Saya Tidak Dapat Dibuang

John_Henry_Newman_by_Sir_John_Everett_Millais,_1st_Bt

Allah adalah maha sempurna, terberkatilah nama-Nya; dan merupakan kehendak-Nya untuk menciptakan bumi demi kemuliaan-Nya, merupakan kehendak-Nya untuk menyelenggarakan maksud-maksud-Nya melalui makhluk yang Ia ciptakan. Kita semua diciptakan untuk kemuliaan-Nya, kita diciptakan untuk melakukan kehendak-Nya. Saya diciptakan untuk melakukan sesuatu atau untuk menjadi sesuatu yang tidak ada pada ciptaan yang lain. Saya mendapatkan tempat dalam konsili Allah, dalam dunia Allah, yang tidak dimiliki oleh orang lain. Allah mengenal dan memanggilku dengan namaku sendiri, entah saya kaya atau miskin, dianggap hina atau disanjung tinggi oleh manusia.

Allah telah menciptakan saya untuk melakukan bagi-Nya beberapa pelayanan nyata. Dia membagikan kepada saya beberapa karya yang tidak Ia beri kepada orang lain. Saya memiliki misi sendiri. Saya mungkin tidak pernah mengetahui misi tersebut dalam hidup ini, tetepi saya akan diberitahu di kehidupan akan datang. Bagaimanapun, saya dibutuhkan untuk melakukan maksud-maksud-Nya. Saya sama pentingnya dengan malaikat utama di tempat-Nya. Jika saya gagal melaksanakan karya dan maksud-maksud-Nya, maka Ia akan membangkitkan orang lain, seperti yang Ia dapat lakukan kepada anak-anak karang Abraham. Saya menjadi bagian dalam karya agung Allah. Saya adalah bagian dalam suatu rangkaian, suatu ikatan penghubung diantara orang-orang. Dia tidak menciptakan saya untuk disia-siakan. Saya akan melakukan dengan baik karya dan maksud-Nya, menjadi seorang pewarta kebenaran di tempatku sendiri, dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya dan melayani Dia dalam panggilanku.

Karena itu, saya akan percaya pada-Nya. Apapun, dimanapun, saya tidak akan pernah dibuang. Jika saya dalam keadaan sakit, sakitku itu mungkin melayani Dia; dalam kebingungan, kebingunganku mungkin dapat melayani Dia; jika saya berada dalam kesedihan, kesedihanku mungkin dapat melayani Dia. Sakit, kebingungan, atau kesedihan mungkin dapat menjadi sebuah akhir yang mulia. Dia tidak membiarkan apapun sia-sia. Dia mungkin memperpanjang hidupku, atau mungkin memperpendeknya. Dia tahu apa yang Dia inginkan. Dia mungkin mengangkat teman-temanku, Dia mungkin melepaskan saya diantara orang-orang asing, Dia mungkin membuat saya desolasi, membuat semangatku merosot, menjauhkan masa depan dariku, Dia tetap tahu apa yang Dia inginkan.

O Adonai, O Raja Israel, Engkau yang membimbing Yusuf seperti kawanan. O Immanuel, O Sapientia, saya menyerahkan diriku kepada-Mu. Saya sungguh percaya pada-Mu.Engkau lebih bijaksana dibandingkan aku dan lebih mencintai diriku dibandingkan aku memperlakukan diriku. Berkenanlah memenuhi maksud-maksud-Mu yang besar kepadaku, apapun ituselipkan dalam dan melalui aku. Saya dilahirkan untuk melayani Engkau, untuk menjadi alat-Mu. Biarkan saya menjadi alat-Mu yang buta. Saya memohon bukan untuk memahami, saya memohon bukan untuk mengetahui, saya memohon hanya untuk Kau pakai.

John Henry Kardinal Newmann, Meditations on Christian Doctrine, I, dalam Prayers, Verses and Devotions. Doa ini ditulis pada tahun 1848, ketika Newmann mengalami banyak penderitaan dan ketidakmengertian (dikutip dari buku Bangkit dari Kegelapan oleh Romo Benedict Groeschel, C. F. R.)

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: