Paus Yohanes XXIII: Ekumenisme

“Sang Penyelamat sendiri adalah pintu bagi kawanan domba: ‘Akulah pintu bagi para domba.’ Ke dalam kawanan domba Yesus Kristus, tak seorangpun dapat masuk kecuali ia dituntun oleh Sovereign Pontiff; dan hanya bila mereka disatukan kepadanya maka manusia dapat diselamatkan, karena Roman Pontiff adalah Wakil Kristus dan Perwakilan pribadi-Nya di bumi”

“Sang Penyelamat sendiri adalah pintu bagi kawanan domba: ‘Akulah pintu bagi para domba.’ Ke dalam kawanan domba Yesus Kristus, tak seorangpun dapat masuk kecuali ia dituntun oleh Paus; dan hanya bila mereka disatukan kepadanya maka manusia dapat diselamatkan, karena Uskup Roma adalah Wakil Kristus dan Perwakilan pribadi-Nya di bumi.”

“Gereja Katolik dipisahkan dan dibedakan oleh tiga karakteristik ini: kesatuan ajaran, kesatuan organisasi, kesatuan penyembahan. Kesatuan ini begitu menonjol sehingga olehnya setiap manusia dapat menemukan dan mengenali Gereja Katolik.

Merupakan kehendak Allah, pendiri Gereja, bahwa semua domba pada akhirnya harus berkumpul bersama dalam satu kawanan, dibawah bimbingan satu gembala. Semua anak-anak Allah dipanggil menuju satu-satunya rumah bapa mereka, dan batu penjurunya adalah Petrus. Setiap manusia harus bekerja bersama sebagai saudara untuk menjadi bagian dari kerajaan Allah yang tunggal ini; karena warga kerajaan ini disatukan dalam kedamaian dan harmoni di bumi agar mereka dapat menikmati kebahagiaan kekal suatu hari nanti di surga.”

Yohanes XXIII

Ad Petri Cathedram

“Untuk memelihara kesatuan iman ini, semua guru kebenaran ilahi – semua uskup – harus selalu berbicara dengan satu pikiran dan satu suara, dalam persekutuan dengan Uskup Roma. “Persatuan anggota dalam tubuh sebagai keseluruhan yang menjadikan semuanya sama-sama sehat dan indah, dan persatuan seluruh tubuh ini memerlukan kebulatan suara. Khususnya ia membutuhkan harmoni di antara imam. Mereka memiliki martabat bersama, namun mereka tidak memiliki peringkat yang seragam, karena ada pembedaan kuasa bahkan diantara para rasul yang terberkati, namun keserupaan kondisi mereka yang terhormat, dan sementara pemilihan mereka semuanya setara, namun kuasa untuk memimpin semuanya hanya diberikan kepada satu orang.””

“Sayangnya, kesatuan ketika semua umat beriman dalam Kristus mengakui iman yang sama, melakukan penyembahan dan menaati otoritas tertinggi yang sama, tidak lagi tampak jelas diantara umat Kristen jaman sekarang dibandingkan dengan jaman yang telah berlalu. Namun Kami melihat semakin banyak orang berkehendak baik di berbagai belahan dunia dengan serius berusaha menghasilkan kesatuan yang tampak ini diantara orang Kristen, kesatuan yang sungguh selaras dengan tujuan, perintah dan keinginan Penyelamat Ilahi; dan hal ini bagi Kami merupakan sumber penghiburan yang penuh sukacita dan pengharapan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Keinginan bagi kesatuan, Kami mengetahuinya, dipelihara di dalamnya oleh Roh Kudus, dan hanya bisa disadari dalam cara yang telah dinubuatkan Yesus: “Akan ada satu kawanan dan satu gembala.””

Yohanes XXIII

Aeterni Dei Sapientia, 41 & 67

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: