Pedoman Tanda Salib Yang Salah

Maafkan saya jika lama tidak menulis artikel-artikel baru, terima kasih kepada semua yang sudah mengikuti blog kami selama ini, mohon doanya agar kami terus menulis ditengah kesibukan kami.

Baiklah, artikel ini muncul karena saya ingin mengkoreksi sesuatu. Disaat saya sedang facebook-an, secara tidak sengaja membaca sebuah pedoman membuat tanda salib dari seorang facebooker yang menurutnya benar. Berikut saya lampirkan gambar dibawah ini. Kemungkinan anda juga telah membacanya.

Saya tuliskan kesalahan-kesalahan sang penulis:

  1. Menambahkan “santo dan santa/ para kudus” saat membuat tanda salib. Penulis juga dengan yakin menuliskan pendapatnya di kolom komentar “…Tapi ketika kita membuat tanda salib itu mengucapkan kata atas nama bapa putra roh kudus dan para santa amien. Artinya kita memohon atas nama tritunggal dan para santo2 dan santa2”.Untitled
  2. Menekankan membuat tanda salib itu yang benar hanya satu cara saja dan harus menggunakan 3 jari. Tanpa menjelaskan lebih detail.
  3. Penulis dengan sengaja meng-crop foto aslinya, menghilangkan kutipan dibawahnya. Yang jelas-jelas berbeda dengan apa yang ditulis oleh si penulis.

Hal ini merupakan kesalahan pemahaman si penulis dan harus di koreksi. Saya akan mencoba mengkoreksi artikel tsb yang sudah dishare sekitar 100an di facebook.

  1. Untuk diketahui kita semua, pengucapan bahasa latin saat membuat tanda salib adalah, In nomine Patris et Filii et Spiritus Sancti. Amen. Di dalam bahasa Spanyol En el nombre del Padre, y del Hijo, y del Espíritu Santo. Amén. Sedangkan dalam bahasa Indonesia Di dalam (atas) nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, Amin. Gambar diatas dibuat dalam bahasa Spanyol. Sepertinya ada salah pemahaman antara kata santo yang didalam bahasa spanyol artiny kudus, dengan kata santo dalam bahasa indonesia yang artinya orang kudus, yang dilakukan oleh si penulis. Dua-duanya berbeda pengertian, jadi jangan di samakan. Juga tidak ada didalam pemahaman iman kita, disaat membuat tanda salib kita juga memohon kepada para santo dan santa. Silahkan baca artikel ini, membahas soal berdoa melalui perantaraan orang kudus. Kita membuat tanda salib untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang Kristiani dan menyatakan keimanan kita terhadap misteri kesatuan dan Tritunggal dan inkarnasi dan kematian Tuhan kita, yang menjadi manusia, menderita, lalu mati di salib.
  2. Disaat kita mengucapkan “dalam (atas) nama…” artinya mengekspresikan kesatuan Allah, berikutnya “Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus…” mengekspresikan misteri Trinitas, lalu “Amin” yang artinya kita mengiyakan semua yang tertera didalam doa yang diajarkan Allah.
  3. Tanda salib itu bisa dilakukan dengan beberapa cara, dengan dua jari, tiga jari, ataupun lima jari menurut tradisi Gereja. Ketiga cara ini sama-sama benar, tidak ada yang salah. Bukan cuma satu cara saja yang benar. Ada juga kebiasaan orang Spanyol setelah membuat tanda salib mereka mencium jempolnya diatas jari telunjuk, hal ini merupakan simbol salib.

  4. Image yang sebenarnya, yang saya dapatkan hasil dari google image.

Kalimat kutipan gambar diatas tertulis dalam bahasa spanyol, yang artinya seperti dibawah ini (dalam bahasa inggris)

crossing himself , making the sign of the cross of Christ with faith is more than a symbol , because the cross of Christ , has power, and at the same time, we are invoking the Holy Trinity ( Father, Son and Holy Spirit)

Apakah pengertinya seperti yang tertulis di facebook?? sepertinya tidak ada hubungannya. Paus Fransiskus saja membuat tanda salib dengan menggunakan lima jari (liat gambar), apa cara ini salah? tentu tidak. Semoga si penulis membaca artikel ini, lalu memperbaiki kesalahan pemahamannya. Doaku untuk anda yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus. Semoga dapat membantu anda semua yang mengikuti blog ini.

Sumber:

  1. Katekismus Baltimore, pelajaran 27, tentang sakramentali
  2. google image

17 komentar

  1. elisius nadi · · Balas

    tanda salib itu yg penting penghayatannya

    1. Penghayatan harus diikuti dengan sikap tubuh yang benar, sekedar “menghayati” dalam hati saja tidak cukup.

  2. Maniur Mamertus Sinaga · · Balas

    Atas nama Bapa Putra dan Rohkudus….Amen. Bagi semua pembaca isi link ini, tolong saudara/i jalankan ajaran agama katolik yang saudara/i ketahui selama ini, jangan saling menyalahkan toh ada romo, ada pastor, ada suster, ada frather yang harus kita tanya lebih mendalam, jangan langsung percaya apa yang dimuat di link saudara kita itu. dan setau saya mulai dari saya lahir tdk ada kata santo santa/para kudus dalam kalimat tanda salib, namun kalau jari itu tergantung dari tradisi gereja dan daerah masing2, boleh 1jari, 2jari, 3jari, 4jari dan 5jari. sekian dan terimakasih…..salam damai……

  3. Lorensius Lambur. · · Balas

    Apakah perubahan sudah di sosialisasikan ke semua umat Katolik di seluruh dunia?

    1. Perubahan apa? Tidak ada yang berubah

  4. winny sever · · Balas

    terima kasih informasi nya, sangat berguna bagi saya yang masih awam….

  5. Maaf, apakah dalam menjalankan hal ini seperti pada gambar tersebut mengandung unsur Dosa/Tidak Dosa ? Mohon pencerahannya……..

    1. Tidak ada unsur dosa di dalamnya. Meskipun demikian, seharusnya apa yang benar tetap diikuti dan yang salah harus dihindari.

  6. lassrus · · Balas

    Tiada gerakan terindah selain gerakan membuat tanda salib,,,

  7. Mike Oey · · Balas

    Hati hati jaman sekarang akan muncul nabi2 palsu dan orang2 yg berusaha menyesatkan orang2 yg beriman. Apapun yg kita dengar yg menggoyahkan iman kita hanya satu senjata untuk mengalahkan dan itulah yg paling ampuh: selalu lah berdoa agar Tuhan memberi bimbinganNya, hati kecil kita dalam arahan roh kudus akan berbicara

  8. Terimakasih atas pencerhanannya utk umat kita… bagi yang mengerti bahasa Spanyol foto yang dipostingkan dan penjelasan yg tertera pada foto dalam bahasa Spanyol itu tidak ada salahnya. hanya orng yg mempostingkan dan menjelaskannya ke dalam bahasa Indonesia itu yang SALAH. Sekali lagi terimakasih atas pencerahannya. Salam dan doa dari Madrid

    1. Sama2, terima kasih Romo Boli atas komentarnya.

      Salam dan doa,
      Cornelius

  9. Vitalis · · Balas

    Saya setuju itu pak, tanda salip kok di rubah. Tradisi katolik tidak boleh dirubah atas dasar asumsi sendiri.

  10. saya belum ketemu postingan seperti itu d fb. tetapi dgn saya tau info ini lebih dulu, maka saya ga bakal ikut2an ngeshare info itu nantinya. terima kasih atas klarifikasinya (y)

    1. Saya memang gak mau men-share link fb orang tsb. Cukuplah kita tahu saja apa yang di share orang tsb.

      Salam
      Andreas

  11. Agus nyoman · · Balas

    Terimakasih untuk katekesenya…..kami orang awam sangat membutuhkan pengetahuan iman seperti ini, agar tidak menjadi salah dalam pemahamannya. Tuhan Yesus memberkati

  12. Terimakasih banyak atas penjelasannya :)
    Semangat min untuk menulis artikel2 berikutnya yang mencerahkan :)

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: