah berjaya. Semoga kelak kita juga bisa bergabung dengan mereka.

==========================

-Deo Duce-

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: