Bapa-Bapa Gereja : St. Ignatius Antiokia

Seri Perkenalan Bapa-Bapa Gereja :

  1. St. Klemens dari Roma

Berikut ini adalah tulisan dari salah seorang rekan kami, Theresia. Tulisan tersebut berisi tentang ringkasan dari buku Bapa-Bapa Gereja (Penerbit Dioma). Tulisan akan diposting secara berkala. 

=======================================================

Saya ingin membagikan sedikit ringkasan tentang Bapa – bapa Gereja kita, yang seharusnya diketahui oleh kita semua sebagai umat Katolik. Tulisan ini diambil dari Buku The Fathers/ Bapa – bapa Gereja (penerbit Dioma) yang berisi kumpulan dari audiensi Bapa Suci sendiri mulai dari tanggal 7 Maret 2007 s/d 27 Februari 2008.

Note : Apabila tertarik untuk mengetahui versi lengkapnya dalam bahasa Indonesia, silakan membeli buku tersebut :)

– Theresia

Santo Ignatius dari Antiokhia (Paus Benediktus XVI, Audiensi Umum 14 Maret 2007)

St. Ignatius menjadi Uskup Antiokhia yang ketiga dari tahun 70 sampai 107 (tahun wafatnya sebagai martir.Eusebius dari Caesarea (Penulis Sejarah Gereja) menulis, “Menurut laporan, Ignatius dikirim dari Syria ke Roma untuk menjadi mangsa binatang buas karena kesaksian yang telah diberikannya tentang Kristus. Dalam perjalanannya ke Roma melalui Asia, di kota – kota dimana mereka singgah, ia sempat meneguhkan umat dengan memberi homili – homili dan nasihat – nasihat. Diatas semuanya itu, mereka semua diperingatkan supaya hati – hati secara khusus terhadap bidaah – bidaah yang pada waktu itu mulai berkembang. Mereka dianjurkan supaya tetap berpegang pada Tradisi para Rasul.”

Adapun kota – kota yang disinggahi oleh Ignatius adalah Smyrna, dimana ia mengeluarkan empat surat masing – masing kepada Gereja di Efesus, Magnesia, Tralli dan Roma. Kemudian Ignatius sampai di Troas, dimana ia menulis lagi, dua surat kepada Gereja di Filadelfia dan Smyrna dan sepucuk lagi kepada Uskup Polycarpus. Akhirnya martir ini meneruskan perjalanan dari Troas ke Roma di mana ia akan dilemparkan kepada binatang – binatang buas di amfiteater Flavianus.

Diantara para Bapa Gereja, tidak ada seorangpun yang mengungkapkan keinginannya akan persatuan dengan Kristus dan hidup dalam Dia dengan begitu mantap seperti Ignatius. Bagi Ignatius, kesatuan adalah pertama – tama dan terutama suatu keistimewaan Allah, yang ada dalam tiga Pribadi, tetapi Satu dalam kesatuan mutlak.

Secara global, dalam Surat – surat Ignatius dapat dilihat semacam dialektika terus menerus dan subur antara dua segi khas kehidupan Kristiani : di satu pihak struktur hierarkis komunitas Gereja, dan di pihak lain kesatuan dasariah yang mengikat semua orang beriman satu sama lain dalam Kristus. Kepada mereka benar – benar ditekankan untuk saling mengasihi dan bersatu.

Ignatius adalah penulis Kristen yang untuk pertama kali menyebut Gereja sebagai “Katolik”, atau “universal”. Dimana Yesus Kristus ada, disitu ada gereja Katolik”, katanya.Akhirnya, realisme Ignatius mengundang umat beriman, dulu dan sekarang, mengundang kita semua, untuk membuat sintesis antara konfigurasi dengan Kristus (persatuan dengan Dia, hidup dalam Dia) dan dedikasi kepada gereja-Nya (persatuan dengan Uskup, pelayanan dengan murah hati kepada komunitas dan kepada dunia).

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: