[Review] “Orang Kudus Sepanjang Tahun” oleh Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM

200091842_xlJudul: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Penulis: Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM

Penerbit: OBOR

Nihil Obstat: Antonius Saragih, OFM.Conv

Imprimatur: RD Yohanes Subagyo (Vikjen Keuskupan Agung Jakarta)

Cetakan: 2011

Jumlah halaman: 694

Reviewer: Anne


Saya dipinjami buku ini sebagai salah satu referensi untuk proyek yang sedang saya kerjakan. Buku ini termasuk… apa ya, mungkin “buku standar” di toko-toko buku rohani di Indonesia, karena saya sudah sering lihat sejak lama juga, tapi gak pernah berminat browsing apalagi beli. Tapi mumpung dipinjami, baiklah saya ripiu di sini.

Sesuai judulnya, buku ini fokus pada santo-santa yang disusun berdasarkan kalender pestanya. Jadi, karena ada 365 hari dalam setahun, maka ada kurang-lebih 365 orang kudus yang terdaftar namanya (saya bilang “kurang-lebih”, karena ada beberapa tanggal yang tidak punya pesta nama, dan ada beberapa tanggal lain yang punya lebih dari 1 orang kudus). Tidak heran buku ini menjadi tebal dan layak digolongkan sebagai buku bantal.

Nah, kuantitas entry yang menjadi unggulan, sudah pasti akan mengorbankan aspek lainnya. Dalam hal ini, yang dikorbankan adalah kedalaman serta keakuratan biografi para kudus tersebut.

Oh ya? Iya bingitz! Tiap orang kudus rata-rata hanya punya 2-3 paragraf untuk menjelaskan riwayat hidupnya. Memang, beberapa santo dan santa yang lebih terkenal diceritakan dengan lebih panjang. Tetapi itupun belum tentu akurat juga. Yang mau saya curcolkan di sini adalah soal St. Katarina dari Siena.

Beberapa hari ini saya memang mendalami St. Katarina. Dia adalah pelindung Dominikan Awam, dan secara khusus juga pelindung chapter saya. Saya membaca biografi St. Katarina yang ditulis oleh bapa pengakuannya, Beato Raymundus, dan juga biografi sejarah yang ditulis oleh Alice Curtayne. Dari situ saya tahu bahwa selain St. Katarina itu seorang awam (yes, awam, bukan biarawati; habit yang dikenakannya adalah habit Ordo Ketiga), ia tinggal di rumah kakak iparnya, dan—selain dari mukjizat, ekstase, dan perjalanan ambassadorial-nya ke Roma—ia hidup sehari-hari layaknya orang awam.

Lucunya, dalam buku Orang Kudus Sepanjang Tahun ini, St. Katarina ditulis “masuk biara” (berarti menjadi seorang biarawati), tinggal di biara, dan bahkan karena kecemerlangannya ia dipilih menjadi kepala biara. WHAT THE—?!

Saya bilang kesalahan seperti itu fatal, karena menurut saya penting bagi pembaca dan umat untuk memperoleh gambaran yang benar tentang seorang kudus, meski gambaran kasar sekalipun. Penting untuk mengetahui bahwa seorang santa hebat seperti St. Katarina adalah wanita awam, sebab dengan demikian ia bisa menjadi seorang teladan yang lebih nyata bagi para wanita awam lainnya. Kalau St. Katarina ditampilkan sebagai biarawati, maka lebih sulit bagi umat awam untuk mencontohnya, karena… ya, “dia kan suster”, wajar kalau bisa melakukan hal-hal besar dalam Gereja. Secara psikologis orang akan lebih mudah nyambung dengan orang lain yang dianggapnya lebih mirip dengan dirinya sendiri. Ini wajar.

Nah, saya tidak tahu kenapa kesalahan yang fatal ini bisa terjadi. Apakah penulis merasa tidak perlu sedikit repot melakukan riset dengan baik? Ataukah beliau melakukan riset tetapi karena merasa kewalahan (percayalah, riwayat hidup St. Katarina itu kompleks sekali, mau ditulis berlusin-lusin buku pun rasanya tidak akan pernah cukup), maka akibatnya ia pun melakukan oversimplifikasi? Dan mungkinkah buku ini menjadi salah satu buku yang berperan memasukkan nama St. Katarina dari Siena dalam jajaran “biarawati” di Litani Agung? (silakan lihat teksnya di Puji Syukur no. 128)

Saya belum sempet meng-kroscek santo-santa lainnya karena saya sudah harus mengembalikan buku ini kepada si empunya. Tetapi satu entry itu saja sudah memberikan saya gambaran bahwa, barangkali, memang kedalaman dan keakuratan biografi banyak dikorbankan demi memasukkan sebanyak mungkin nama santo-santa ke dalam buku.

Keunggulan buku ini—sudah bisa ditebak—adalah dapat digunakan sebagai bank nama bayi, nama baptis, atau nama krisma. Bagi mereka yang ingin menggunakannya untuk tujuan tersebut, maka by all means, silakan membeli buku ini.

Tapiiii saya mohon banget nih, jangan mendasarkan pengetahuan santo-santa anda dari buku ini saja ya. Kalau sudah dapat nama yang bagus, tolong lakukan riset ulang di internet atau di buku lainnya. Supaya nggak php aja nantinya.

Buku ini saya beri rating 2 Rahib Unyu. Referensi yang lumayan, tetapi bagi pembaca yang lebih melek buku dan melek internet, gak beli buku ini juga gak rugi.

2rahib

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: