[Review] “Bagaimana Menghindari Api Penyucian” oleh Paul O’Sullivan, O.P. (E.D.M.)

scan-1Judul: Bagaimana Menghindari Api Penyucian

Penulis: Paul O’Sullivan, O.P. (E.D.M.)

Penerjemah: Erni Djohan

Penerbit: Marian Centre Indonesia

Cetakan: 10, 2012

Jumlah halaman: 54

Reviewer: Anne


Sebentar lagi, setelah Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints’ Day) tanggal 1 November, kita akan memasuki Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (All Souls’ Day) pada tanggal 2 November. Tidak hanya itu, tanggal 1-8 November merupakan kesempatan bagi kita untuk memperoleh indulgensi bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian (silakan baca artikel ini). Bahkan, seluruh bulan November didedikasikan khusus bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian.

Nah, untuk menyambut bulan yang amat penting ini, memang paling pas untuk menulis ripiu buku tentang Api Penyucian.

Buku yang akan dibahas kali ini adalah “Bagaimana Menghindari Api Penyucian” (judul asli: How to Avoid Purgatory) karangan seorang imam Dominikan, Paul O’Sullivan, O.P. (E.D.M.). Buku ini seukuran saku, mungil banget, hanya 10,5 cm x 15 cm. Harganya murah pula; punya saya dibeli di toko rohani Gereja St. Theresia Menteng seharga Rp 10.000,00. Dibanding paket nasi di kantin kampus, lebih murah buku ini, hehe.

Pertama, buku ini memang tidak ditujukan untuk memberi penjelasan tentang dogma Api Penyucian itu sendiri. Jadi, jangan membeli buku ini dengan harapan akan memperoleh eksposisi teologis yang mendalam.

Kedua, sesuai judulnya, buku ini betul-betul “hanya” mengemukakan cara-cara yang bisa kita lakukan semasa hidup untuk menghindari Api Penyucian. “Hanya”—saya beri tanda kutip, karena cara-cara yang dimaksud tergolong easy to do, hard to master, malah ada beberapa yang sudah hard to do apalagi to master, hehe. Satu yang saya suka, Romo O’Sullivan tidak lupa untuk menuliskan pengakuan dosa sebagai salah satu cara tersebut. Soalnya, pengakuan dosa ini underrated banget zaman sekarang; banyak orang nggak tahu (atau nggak mau tahu?) tentang pentingnya pengakuan dosa sesering mungkin.

Sebenarnya, informasi dalam buku ini mungkin nggak baru-baru banget bagi mereka yang sudah belajar lebih banyak. Tapi, buat saya pribadi, buku ini membantu ingatan karena setiap cara dijelaskan dalam satu bab pendek. Jadinya lebih sistematis dan urut, dan berfungsi sebagai quick reminder.

Selain itu, buku ini juga mengandung banyak penghiburan dan penguatan. Maksudnya begini: Pernah gak sih terpikir oleh kita, kalau kita mempersembahkan indulgensi yang kita dapatkan dari kerja keras, silih, dan doa-doa kita untuk jiwa-jiwa di Api Penyucian, lalu kita sendiri dapat bagian apa? Bagaimana nanti jika kita sendiri nyungsep di Api Penyucian, sementara “tabungan” indulgensi kita sudah habis karena disumbangkan bagi jiwa-jiwa lain? Nah, tidak perlu khawatir, sebab buku ini punya jawabannya! (makanya beli dan baca sendiri yaa…)

Buku tipis ini boleh aja unyu, tapi menurut saya isinya layak untuk direnungkan berlama-lama, sebelum nantinya dipraktekkan dengan baik. Maka, tidak akan mengejutkan apabila Sobat Perpus ternyata membutuhkan waktu lebih lama daripada yang diduga untuk menyelesaikan membaca. Dan, ini adalah tipe buku yang pasti akan Sobat Perpus baca berulang-ulang.

Kekurangannya? Gambar pada sampul yang berkualitas rendah dan desain buku keseluruhan yang “biasa saja”.

“Bagaimana Menghindari Api Penyucian” sangat cocok untuk dijadikan salah satu bacaan bulan November, dan mungkin juga pada Masa Prapaskah, mengingat pada masa itulah kita [seharusnya] paling intens menjalankan pantang, puasa, doa, amal kasih, dan perbuatan-perbuatan silih lainnya.

4 Rahib Unyu menyukai buku ini.

4rahib

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: