Santo Alfonsus dalam Pekan Suci II – Feria Secunda (Senin Suci): Palu dan Paku

MEDITASI

untuk Senin Suci

Yesus ditempatkan di kayu Salib

I

st-alphonsus-beneventum-image-1777-oldSegera setelah Sang Penebus tiba, menderita dan lelah, di Kalvary, lalu mereka melucuti pakaian-Nya – yang sekarang melekat pada dagingnya yang terluka – dan kemudian melempar tubuh-Nya di atas salib. Yesus merentangkan tangan suci-Nya, dan pada saat yang sama mempersembahkan hidup-Nya kepada Bapa yang kekal, dan berdoa pada-Nya untuk menerimanya demi keselamatan manusia. Di tempat persembunyian, para algojo dengan buas menyita paku dan palu, dan memaku tangan dan kaki-Nya, mereka mengencangkan Ia pada kayu salib.

Ya tangan yang suci, yang oleh sentuhannya semata begitu sering menyembuhkan orang sakit, mengapa mereka memaku engkau di salib? Ya kaki yang suci, yang telah merasakan begitu banyak kelelahan dalam mencari kami domba yang hilang, mengapa mereka menusukmu dengan rasa sakit yang besar? Ketika saraf terluka dalam tubuh manusia, begitu besar penderitaannya, sehingga menimbulkan kekejangan dan keadaan pingsan: apa yang tidak seharusnya menjadi penderitaan Yesus, [sekarang telah ditanggungnya], ketika paku menusuk tangan dan kakinya, bagian-bagian yang penuh dengan saraf dan otot!

Penyelamatku yang manis! Begitu besar harga yang Engkau bayar karena keinginan melihat diriku diselamatkan dan memperoleh kasihku! Dan betapa sering aku, tanpa rasa syukur, merendahkan Cintamu  tanpa alasan apapun; tapi sekarang aku menghargainya diatas segala kebaikan.

II

Salib sekarang diangkat bersama Yang disalib, dan mereka membiarkannya jatuh dengan goncangan ke dalam lubang yang dibuat bagi kayu salib pada batu karang. Ia dibuat oleh batu dan potongan kayu; dan Yesus tetap tergantung disana, untuk meninggalkan hidup-Nya. Penyelamat yang menderita, sekarang akan kami di ranjang kesengsaraan, dan menemukan diri-Nya dalam kekeringan dan kesedihan, mencari seseorang untuk menghibur-Nya, namun Ia tidak menemukan seorangpun.

Tentu, Tuhanku, mereka paling tidak akan berbela rasa terhadapmu, karena sekarang Engkau akan mati! Tapi tidak, aku mendengar beberapa orang menghina Engkau, mengejek Engkau, dan menghujat Engkau, berkata kepadamu,”Turunlah dari salib itu bila Engkau adalah Putra Allah. Ia telah menyelamatkan orang lain, tapi sekarang Ia tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri”

Orang barbar! Ia sekarang berada dalam sakratul maut, seturut kehendakmu, setidaknya jangan menyiksa Ia dengan caci makimu.

III

Lihatlah betapa besar penderitaan Penebus yang mati di atas tiang gantungan! Setiap anggota merasakan rasa sakitnya, dan yang satu tidak dapat menolong yang lain. Bagaimana Ia mengalami rasa sakit akan kematian dalam setiap momennya! Dapat dikatakan bahwa dalam tiga jam ketika Ia menderita sengsara di kayu salib, Ia menderita begitu banyak kematian selagi Ia berada di sana. Ia bahkan tidak menemukan sedikitpun kelegaan, apakah Ia mencondongkan berat tubuh-Nya pada tangan atau di atas kaki-Nya; dimanapun Ia bersandar rasa sakitnya bertambah, Tubuhnya yang paling kudus tergantung melayang, dari luka-lukanya sendiri. Pergilah, jiwaku, dan dengan lembut mendekat pada salib, dan ciumlah altar, yang di sana Tuhan mati sebagai kurban kasih bagimu. Tempatkan dirimu dibawah kaki-Nya, dan biarkan Darah Sucinya menetes atasmu.

Ya, Yesus yang terkasih, biarkan Darahmu membasuh aku dari segala dosaku, dan jadikan aku bersemangat dengan kasih kepada-Mu, Allahku, yang rela mati karena mencintaiku. Semoga Engkau, Ya Ibu yang menderita, yang berdiri di kaki salib, mendoakan aku kepada Yesus.

 

St. Alfonsus Maria de Liguori

The Ascetical Works : The Passion and Death of Jesus Christ

Meditations for Holy Week

 

[Contributor Francesca Romana]

Diterjemahkan dari Rorate Caeli: Saint Alphonsus in Holy Week: II – Feria Secunda (Holy Monday): Hammers and Nails

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: