Vatikan Menginginkan Salam Damai Yang Lebih Teratur

Credit: Joseph Shaw via Flickr (CC BY-NC-SA 2.0)

Kota Vatikan, 31 Juli 2014/ 05:01 PM, (sumber: CNA/EWTN News) – Kongregasi Penyembahan Ilahi, dalam suratnya yang terkini, mengumumkan bahwa penempatan salam damai dalam misa tidak berubah, meskipun disarankan dalam beberapa cara ritus tersebut dapat diterapkan dengan rasa hormat yang lebih besar.

“Kongregasi untuk Penyembahan Ilahi dan Disiplin Sakramen-sakramen…mengumumkan tetap mempertahankan ‘ritus’ dan ‘salam’ damai di tempatnya seperti sekarang dalam Misa Ordinari (Misa Novus Ordo)”, Romo Jose Maria Gil Tamayo, Seketaris General Konferensi Uskup-Uskup Spanyol, tertulis di memo pada tanggal 28 Juli.

Beliau mencatat bahwa hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa penempatan ritus salam damai sebagai “karakteristik ritus Romawi” dan “tidak percaya bahwa hal itu cocok bagi umat awam untuk mengenalkan perubahan struktural dalam Perayaan Ekaristi, pada saat ini”.

Salam Damai dilakukan setelah konsekrasi dan sesaat sebelum menerima Komuni; sebelumnya pernah disarankan untuk dipindahkan agar hal tersebut mendahului persembahan.

Memo Romo Gil dikirim ke Uskup-Uskup Spanyol, dan surat edaran dengan kata pengantar Kongregasi Penyembahan Ilahi, yang ditandatangani pada tanggal 8 Juni oleh Kardinal Antonio Canizares Llovera, sebagai ketuanya, dan sekretarisnya, Uskup Agung Arthur Roche. Surat tersebut telah disetujui dan dikonfirmasi oleh Paus Fransiskus sehari sebelumnya.

Surat tersebut membuat empat saran tentang bagaimana martabat salam damai dapat dijaga dari pelanggaran.

Romo Gil menjelaskan bahwa surat edaran ini adalah buah dari sinode para uskup pada tahun 2005 tentang Ekaristi, ketika kemungkinan pemindahan ritus ini didiskusikan.

“Selama Sinode, Para Uskup mendiskusikan tentang kelayakan [dalam memberikan salam damai] untuk lebih menahan diri dalam tindakan ini, dimana hal ini dapat menjadi berlebihan dan menyebabkan gangguan tertentu bagi umat sebelum menyambut Komuni” Benediktus XVI menuliskan hal ini paska sinode dalam seruan apostolik “Sacramentum Caritatis”.

Beliau menambahkan bahwa “Saya telah menanyakan kepada kuria yang kompeten untuk mempelajari kemungkinan memindahkan salam damai ke tempat yang lain, seperti sebelum mempersembahkan persembahan ke altar…dengan mempertimbangkan kebiasaan kuno dan agung serta keinginan yang diungkapkan oleh Para Bapa Sinode”.

Sebuah inspirasi untuk perubahan yang disarankan ini adalah seruan dari Kristus, pada Matius 5:23 yaitu, “jika kamu teringat bahwa saudaramu memiliki sesuatu yang melukaimu, tinggalkan persembahanmu di atas altar, dan pergi berdamai dengan saudaramu terlebih dahulu”. Hal ini juga membawa ritus Romawi kedalam keselarasan, dalam hal ini, dengan ritus Ambrosian, yang dirayakan di Milan.

Neo-Catechumenal Way, gerakan awam di Gereja, sebelumnya telah memindahkan salam damai, dalam perayaan ritus Romawi, ke sebelum persembahan.

Keputusan Kongregasi untuk mempertahankan peletakan salam damai merupakan buah dialog dengan para uskup di seluruh dunia, yang dimulai pada tahun 2008, dan berkonsultasi dengan Benediktus XVI dan Paus Fransiskus.

Kongregasi Penyembahan Ilahi mengatakan akan “menawarkan beberapa langkah praktis untuk mengungkapkan salam damai dengan lebih baik dan memoderasi perlakuan yang berlebihan, yang membuat kebingungan dalam pertemuan liturgi sesaat sebelum Komuni.”

“Jika umat beriman tidak mengerti dan tidak menunjukkan, dalam gerakan ritual mereka, makna sebenarnya dari hak perdamaian, mereka dilemahkan dalam konsep Kristiani tentang perdamaian, dan buah dari partisipasi mereka dalam Ekaristi terpengaruh secara negatif.”

Atas dasar ini, kongregasi menawarkan empat saran yang untuk membentuk “inti” katekese tentang salam damai.

Pertama, sementara memastikan pentingnya ritus tersebut, menekankan “sepenuhnya sah untuk ditegaskan bahwa tidak perlu untuk mengundang ‘secara mekanis’ untuk bertukar salam damai.” Ritus tersebut adalah optional, umat di ingatkan,  dan ada beberapa kesempatan dan tempat dimana hal tersebut tidak sesuai.

Sementara rekomendasi yang kedua, menurut terjemahan dari edisi ketiga Misale Romanum, konferensi para uskup harus mempertimbangkan “mengubah cara ketika pertukaran salam damai dilakukan.” Disarankan secara khusus bahwa “salam dari gerak tubuh yang familiar dan duniawi” harus diganti dengan “lainnya, yaitu gerak tubuh yang lebih patut.”

Kongregasi Penyembahan Ilahi juga mencatat bahwa ada beberapa pelanggaran dari ritus tersebut yang harus dihentikan: pengenalan “lagu salam damai”, dimana hal tersebut tidak ada didalam ritus Romawi; umat beriman bergerak dari tempat mereka untuk bertukar salam; sang imam meninggalkan altar untuk bertukar salam kepada umat beriman; dan ketika, pada kesempatan seperti pernikahan atau pemakaman, hal ini menjadi kesempatan untuk memberikan selamat atau ucapan duka cita.

Seruan akhir Kongregasi Penyembahan Ilahi adalah konferensi para uskup mempersiapkan katekese liturgi tentang makna ritus damai dan mengamatinya dengan tepat.

“Hubungan yang erat antara ‘lex orandi’ dan ‘lex credendi’ jelas harus diperpanjang ke ‘lex vivendi’,” surat kongregasi menyimpulkan.

“Umat Katolik pada masa sekarang ini berhadapan dengan komitmen yang besar untuk membangun dunia yang lebih adil dan damai, menyiratkan pemahaman Kristiani yang lebih mendalam soal perdamaian dan pengungkapannya didalam perayaan liturgi.”

 

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: