Simbolisme dalam Seni Katolik : Burung Pelikan

 

 

Pelikan

Artikel berikut di copy/paste dari page Gereja Katolik, ditulis oleh Admin Deo Duce.

 
Selamat hari Minggu, sahabat-sahabat GK yang terkasih.

Mungkin kita sudah paham betul dengan simbol salib sebagai simbol Tuhan kita Yesus Kristus, serta sebagai simbol Kekristenan secara umum. Tapi apakah kita tahu tentang simbol BURUNG PELIKAN sebagai salah satu simbol Kristus?

Simbol pelikan dalam hal ini secara spesifik menggambarkan seekor induk pelikan yang sedang memberi makan anak-anaknya (biasanya ada 3 ekor). Apabila dicermati, si induk pelikan tampak menunduk dan merobek dirinya sendiri, memberikan DARAHNYA sendiri sebagai makanan anak-anaknya.

Simbol ini berasal dari legenda kuno bahwa pada musim kelaparan, seekor induk pelikan akan melukai dirinya sendiri agar bisa memberikan darahnya supaya anak-anak pelikan tidak kelaparan. Konon, hal ini dilakukan tidak jarang sampai si induk mati.

Dalam tradisi Kekristenan, simbol ini sangat jelas menggambarkan pengorbanan Kristus demi umat manusia. Karenanya, simbol pelikan menjadi simbol kasih Allah yang tak terhingga. Pujangga Italia dari Abad Pertengahan, Dante Alighieri, dalam karyanya “Paradiso” (bagian dari trilogi “Divine Comedy”), menyebut Kristus sebagai “our Pelican” (Sang Pelikan kami).

Santo Thomas Aquinas dalam himne berjudul “Adoro te devote”, menuliskan lirik berikut:

Pie Pelicane, Jesu Domine
Me immundum munda tuo sanguine:
Cujus una stilla salvum facere
Titum mundum quit ab omni scelere

Dalam Puji Syukur No. 560 (“Allah yang Tersamar”), bait ini berbunyi sebagai berikut:

Undan mahabaik, Yesus Tuhanku
sucikanlah aku dengan darah-Mu:
karna satu titik akan s’lamatlah
s’luruh bumi ini dari dosanya.

*Burung undan adalah sinonim untuk burung pelikan.

Sedangkan dalam arsitektur bangunan gereja, simbol pelikan ini seringkali dijadikan ukiran pada mimbar lektor / pemazmur.

Jadi, simbol burung pelikan merupakan simbol Kristiani yang sangat kuat, yang melambangkan Tuhan kita yang rela menderita dan mati demi memberikan kita hidup abadi, dan yang selalu memberi kita makanan berupa Tubuh dan Darah-Nya sendiri dalam Ekaristi Kudus.

==========================

-Deo Duce-

 

2 komentar

  1. yohanes 777 · · Balas

    To Conelius

    Mengapa ada digambarkan dengan 3 anakkannya ?

    Thank You.

    1. Saya juga kurang tahu pastinya, mungkin hal tersebut menggambarkan tiga orang yang berada di dekat Salib Yesus di Kalvari (Maria Ibu Yesus, Yohanes dan Maria Magdalena.)

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: