Bangkit Untuk Melayani

8 Februari 2015 – Hari Minggu Biasa ke V

Ayb. 7:1-4,6-7;

Mzm. 147:1-2,3-4,5-6;

1Kor. 9:16-19,22-23;

Mrk. 1:29-39

Pada bacaan pertama, Ayub menggambarkan kesia-siaan hidup sebelum [kedatangan] Yesus.

Ratapannya mengingatkan kita pada kutukan dari kerja keras dan kematian yang diletakkan diatas Adam datang dari dosa asalnya (Kejadian 3:17-19). Ketika pria dan wanita seperti budak yang mencari naungan, tidak dapat menemukan tempat istirahat. Hidup mereka bagaikan angin yang datang dan pergi.

Tapi, seperti yang kita nyanyikan dalam Mazmur hari ini, Ia yang menciptakan bintang-bintang, menjanjikan untuk menyembuhkan yang patah hatinya dan mengumpulkan mereka yang hilang di tempat pembuangan (Yesaya 11:12; 61:1). Kita melihat pemenuhan janji ini pada Injil hari ini.

Ibu mertua Simon bekerja keras seperti Ayub, umat manusia yang tanpa harapan. Ia terbaring oleh penderitaan terlalu lemah untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Tapi yang seperti Allah janjikan untuk memegang umat pilihanNya dengan tangannya (Yesaya 42:6), Yesus menggenggam tangannya dan membantu dia berdiri. Perkataan dari terjemahan “membantu” sebenarnya dalam bahasa Yunani adalah berdiri. Kata kerja yang sama digunakan ketika Yesus memerintahkan gadis yang telah mati untuk bangkit (Markus 5:41-42). Kata tersebut digunakan lagi untuk menggambarkan kebangkitan diriNya (Markus 14:28; 16:7).

Apa yang telah Yesus lakukan untuk mertua Simon, telah Ia lakukan untuk semua umat manusia – membangkitkan kita semua yang telah mati dari dosa kita (Efesus 2:5).

Perhatikan semua kata-kata yang utuh dan lengkap di dalam Injil. Semua penduduk kota berkumpul; semua orang sakit dibawa kepada Dia. Ia mengusir keluar semua iblis diseluruh Galilea. Semua orang mencari Kristus.

Kita juga telah menemukan Dia. Lewat baptisan kita, Ia menyembuhkan dan membangkitkan kita untuk hidup dihadapanNya (Hosea 6:1-2)

Seperti mertua Simon, hanya satu cara kita dapat berterima kasih kepadaNya atas hidup yang baru yang telah Ia berikan kepada kita. Kita harus bangkit untuk melayani Dia dan InjilNya.

Hidup kita harus menjadi ucapan syukur, seperti Paulus jabarkan di suratnya hari ini. Kita harus mengabarkan kepada semua orang Kabar Gembira, tujuan dari kedatangan Yesus – bahwa semua, juga, dapat mendapat bagian didalam keselamatan.

Refleksi ini diterjemahkan dari artikel This Sunday’s Bible Reflection yang ditulis oleh Scott Hahn.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: