Otoritas Diatas Iblis

Dari artikel asli berjudul Authority over Demons yang ditulis oleh Dr. Marcellino D’Ambrosio

Iblis, Setan, Beelzebub, Lucifer. Sang Iblis. Dikenal dengan nama yang bermacam-macam, roh jahat ditemukan di dalam Kitab Suci, baik keduanya di Perjanjian Lama atau Baru. Yesus mengusir iblis-iblis keluar dan mempunyai otoritas diatas mereka. Sedangkan kita, apa yang kita lakukan, yang hidup dijaman ilmiah ini?

Saya telah membaca banyak makalah dikehidupan sehari-sehari saya. Kebanyakan dari mereka tidak lebih dari susunan-susunan dari beragam kutipan. Karena mahasiswa cukup pintar untuk mengetahui bahwa mereka tidak dapat banyak berkata-kata pada otoritas mereka sendiri untuk membuat kasus mereka, mereka harus bersandar pada otoritas orang lain yang telah lebih dahulu belajar daripada mereka sendiri.

Inilah tepatnya bagaimana orang Saduki dan Farisi ajarkan dijaman Yesus. “Rabi Abraham berkata ini…Rabi Abraham berkata itu…”

Jadi ketika seorang rabi muda muncul di Kapernaum, inilah yang orang-orang harapkan. Mereka terkejut: Ia tidak mengutip kata-kata orang lain keculi Firman Allah. Karena tidak ada orang yang lebih tahu daripada Dia. Faktanya, Ia adalah Firman Allah yang telah menjadi daging”

Tapi Dia tidak hanya berbicara kepada orang-orang kota disana yang rendah hati. Ketika dia bertemu kekuatan yang diluar dari jangkauan manusia yang membuat takut hati manusia, ia tetap tenang. Tidak menggunakan mantra; ia tidak berargumen. Alih-alih Yesus takut kepada mereka, iblis-lah yang takut kepadaNya. Ketika Yesus melihat mereka, mereka menjerit. Ia dengan tenang memerintah “diam dan pergilah”. Sesaat kemudian semuanya sama. Korban sebelumnya sekarang manusia bebas dan pengamat keajaiban. Kata-kata dengan mudah tersebar cepat-dari Kapernaum yang kecil ke regional Galilea dan seterusnya.

Tapi bukankah semua pembicaraan soal iblis ini hanya soal peninggalan dari pandangan dunia mitologi orang-orang pra-ilmiah? Lagipula, orang-orang primitif ini tidak tahu tentang sakit mental, ketidakseimbangan kimiawi, virus dan bakteri. Tentu saja mereka hanya menjelaskan apa yang mereka tidak ketahui dalam hal supernatural.

Kedengarannya sangat canggih, tapi hal tersebut salah. Pertama-tama, iblis bukanlah supernatural sama sekali. Super-natural artinya diatas dan dibawah alam atau ciptaan-dalam kata lain, tidak diciptakan dan transenden. Hanya Allah yang mempunyai kualifikasi untuk hal ini.

St. Thomas menyebut dunia malikat dan iblis “preternatural” karena luput dari pengetahuan indrawi yang dapat kita miliki dari seluruh ciptaan. Kita manusia diciptakan oleh Allah sebagai roh yang berpakaian daging. Tapi wahyu ilahi mengatakan kepada kita bahwa Allah juga menciptakan makhluk roh dengan kebebasan yang sama. Mereka yang telah memilih untuk menggunakan kebebasan mereka untuk melayani Allah kita sebut “malaikat” atau pembawa pesan. Mereka yang telah memilih kebebasan mereka untuk menentang Allah disebut iblis. Kesombongan dan iri hati memimpin mereka untuk membenci bukan saja Allah, tapi kita yang telah diciptakan seturut rupa dan gambar Allah. Jadi orang-orang dijaman Yesus mempunyai alasan yang baik untuk takut kepada iblis-mereka bermusuhan dan sangat kuat. Ditambah lagi, kecerdasan mereka adalah diatas kita-patut dicatat bahwa iblis didalam kisah tersebut, tidak seperti manusia, secara instan mengetahui siapa Yesus sebelumnya.

OK, jaman dulu mungkin telah mengatributkan terlalu banyak pengaruh iblis, tapi jaman sekarang cenderung untuk membuat kesalahan yang sebaliknya. Adanya dunia malaikat dan iblis adalah bagian dari ajaran Magisterium Gereja, dengan jelas ditegaskan oleh Paus Paulus VI dan Yohanes Paulus II. Didalam faktanya ketika kita mengucapkan Credo bahwa kita percaya dalam Penciptaan dari surga dan bumi, “hal yang kelihatan dan tidak kelihatan,” hal yang tidak kelihatan tepatnya berkenaan kepada dunia roh malaikat dan iblis ini.

Jadi kenapa hal ini begitu penting untuk percaya bahwa makhluk seperti itu ada? Karena aturan pertama didalam peperangan adalah ketahui musuhmu. Paulus mengatakan kepada kita dengan jelas di Efesus 6:12 “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi…melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

Hanya Allah yang mempunyai kuasa atas dunia ini. Yesus, memerintah iblis, yang kemudian berikutnya di dalam Injil memerintah angin dan ombak, melakukan yang sebenarnya hanya Allah yang dapat lakukan. Sekali kita bersatu dengan Kristus, sang musuh tidak mempunyai otoritas atau kuasa diatas kita. Kecuali, tentu saja, kita berikan diri kita kepada dia lewat dosa. Jika kita selalu bergantung kepada Tuhan dan mendengarkanNya, kita tidak perlu khawatir. Jika tidak, kita perlu banyak-banyak khawatir.

Refleksi dari bacaan hari MInggu biasa ke IV, Ul. 18:15-20; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; 1Kor. 7:32-35;Mrk. 1:21-28

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: