Mari Ber-Ekaristi dengan Baik dan Benar

Oleh: Rafael

Agar diperhatikan hal-hal berikut:

1. Masuk ke Gereja membuat tanda salib. Jangan buru2, tetapi hayatilah dan syukurilah bahwa karena rahmat Baptis anda bisa bergabung ke dalam persekutuan Gereja. Jangan membiasakan memberi air suci pada orang lain dengan mengulurkan jari anda. Ketika anda dibaptis anda dipanggil dengan nama pribadi anda, berarti sangat personal, maka tanda salib jangan dibuat dengan asal2an.

2. Perayaan Ekaristi/ Misa Kudus  adalah rangkaian doa. Maka tanda salib hanya dilakukan pada AWAL dan AKHIR MISA KUDUS saja yaitu ketika imam memulai dan mengakhiri misa. Jangan buat tanda salib banyak-banyak. Tanda Salib disini menunjuk pada tanda salib biasa dan bukan penandaan dahi, bibir, dan dada dengan salib yg tetap harus dilakukan saat bacaan injil.

3.  Ujud pribadi disampaikan ketika SAAT HENING sesudah ajakan Imam “Marilah berdoa.” dan bukan “ketika doa pembuka”. Doa pembuka didoakan oleh Imam atas nama seluruh jemaat, dan umat hendaknya menjadikan doa itu sebagai doanya sendiri (PUMR 54). (Kesempatan lain yang bisa dilakukan untuk menyampaikan ujud pribadi adalah ketika doa umat, pada waktu yang disediakan).

4.  Sejak jaman dulu tanda salib resmi yg dipakai dalam Ritus Latin adalah dengan tangan kiri menebah di atas perut, tangan kanan terbuka menyentuh dahi pada “Dalam nama Bapa”, menyentuh DADA pada “dan Putra”, menyentuh bahu kiri lalu kanan pada “dan Roh Kudus”. Dan ketika “Amin” kedua tangan sudah terkatup kembali. Tidak membuat tanda salib ketika imam memberi absolusi umum (“…semoga Alah mengasihani kita…dst..”), karena yg kita ikuti adalah Misa Kudus bukan Sakramen Tobat.

5. Siapapun diwajibkan berlutut setiap kali lewat di depan tabernakel (PUMR 274) berlutut jangan asal-asalan, jangan hanya membungkuk, kecuali terpaksa. Yang ada di depan anda adalah Kristus sebenar-benarnya dalam rupa Hosti  di Tabernakel. Ingatlah sejenak juga akan inkarnasi Kristus. Hosti dalam Tabernakel, bisa diasosiasikan dengan Kristus dalam rahim Maria. TENTANG PAKAIAN YANG PANTAS untuk menghadap Pencipta anda sendiri yang ada secara fisik di hadapan anda, anda pasti bisa memilihnya bukan?

SEBERAPA SOPAN ANDA BERPAKAIAN MENCERMINKAN  SEBERAPA TINGGI PENGHORMATAN ANDA AKAN KRISTUS DALAM TABERNAKEL

6. Nyanyikanlah Tuhan Kasihanilah kami dan Kemuliaan dengan penuh hormat. Harap diingat bahwa Kemuliaan adalah kidung malaikat di padang Efrata ketika kelahiran Kristus. Jadi, mohon dinyanyikan dengan penuh sukacita dan hormat

7. Bacaan kitab suci yang dibacakan dari ambo (mimbar) adalah waktu Allah berbicara dan kita mendengarkan, yaitu menyimak dengan penuh perhatian. Jika paroki anda menyediakan teks misa, anda lebih baik membaca kutipan bacaan sebelum misa dimulai. TATAP lektor/imamnya karena Allah sedang berbicara pada anda. Komunikasi yg baik dalam percakapan  adalah SALING MENATAP bukan? PEMBACAAN INJIL -dan bukannya homili – adalah PUNCAK LITURGI SABDA. Harap diingat, suara yg anda dengar adalah Suara Kristus sendiri karena imam bertindak IN PERSONA CHRISTI (mewakili Kristus sepenuh-penuhnya)

8. Mohon menyanyikan KUDUS dengan sepenuh hati, dengan keagungan, jangan asal-asalan. Dikarenakan bahwa ketika menyanyikan/mengucapkan KUDUS kita bergabung dengan seluruh penghuni surga yang memuji Allah tak henti.

9. Ketika konsekrasi (Inilah TubuhKU, Inilah DarahKu atau ketika Hosti diangkat dan Piala diangkat) anda boleh mengangkat kedua tangan yg terkatup seperti ritus  ibadat di pura Hindu, NAMUN SEBENARNYA berlutut sudah merupakan ungkapan PENYEMBAHAN. Yang terpenting ketika konsekrasi adalah anda harus menatapNya. Harap diingat,  Suara yang anda dengar (Inilah TubuhKU, Inilah darahKU, adalah Suara Kristus sendiri. Lagi, hal ini dikarenakan Imam bertindak IN PERSONA CHRISTI.  Jadi? Tataplah Hosti dan Piala itu dengan penuh hormat, yakinkan pada diri anda kalau itu adalah Kristus sendiri, bukannya sibuk dengan permohonan dalam hati.

10. Ketika imam mengucapkan/menyanyikan : “Dengan perantaraan Kristus, bersama dia, dan dalam Dia…dst…” IKUTILAH DALAM HATI. TATAPLAH HOSTI DAN PIALA YG DIANGKAT.  Ketika “AMIN” dinyanyikan (dlm bahasa inggris disebut THE GREAT AMEN”). Mohon dinyanyikan dengan sepenuh hati, dengan suara terindah yg anda miliki. Dikarenakan bahwa THE GREAT AMEN ini adalah PUNCAK LITURGI EKARISTI.

11. Jangan menadahkan tangan seperti imam, pada waktu berdoa atau menyanyikan  Bapa Kami.  Dikarenakan imam sedang berdoa atas nama Gereja atau IN PERSONA ECCLESIA.  Sikap yg benar adalah mengatupkan tangan, tanda berdoa. Hayatilah doa Bapa Kami. Sadarilah bahwa “rezeki” yg anda minta itu terutama adalah “Roti Hidup” dalam Ekaristi. (dalam bahasa aslinya (Aram), doa Bapa Kami menggunakan kata “roti” bukan rezeki. Pun,dalam bahasa latin digunakan kata “PANEM” yg berarti roti.)

12. TIDAK MENGUCAPKAN DOA PRESIDENSIAL (yang boleh diucapkan oleh imam saja) doa: “..jgn perhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman GerejaMu” Jika Imam mengucapkan “marilah kita mohon damai Tuhan” dsb sebelum doa ini, bukan berarti kita harus ikut mengucapkan doa ini. Ucapkan dalam hati saja KEMUDIAN DIAMINKAN DENGAN IMAN.

13. Sebelum umat menerima Komuni entah berlutut atau berdiri (sesuai dengan konferensi Uskup yang telah disetujui oleh Takhta Suci)  Tanda hormat haruslah dilakukan terlebih dahulu (PUMR 160). Ketika menerima komuni, TATAPLAH terlebih dahulu hosti yg diangkat sebelum ditaruh di lidah/ di tangan anda. AMIN HARUS DIUCAPKAN DENGAN PENUH IMAN. Makanlah segera Hosti didepan hadapan petugas komuni (PUMR 161, RS 92).

14. Tidak perlu ikut menghormat ketika imam menghormati Tabernakel dan altar (juga pada waktu awal misa). Tidak masalah jika anda tetap melakukannya karena merupakan kebiasaaan yg  saleh. Namun kalau anda menghadiri misa di luar negeri, jangan kaget kalau di negara tertentu praktik ini tidak dilakukan.

15. Tanda salib pada saat keluar Gereja, sebenarnya tidak perlu dilakukan. Tanda salib sebelum anda masuk sebenarnya kurang lebih berfungsi seperti wudhu, yaitu untuk menyucikan (dan mengingatkan akan Baptis). Ketika anda selesai misa, Kristus  yang Maha Suci sudah masuk dalam tubuh anda, tidak diperlukan lagi sarana penyucian lain. Namun demikian, tidak ada salahnya kalau dilakukan, asal jangan karena latah, namun harus disertai kesadaran iman, bahwa anda kini diutus untuk mewartakan karya salib Kristus lewat perkataan dan perbuatan.

Anda harus menjadi contoh bagi orang lain. Jangan takut untuk mensosialisasikan hal-hal di atas pada siapa saja yg menghadiri misa bersama anda.

Tambahan :

Info ini BUKAN TPE BARU. TPE yg berlaku tetap TPE 2005.  Info ini hanya merupakan hasil olahan setelah penulis mengikuti rekoleksi liturgi di salah satu paroki di KAJ oleh komisi liturgi KWI yg pastinya juga berdasarkan TPE 2005. Coba perhatikan dengan seksama bahwa sama sekali tidak ada yg berubah. Yang ditulis di atas lebih ke arah praktikal, terutama bagaimana sebenarnya menghayati apa yg kita lakukan atau katakan atau nyanyikan setiap kali kita menghadiri Misa.

Sampaikan dengan sopan pada saudara dari persekutuan gerejawi lain (Protestan) agar mereka tidak ikut mengambil komuni, namun boleh menerima berkat seperti katekumen yaitu dengan menyilangkan tangan di depan dada, sehingga yang memberikan komuni tahu bahwa dia bukanlah seorang katolik. Walaupun mereka tergabung dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik berkat Sakramen Baptis, namun  komuni hanya diperuntukkan bagi mereka yg berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma (Paus sebagai penerus Petrus), dengan kata lain komuni hanya eksklusif untuk umat Katolik.

Tambahan bagi perempuan katolik: Jangan merasa terhalang menerima komuni jika anda sedang mengalami datang bulan. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sesuatu yg manusiawi. Konsep terhalang karena datang bulan hanya ada di tetangga seberang.

Salam damai selalu

sumber

15 komentar

  1. Terima lasi atas saran dan petunjuk moga bermanfaat bagi safs dan saudsra amin

  2. jermi julianus agung · · Balas

    Makasi atas informasinya,..
    Boleh minta saran artikel yang bagus tentang makna tiga tanda salib kecil waktu pembacaan injil

    1. Mungkin salah satunya artikel ini: http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/id286.htm

      Salam
      Andreas

  3. Sy mau tanya…..klo misalnya kita masuk kegereja untuk latihan seperti latihan koor dll itu biasanya kan pada buat tanda salib didepan dgn air suci. Sebenarnya itu benar apa salah ??? mksh sebelumnya. Berkah dalem :-)

    1. Tidak masalah kok membuat tanda salib dengan air suci saat akan latihan koor, namun tentunya hal ini perlu dilakukan dengan kesadaran tidak sekedar dilakukan secara otomatis saja :)

  4. terima kasih atas semua info nya. Berkah Dalem.
    ada yang mau saya tanyakan ;
    saat konsekrasi dimana biasanya (yang saya lakukan) mengangkat kedua tangan seperti orang hindu, klo tidak salah ada kalimat yang diucapka dalam hati. benarkan itu ada?klo memang ada, apa yg diucapkan?

    1. “Ya Tuhanku dan Allahku”

  5. yohanes yuyu · · Balas

    maaf saya mau tanya, jadi selama misa itu kita hanya membuat tanda salib(tanda salib biasa) 4x ya?? saat masuk gereja, saat imam memulai misa dan mengakhiri misa dan pada saat keluar gereja?

    1. Halo Yohanes,

      Saat masuk ke gedung Gereja kita membuat Tanda salib dengan menggunakan air suci, hal itu dilakukan sebenarnya untuk mempersiapkan diri kita sebelum mengikuti Misa.

      Selama Misa Tanda salib besar dibuat bersama-sama dengan Imam pada saat Ritus Pembuka, Tanda Salib kecil pada dahi-mulut-dada sebelum mendengarkan Injil, dan Tanda Salib besar lagi bersama-sama dengan Imam pada saat Ritus Penutup.

      Setelah Misa selesai dan kita akan meninggalkan gedung Gereja, biasanya kita membuat lagi Tanda salib dengan menggunakan air suci, hal tersebut boleh saja dilakukan, tapi saya pribadi tidak melakukan hal itu, karena sebenarnya kita sudah mendapat berkat oleh Imam di akhir Misa.

      demikian semoga dapat menjawab kebingungan anda.

      Andreas

  6. Maria Cahyani · · Balas

    Wahh… keren!!! =D
    Terimakasih banyak atas infonya…
    Semoga dengan bertambahnya pengetahuan akan ekaristi juga menambah iman kita akan Tuhan. =D

  7. Wah,bertambah lagi , pengetahuan saya, dalam mengikuti perayaan ekaristi, terima kasih atas informasi yang diberikan, GBU….

  8. fransisca aristiana · · Balas

    Terimakasih. Pengetahuan saya menjadi bertambah dengan informasi ini karena ada bbrp hal salah saya lakukan krn kebiasaan tanpa tahu itu benar atau tidak, apalagi saya dibaptis sejak kecil dan tidak mendapat penjelasan ini sesudahnya…

  9. agnes djambak · · Balas

    Terima kasih dan Saya ingin mendapatkan materi materi lainnya menyangkut iman katolik

    1. Shalom agnes djambak,

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Untuk mendapatkan materi lainnya, silakan melihat arsip blog ini : https://luxveritatis7.wordpress.com/arsip/

      Salam dan doa,
      Cornelius.

  10. Tania Christina · · Balas

    Well, thank U so much…
    Saya sedang mencari info bacaan seperti ini untuk calon suami saya yang sebentar lagi akan pindah ke agama Katolik (awalnya Muslim). Saya rasa info ini cukup berguna dengan berbagai penjelasan yang cukup signifikan. So i just want to say thank U so much for this article.
    Now, I’m gonna print this out ^__^

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: