[Review] “Kisah-Kisah Cerita Alkitab” oleh Carolyn Larsen

alkitab002Judul: Kisah-Kisah Cerita Alkitab

Penulis: Carolyn Larsen

Penerjemah: Lennywati, SS

Penerbit: PT. Visi Anugerah Indonesia

Cetakan: II (2010)

Jumlah halaman: 416 halaman

Reviewer: Anne


Saya menemukan Alkitab anak-anak ini waktu saya ke Books & Beyond UPH Karawaci. Begitu saya melihatnya di rak buku, saya langsung excited dan tanpa pikir panjang saya langsung membelinya, meskipun saya belum punya anak, tidak mengajar di Sekolah Minggu atau sejenisnya, dan tidak punya sanak keluarga yang usianya pantas dihadiahi Alkitab anak-anak.

Ini lebih merupakan hadiah bagi diri saya sendiri.

Jadi begini. Saya ingat betul dahulu, waktu saya masih TK (sekitar umur 3-4 tahun) mama saya memberi saya sebuah Alkitab bergambar. Bentuknya sama sekali tidak seperti Alkitab karena memanjang ke samping. Tapi, yang istimewa dari Alkitab tersebut adalah, selain teksnya sederhana dan sudah dicocokkan untuk anak-anak, ilustrasi di dalamnya adalah “ilustrasi serius”. Maksudnya, Alkitab tersebut tidak menggunakan kartun-kartun simplistik, melainkan lukisan-lukisan klasik yang indah. Waktu itu, format bukunya adalah setiap halaman dibagi dua sisi: sisi pertama untuk ilustrasi, dan sisi kedua untuk teksnya.

Berhubung saya adalah seorang yang sangat visual, maka lukisan-lukisan indah tersebut nempel banget di otak saya. Bahkan sampai sekarang pun, perikop-perikop tertentu masih secara otomatis membangkitkan memori sebuah lukisan dari Alkitab bergambar itu. Dan karena lukisannya “serius”, maka saya yang sudah tua dewasa ini tidak merasa konyol sendiri jika membayangkannya.

Itulah kenapa saat saya melihat Alkitab ini di Books & Beyond, saya merasa bagai menemukan kembali sebuah harta karun tua yang hilang, dan saya merasa perlu membagikannya kepada pembaca Lux Veritatis 7.

Tanpa banyak cingcong, berikut saya beri contoh penampakan isi bukunya:

 

photo-10-07-14-20-25-30

Keren, kan?

Sungguh tidak ada halaman yang membosankan dalam Alkitab ini. Saya juga senang bahwa penulisnya, Carolyn Larsen, tidak malu-malu memilih lukisan-lukisan yang lebih “berdarah”, misalnya untuk menggambarkan Sengsara Tuhan. Contohnya:

 

photo-10-07-14-20-24-13

See that? Di Alkitab anak-anak mana lagi ada lukisan Kepala yang Berdarah seperti itu? Rasanya dulu di buku cetak pelajaran agama SD saja gambar salib Yesusnya masih “bersih”.

Menurut hemat saya yang belum pernah jadi orang tua tapi pernah menjadi kanak-kanak ini, mungkin memang ada baiknya agar anak-anak sedini mungkin dibiasakan dengan topik-topik yang sedikit lebih berat atau dark, terutama jika menyangkut kebenaran iman. Ada bahayanya jika anak, terlebih anak-anak Katolik, terlalu terbiasa dengan gambar-gambar religius kartun yang melulu sederhana dan cerah-ceria: mereka menjadi kurang familier dan lebih sulit menerima atmosfer serius dan “berat” dari Kurban Kalvari, yang kelak akan mereka terima dalam Ekaristi Kudus.

Memang, hal seperti ini ada prosesnya, dan saya yakin para orang tua lebih memahami putra-putrinya masing-masing. Tentu kita tidak perlu buru-buru menyuruh anak berusia 5 tahun menonton film The Passion. Namun paling tidak, saya berharap ada lebih banyak Alkitab bergambar yang mau menampilkan wajah Yesus yang lebih riil karena itulah yang lebih indah (ingat, “indah” tidak sama dengan “pretty“, “good-looking“, apalagi “unyu”), seperti yang telah dilakukan Ms. Larsen dengan baik sekali. Jujur sampai sekarang saya belum menemukan Alkitab bergambar yang lebih indah dan lebih apa adanya daripada karya Ms. Larsen ini.

Satu hal yang membuat Alkitab bergambar ini tambah keren adalah cetakannya yang hardcover. Kalau buat saya buku hardcover itu pokoknya T-O-P. Sampulnya jadi tidak gampang terlipat, tidak mudah basah, dan ya… merasa keren aja gitu kalau baca buku hardcover, hehe. Ini saya saja atau ada juga yang merasa seperti itu?

Untuk teks isi, saya juga hampir tidak bisa menemukan komplain apapun. Tipografi enak dilihat, sedangkan layout yang rapi membuat buku nyaman dibaca. Memang hurufnya kecil-kecil—huruf normal, sebetulnya, yang kita lazim temukan dalam novel-novel—namun saya rasa orang tua dapat membacakan isinya kepada anak jika anak belum terbiasa membaca huruf demikian.

Ms. Larsen juga berusaha untuk stay true kepada isi KS yang sesungguhnya. Alkitab bergambar ini tidak hanya berisi cerita-cerita populer seperti kisah penciptaan, bahtera Nabi Nuh, Daud dan Goliat, serta kelahiran Yesus; ada juga kisah-kisah yang “kurang populer” seperti Absalom, Rut dan Naomi, kisah hakim-hakim, dan petualangan rasul-rasul mewartakan Kristus. Meskipun sudah sangat disederhanakan dan dibahasakan ulang, penulis masih mempertahankan benang merah sehingga jelas bagaimana progress dari Penciptaan hingga Wahyu (iya, ada Kitab Wahyu juga di sini).

Kalaupun ada komplain, saya hanya ingin mengomentari bagian kisah perkawinan di Kana. Di Alkitab ini, Kana disebut “Kanaan”, yang akan membingungkan pembaca karena Kanaan kita kenal sebagai tanah kafir yang kemudian diberikan Allah kepada bangsa Israel sebagai Tanah Terjanji. Baru kali ini saya menemukan Kana disamakan dengan Kanaan… apakah ini kekeliruan penulis atau penerjemah? Ataukah memang Kana di Galilea dapat disebut Kanaan juga, yang berbeda dari Kanaan Tanah Terjanji? Jika ada yang mengetahui tentang hal ini, silahkan tinggalkan komentar.

Komplain kedua, adalah tidak adanya kitab-kitab Deuterokanonika. Ya dapat dipahami karena penulisnya bukan orang Katolik, jadi sebetulnya komplain ini bukan komplain yang gimana juga. Menurut saya pribadi memang tidak terlalu masalah, asalkan orang tua tetap ingat bahwa Gereja Katolik memiliki Kitab Suci yang lengkap, yang terdiri dari 73 kitab, bukan cuma 66 kitab.

Terlepas dari dua komplain kecil di atas, saya masih mau, rela, ikhlas, ridho, memberikan Alkitab bergambar ini rating tertinggi Perpus Katolik, yaitu 5 Rahib Unyu.

5rahib

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: