Laus Tibi, Christe: 5 Tahun Perjalanan Lux Veritatis 7

the-thank-offering-1867.jpg!Large

“The Thank Offering”, William-Adolphe Bouguereau, 1867

 

Tahun ini blog Lux Veritatis 7 (selanjutnya disingkat LV7) akan berusia 5 tahun. Sebuah perjalanan yang tidak bisa dibilang singkat, sekaligus belum juga terlampau panjang, mengingat bahwa keberadaan blog ini dikelola oleh orang awam muda yang masing-masing memiliki kewajiban dan tanggung jawabnya tersendiri. Namun, bila saya merenungkan awal terbentuknya LV7 hingga saat ini, hati saya selalu dipenuhi oleh rasa syukur kepada Tuhan.

Oleh karena itu, saya hendak sedikit memberikan catatan historis tentang perkembangan blog ini. Sejak Mei 2013, saya dan Andreas sudah keluar dari facebook page Gereja Katolik, laman informasi seputar kekatolikan dengan jumlah fans lebih dari 430 ribu orang. Facebook page LV7 sendiri hanya memiliki anggota sekitar 4000 orang. Dengan kata lain, seharusnya dengan keluarnya kami dari page Gereja Katolik, jumlah pengunjung blog ini mestinya mengalami penurunan, karena kami tidak dapat menjangkau jumlah pembaca secara luas.

Namun hal yang sebaliknyalah yang terjadi.

Sampai akhir tahun 2014, konten blog ini telah dilihat sebanyak hampir 250 ribu kali dengan jumlah pengunjung  lebih dari 150 ribu (persisnya 168.857). Pada tahun 2015, hampir 200 ribu orang telah mengunjungi blog ini (persisnya 198.298). Artikel yang ada pun telah dilihat sebanyak hampir 400 ribu (persisnya 385.296).

Dengan kata lain, blog ini mengalami pertumbuhan yang cukup memuaskan, setidaknya bagi saya pribadi, karena kami tidak pernah mengejar popularitas ataupun berupaya mencari ketenaran untuk kepentingan pribadi. Kristus lah yang harus bersinar melalui LV7, dan bukan saya, Andreas, ataupun kontributor kami yang lain.

Kami mengucapkan syukur dan terima kasih terhadap teman-teman yang telah menyebarkan artikel-artikel kami.

***

Manusia selalu dapat bertumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu. Demikian pula halnya dengan LV7.

Pada awalnya saya dan Andreas memutuskan bahwa konten blog ini berfokus pada katekese umum iman Katolik, dengan penekanan khusus pada bidang apologetik Kristen. Artikel yang diterbitkan pun mayoritas adalah artikel terjemahan, yang menurut kami sangat penting untuk diketahui sebagai bekal dalam menjalani hidup rohani.

Tapi kini secara pribadi, saya hendak memberikan sentuhan warna yang khas Lux Veritatis 7.

Para pembaca yang suka membaca LV7 seharusnya dapat menyadari bahwa blog ini memiliki warna yang liturgis, yang mana ciri liturgis dari blog ini kami dapatkan melalui pengaruh Paus Emeritus Benediktus XVI, seorang guru sekaligus bapa rohani yang sangat penting bagi perkembangan rohani saya. Dengan demikian, selain warna liturgis, atmosfir blog ini sarat dengan tulisan-tulisan Paus Emeritus Benediktus XVI.

Meneruskan warisan rohani Paus Emeritus Benediktus XVI selanjutnya akan menjadi ciri khas dari Lux Veritatis 7, dengan penekanan khusus pada tradisi (baik itu tradisi dengan ‘T’ besar ataupun ‘t’ kecil). Secara umum, tradisi yang akan menjadi perhatian utama LV7 ialah tradisi yang sifatnya liturgis (terutama pada Ekaristi dan Misa Latin Tradisional atau Extraordinary Form atau Usus Antiquor), spiritualitas (dengan penekanan khusus pada kehidupan doa), santo/a (kisah orang Kudus serta refleksi rohani mengenai hidup, karya, dan keutamaan Kristiani mereka), dan teologis (tulisan santo/a yang membahas ajaran iman Gereja, ataupun tulisan kami pribadi yang bertumpu pada pemikiran para Doktor Gereja).

Dengan kata lain, LV7 berusaha untuk menjalin persekutuan (communio) dengan Allah, dengan Bunda Gereja, dan dengan semua orang kudus, yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kasih terhadap sesama anggota keluarga Allah yang bersatu dalam iman Katolik. Persekutuan (communio) dalam kekayaan rohani Gereja yang tersimpan selama 2000 tahun adalah tema atau kata kunci dari visi Lux Veritatis 7 ke depannya.

Jadi, LV7 akan berpegang teguh pada penafisiran yang membarui dan berkesinambungan (hermeneutic of reform and continuity), seperti yang diungkapkan Paus Benediktus XVI dalam pidatonya yang terkenal kepada anggota Kuria Roma tahun 2005.

Sebagai tambahan, mungkin kami juga sesekali akan menanggapi berita, kontroversi atau informasi yang tidak benar, dan juga mungkin ada beberapa artikel yang bersifat psikologis, yang masih berhubungan dengan kehidupan iman Katolik. Hal ini sifatnya hanya sebagai pelengkap dan bukan menjadi konten utama LV7.

Kami (dan terutama saya pribadi) tidak dapat mengetahui dengan pasti, apakah kami masih dapat terus mengupdate konten blog ini ke depannya. Apakah blog ini dapat terus berjalan dan menjadi semacam oase rohani bagi mereka yang dahaga akan kebenaran, ataukah keberadaannya terpaksa berhenti sejenak dikarenakan kesibukan kami, semua ini kami percayakan ke dalam tangan Allah yang Mahakuasa, karena sejak berdirinya dan hingga kini, saya pribadi menganggap eksistensi blog ini, pertama dan terutama adalah karya rahmat, yang mana semua kontributor adalah sarana-Nya, sejauh ia memampukan kami untuk menulis dan berkontribusi dalam pendidikan serta pemeliharaan warisan iman Katolik.

Kami berharap bahwa pengetahuan iman yang anda peroleh dari blog ini, dapat menumbuhkan kasih kepada Allah dan sesama dalam diri anda, sekaligus pula berbuah dalam kehidupan sehari-hari kita semua. Kami juga memohon maaf bila dalam menjawab pertanyaan para pembaca, ada perkataan kami yang kurang berkenan.

***

Ulang tahun LV7 ke-5 jatuh pada tanggal 1 Juni, namun saya memutuskan untuk menulis dan menerbitkan renungan ini di bulan Februari ini. Bulan Februari adalah bulan ketika Paus Benediktus XVI menyatakan pengunduran dirinya. Dan persis di bulan ini, saya bermaksud membarui komitmen saya dan kami semua untuk terus membagikan apa yang sudah kami pelajari kepada para pembaca terkasih.

“Cooperatores Veritatis” yang berarti “rekan kerja kebenaran” adalah motto Paus Benediktus XVI. Motto ini saya kira juga mencerminkan esensi dari karya pewartaan ini: menerima kebenaran dengan kerendahan hati dan rasa syukur; mengabdi pada kebenaran, dan menyebarkan kebenaran yang berasal dari Allah yang telah turun ke dunia demi keselamatan kita.

Kami dengan teguh meyakini bahwa kebenaran iman Katolik adalah satu-satunya jalan yang pasti menuju kebahagiaan sejati. Dan kebenaran ini pula yang akan menuntun kita semua dalam menciptakan rasa damai: damai antara diri kita dan Allah, damai dengan diri kita sendiri, damai dengan orang-orang terdekat kita dan dengan orang di sekitar kita.

Dengan permenungan ini, maka kami percayakan keberadaan Lux Veritatis 7 dalam rencana Allah.

22 Februari 2016,
pada Pesta Takhta St. Petrus,

Pendiri Lux Veritatis 7 (Andreas dan Cornelius)

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: