[Review] “Rosario: Devosi Populer Sepanjang Masa” oleh Keluarga Dominikan Indonesia

scanJudul: Rosario: Devosi Populer Sepanjang Masa

Penulis: Keluarga Dominikan Indonesia

Penerbit: St. Dominic’s Publishing

Cetakan: 1, 2014

Jumlah halaman: 140

Reviewer: Anne


Pertama-tama, sebagai disclaimer, buku saku ini tidak ditulis oleh seluruh Keluarga Dominikan Indonesia (mau saya singkat “KDI” tapi yang kebayang konser dangdut). Sebenarnya yang nulis ini adalah romo moderator kami, yang saya sengaja ga sebut namanya karena belum minta izin untuk mencantumkan, hehe. Tapi karena di buku ini beliau ga menulis nama, hanya menulis bahwa buku ini “dipersembahkan oleh Keluarga Dominikan Indonesia”, maka itulah juga yang saya tulis di judul ripiu.

Okeehh sekarang kita masuk ripiunya!

Buku “Rosario: Devosi Populer Sepanjang Masa” (selanjutnya disebut buku “Rosario” saja biar gak kepanjangan) adalah semacam Rosario 101—artinya, buku ini merupakan “campur aduk” segala macam tentang Rosario, mulai dari sejarah dan perkembangannya, cara mendaraskannya, dan kisah-kisah orang kudus yang berkenaan dengan devosi ini. Yang ditargetkan buku ini tampaknya adalah keluasan, bukan kedalaman informasi. Yaa semacam quick facts gitu lah. Jadi, Sobat Perpus jangan mencari bahasan spiritualitas yang mendalam di sini ya. Bahkan info-info yang ada pun hanya disentuh sedikit-sedikit saja. Misalnya, salah satu peristiwa sejarah yang penting tentang Rosario, yaitu Perang Lepanto, di mana kemenangan armada Katolik melawan armada Muslim Turki disebut sebagai salah satu mukjizat Rosario terbesar, sama sekali tidak disinggung dalam buku ini.

Satu lagi, tampaknya yang ditonjolkan oleh buku “Rosario” ini adalah pengalaman dan kesaksian para kudus mengenai Rosario. Ada sedikitnya 25 orang kudus yang ditampilkan di sini (mungkin lebih ya, saya cuma sempat menghitung dari entry yang ada gambarnya, hehe), dan ini memakan porsi lebih dari setengah buku. Jadi gak salah kan kalau kita bilang buku ini lebih fokus pada Rosario dalam hidup santo-santa.

Yang saya suka dari buku ini adalah, penulis tidak lupa menarik hubungan antara Rosario dan Liturgi Suci. Gak perlu disangkal, banyak umat yang kayaknya lebih seneng Rosario daripada Misa (hayo ngaku!), padahal “Rosario mengantar kita ke gerbang Liturgi, ke ambang doa-doa Gereja yang terbesar, yaitu perayaan Ekaristi Kudus” (hlm. 54). Jadi, memang Rosario tidak bisa menggantikan Misa; yang benar, Rosario haruslah mengantar kita ke dalam Misteri yang dirayakan di dalam Misa Kudus.

Untuk ukuran buku saku dengan 140 halaman, informasinya memang cukup padat berisi. Mungkin Sobat Perpus akan kaget bahwa buku yang relatif tipis ini ternyata ga bisa dibaca dalam satu tarikan nafas saking padatnya konten. Tapi sayang, saya merasa keterbacaannya agak… apa ya, kurang terlalu enak. Entah karena layout bukunya yang kurang begitu bagus atau mungkin kepenulisannya yang juga kurang sistematis dan mengalir (seperti ceplok-ceplok dan gak teraba benang merahnya), entahlah. Seperti buku terbitan St. Dominic’s Publishing lainnya yang pernah saya ripiu (“Demonologi & Eksorsisme: Perspektif Teologi Katolik”, sila klik), hasil akhir cetaknya terkesan raw, mentah, seolah buku ini langsung naik cetak begitu saja masih dengan layout draft awal. Spasinya aja masih lumayan gede, jadi mata nih agak jereng bacanya. Dan ini sangat disayangkan, karena menurut saya kedua buku itu sama-sama punya potensi yang besar, tapi gak diolah dengan maksimal aja.

Dari segi kebaruan, buku semacam ini memang sepertinya belum pernah ada di Indonesia. Jadi ya lumayanlah untuk koleksi. Apa buku ini tipe “buku bagus”? Hmm menurut standar Perpus sih engga ya. Masih “biasa”-lah, masih butuh banyak revisi. Apa buku ini tergolong buku sampah? Ya gak juga, hehe, gak seekstrem itu. Saya bisa lihat penulis melakukan cukup banyak riset untuk buku ini. Tapi berhubung bahasannya terlalu luas (i.e. pengen menjelaskan sebanyak mungkin tentang Rosario), jadinya kayak ngga fokus ya.

Satu lagi: judul “Rosario: Devosi Populer Sepanjang Masa” menurut saya kurang nendang. Kurang menggambarkan isi. Akan lebih asik kalau judulnya, misal, “Rosario: Doa Para Kudus”—tajam, lebih singkat, dan saya rasa cukup informatif bahwa buku ini mengedepankan kesaksian para kudus.

Dengan berat hati, 2 Rahib Unyu dulu deh buat buku ini.

2rahib

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: