Aturan Ibu untuk Mendapatkan Seorang Gadis

Wanita yang berkualitas akan mengeluarkan yang terbaik dari diri sang pria. Ia akan menarik sang pria menuju tolok ukur yang tinggi. Ia akan menghargai dirinya sendiri, dan ia akan menghargaimu. Carilah tipe wanita seperti ini dan jangan mau dengan yang tidak sepertinya.

Hari ini, di bridal shower saya sedang bercakap-cakap dengan seorang teman yang menceritakan sebuah kisah nyata tentang seseorang yang ia kenal:

Seorang wanita sedang berkencan dengan seorang pria. Ketika mereka berkendara menuju restoran yang keren, percakapan mereka sungguh hidup dan mereka banyak menemukan kecocokan. Mereka menikmati kebersamaan ini. Setelah mobil di parkirkan sang pria lalu keluar dan mulai berjalan menuju pintu restoran. Ia berjalan beberapa langkah sebelum akhirnya ia menyadarinya bahwa dia tidak ada di sampingnya. Di manakah dia? Ia melihat sekeliling, kebingungan, dan kemudian ia melangkah mundur untuk mencarinya yang saat itu sedang duduk tepat ketika ia meningalkannya di dalam mobil. Dia tersenyum dan dengan sabar menunggu dirinya untuk datang ke samping mobilnya dan membukakan pintu. “Dia tahu jenis pria seperti apakah saya sebelumnya,” katanya kepada temanku, “Dan bahwa saya telah lupa akan hal tersebut. Sejak saat itu, saya tidak lupa lagi.”

06-20-19-courtshipWanita yang berkualitas akan mengeluarkan yang terbaik dari sang pria. Ia akan menarik sang pria menuju tolok ukur yang tinggi. Ia akan menghargai dirinya sendiri, dan ia akan menghargaimu. Carilah tipe wanita seperti ini dan jangan mau dengan yang tidak sepertinya. Carilah gadis yang akan membantumu untuk membuatmu menjadi yang terbaik. Bagaimana caramu untuk mendapatkan gadis seperti ini?

Aturan pertama: Ingatlah tata krama-mu.

Berikut ini adalah hal-hal yang baik yang dihargai setiap wanita, entah dia berumur 16 atau 66:

  • Membukakan pintu untuknya.
  • Membantunya mengenakan atau melepaskan jaket/mantel.
  • Membantunya menarik kursi saat dia mau duduk.
  • Ketika berada di restoran, kamu bertanya kepadanya apa yang dia mau dari menu yang tersedia dan menawarkan untuk memesankan untuknya.
  • Kamu menjaga supaya cangkirnya selalu penuh.
  • Kamu bertanya kepadanya film apa yang dia ingin nonton, atau aktivitas yang ia sukai. Pikirkan setiap opsi dengan baik. Mereka tidak harus mahal. Jika ia berkata ia tidak peduli, buatlah keputusan dan cobalah mencari waktu yang baik.
  • Saat ia berbicara, pandanglah dan dengarkan dia. Kamu tidak melihat hp mu sepanjang waktu, kecuali kamu adalah seorang dokter dan menerima panggilan darurat.
  • Kamu memperlakukan dia seperti kamu ingin pria lain memperlakukan istrimu. Wanita ini mungkin akan menjadi istrimu, atau ia akan menjadi istri orang lain suatu saat nanti
  • Kamu tidak mendominasi percakapan dengan berbicara tentang diri sendiri. Tanyakan tentang kesukaannya dan idenya, kemudian dengarkan. Perhatikan tanda yang mengindikasikan kecocokan atau ketidakcocokan. Seberapa penting imannya, keluarganya, karirnya bagi dia? Bagaimanapun, jangan membuat ia merasa seperti diwawancara atau sedang mengerjakan ulangan. Seandainya ia tidak cocok denganmu, ia pantas diperlakukan dengan baik dan hormat.
  • Kamu tidak meminta dia untuk mengkompromikan reputasinya dengan mengajaknya keluar hingga larut malam. Meskipun engkau mempunyai tujuan yang baik, kamu tidak akan membiarkan kalian berdua masuk ke dalam keadaan berbahaya yang akan memaksa ia untuk tinggal di rumahmu atau di rumahnya. Anda harus menjaga reputasinya. Anda tidak mengambil kesempatan yang hanya ditawarkan dan diberikan di dalam pernikahan. Jaga tanganmu! Kamu adalah pria terhormat!
  • Kamu bersikap baik kepada ibunya dan hormat kepada ayahnya jika bertemu dengan mereka.
  • Tetaplah mengikuti tradisi dan bayar makanannya, tiket atau pengeluaran-pengeluaran biasa saat berkencan dengannya. Jika Anda tidak dapat melakukan hal ini, tolong jangan ajak dia keluar sampai anda mampu melakukannya.
  • Kamu tepat waktu. Tiba ketika kamu berjanji akan ke sana dan pergi ketika kamu mau pergi.
  • Kamu tidak menelponnya secara mendadak untuk mengajaknya makan malam, nonton atau kencan. Berikan dia cukup waktu, setidaknya dua hari.
  • Kamu harus mengingat hal-hal berkenaan dengan sopan santun, seperti “tolong” dan “terima kasih”
  • Kamu tidak bertingkah laku palsu untuk membuat orang terkesan. Kamu harus menjadi diri sendiri ketika bersamanya.
  • Kamu tidak menyelidiki hal-hal pribadi darinya atau menanyakan hal intim sebelum waktunya. Misalnya, kamu tidak menanyakan, “siapa yang kamu pilih saat pemilu kemarin?” “apakah kamu seorang demokrat atau republikan? (catatan penerjemah: bagian ini tentu tidak relevan dengan budaya Indonesia, mengingat artikel ini artikel terjemahan)” “berapa biayanya?”, “apakah orangtuamu bercerai?” atau apapun yang dapat membuat dirinya tidak nyaman atau bukan urusanmu di tahap awal ketika engkau masih dalam masa perkenalan/ pdkt.
  • Di penghujung hari, ucapkan terima kasih kepadanya. Jika sore tersebut menyenangkan, kamu dapat mengunakan kalimat seperti “menyenangkan”, “luar biasa”, “hebat” atau “terima kasih – saya senang sekali hari ini!” jika hari tersebut tidak menyenangkan – tetaplah mengucapkan terima kasih. “terima kasih. Saya sangat senang bisa berkenalan denganmu” atau “saya sangat menghargai kamu yang mau keluar denganku”
  • Kamu tidak peduli jika tidak ada pria yang kamu kenal namun tidak memperlakukan wanita seperti ini. Kamu melakukannya karena ini benar, bukan karena hal ini populer. Walaupun begitu, kamu akan segera ada dalam posisi untuk patut ditiru karena dihargai dan disukai oleh wanita oleh karena tata kramamu. Kamu mungkin akan mendapatkan beberapa pilihan untuk berkencan.

Ingatlah hal ini

Jika wanita menghindar untuk di perlakukan seperti hal-hal di atas, mungkin ia bukan untukmu.

Aturan nomor dua: Jangan mau dengan yang kurang pantas bagimu

Setiap wanita berhak untuk diperlakukan dengan hormat, tapi tidak setiap wanita dapat menjadi istri yang baik. Carilah kualitas dalam diri wanita tersebut yang dapat meningkatkan kesempatan untuk memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia. Ketika kamu pergi keluar, sekalipun itu kencan yang biasa, ingatlah tujuanmu yakni mencari pasangan yang baik. Jangan berkencan dengan seseorang yang kamu pikir tidak cocok sebagai istri nantinya.

Carilah wanita yang tidak manja dan penuntut

Jika kamu berpacaran dengan anak yang manja, gadis yang penuntut, kemungkinan kamu akan menikahinya nanti. Jika kamu menikahi seorang yang manja dan penuntut, kamu akan mewarisi masalah ayahnya. Manja dan penuntut bisa saja sangat lucu, tapi mereka menambah sakit kepala dan dapat mengarah kepada sakit hati dan penderitaan selama bertahun-tahun. Pilihlah gadis yang mau “mengalir seperti air” dan mengapresiasi setiap hal dalam hidup. Pilihlah gadis dengan sikap mental positif, yang tetap bergembira meskipun berada dalam situasi yang tidak ideal. Lalu bekerja keraslah untuk menjadi pria yang ia pantas dapatkan.

Carilah wanita yang menghormatimu dan menghargai ketentuan dan perlindunganmu.

Seorang gadis yang mengelak dari kesantunan, misalnya menolak untuk membiarkanmu membukakan pintu atau mengambilkan jaketnya, akan berkompetisi denganmu dalam hal lain nantinya. Jadi berhati-hatilah.

Carilah seorang wanita yang mempunyai moral yang tinggi.

Dengan demikian jadilah seorang pria berkepribadian dengan standar moral yang tinggi. Carilah seorang gadis yang erat memeluk imannya, percaya kepada Tuhan dan bersikap baik kepada teman prianya. Carilah wanita yang menghargai dirinya sendiri dan berpakaian serta berbicara dengan sopan. Wanita yang sopan dapat saja berpenampilan terkini dan berkata-kata dengan baik, tapi ia tidak pernah berpakaian menyolok atau berkata-kata dengan kasar.

Jadilah pria bagi wanita seperti yang tertulis diatas. Tata krama itu elegan dan kesantunan tidak pernah ketinggalan zaman. Jangan turunkan standar tinggimu dan hal tersebut akan meningkatkan peluang untuk bukan hanya sekedar mendapatkan gadis, tapi mendapatkan gadis yang benar. Dan percayalah kepada ibu, ada perbedaan di antara keduanya.

Sumber: Mom’s Rules for Getting the Girl by Theresa Thomas 

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: