Sikap Yang Kurang Hormat Selama Misa, Salah Siapa?

Setiap kali saya ikut Misa, sesekali suara dering HP pasti kedengaran, atau anak kecil didepan saya yang sedang sibuk dengan tab-nya, bermain game, atau seorang anak muda yang lagi sibuk dengan bb-nya, atau ibu-ibu yang sedang ngerumpi dengan teman disampingnya. Begitu berisik, begitu banyak suara, tidakkah mereka sadar mereka sedang berada dimana? “Oh, ini rumah Tuhan, Tuhan itu baik, ngak seperti anda yang kerjanya protes sama kami”, Ya, semua orang boleh berpikiran seperti itu, tidak ada yang melarang. Tapi jika mereka berada dirumah presiden apakah mereka akan berbuat seperti itu? sibuk dengan diri mereka masing-masing? tidak menghiraukan siapa didepan mereka? Apa yang terjadi pada umat Katolik jaman sekarang? Misa cuma formalitas? Misa cuma jadi ajang sosialisasi? bertemu dengan kawan-kawan lama? Misa itu membosankan? tidak menarik? Ada apa ini?

Keprihatinan ini makin menjadi saat saya membaca warta umat di sebuah paroki, sang Pastor Paroki menulis sebuah artikel tentang sikap yang pantas pada saat mengikuti Misa. Sang Pastor Paroki memang sudah seharusnya menuliskan artikel tersebut, pun terus mengingatkan lagi disela-sela pengumuman. “Jika Himbauan ini diabaikan, maka dengan terpaksa akan dipasang alat pengacak sinyal hp”, demikian kata sang Pastor Paroki disela-sela pengumuman. Maka dari itu umat diminta untuk sadar diri, jika masih ada hati nurani maka umat diminta untuk mentaatinya dan pemasangan alat tersebut tidak diperlukan. 

Tapi ada paroki sudah memasang alat tersebut. Apakah cara ini efektif? memasang alat pengacak sinyal hp? menurut pendapat saya cara ini tidak efektif, kenapa? karena efek penggunaan alat ini adalah untuk sementara umat tidak dapat menggunakan hp pada saat Misa, tapi tidak membuat umat lebih sadar dan menghormati Misa itu sendiri.

Daripada uangnya membeli alat tersebut kenapa uangnya tidak untuk membuat sebuah seminar katekese tentang arti Misa dan kata-kata yang terkandung didalamnya, atau katekese kehadiran nyata Tuhan Yesus? Ya saya tahu, tidak banyak orang yang bakal hadir jika ada acara-acara seminar seperti itu. Tapi bagaimana jika katekese tersebut dibuat dengan media baru? seperti paroki membuat akun video youtube? lalu bekerja sama dengan komsos membuat video seri katekese tentang Misa? Atau membuat komik karikatur bersambung di tabloid paroki? atau membuat aplikasi android? mari kita sedikit kreatif, jangan Misa saja yang selalu di kreatif kan (ini juga salah satu cara yang buruk untuk menarik orang muda agar tertarik ke Gereja, agar Misa tidak membosankan dst dst dst..)

Saya tidak begitu ingat dengan detail pada saat saya kecil dulu sewaktu mengikuti pelajaran komuni pertama. Yang saya ingat cuma pelajaran pengakuan dosa, satu-satu dari kami maju untuk memperagakan cara ngaku dosa yang benar. Apakah saya tidak menyimak atau yang mengajar tidak begitu baik dalam menyampaikan materinya, saya tidak tahu sudah saya bilang saya tidak begitu ingat, mungkin kedua-duanya. Saya masih ingat saya selalu mengikuti gerak-gerik ayah saya pada saat Misa, beliau begitu khusuk, hening, mengikuti dengan sepenuh hati, kadang menegur saya jika saya tidak mengikuti Misa dengan benar. Mungkin ini juga bisa dijadikan pelajaran, peran orang tua dalam mendidik iman anaknya, bagaimana sang anak dapat mengikuti Misa dengan tertib jika sang orang tua membiarkan saja anaknya berisik dan sibuk sendiri dengan tab-nya? peran ayah dan ibu disini penting dalam mendidik sang anak, bukan malah sang ayah menegur tapi sang ibu malah membela si anak yang lagi main game di tab-nya pada saat Misa. “ah..biarinlah namanya juga anak-anak”, alasan klasik sebagai pembenaran gagalnya peran orang tua mendidik anak untuk bersikap yang pantas di dalam Gereja.

Saat bertemu teman di dalam gedung Gereja, saran saya sebaiknya sapalah dengan sikap yang wajar, berikan sedikit senyum, tidak perlu terlalu heboh, ngobrol yang seperlunya saja, bilang kepada teman anda “nanti kita sambung lagi setelah Misa selesai”, didepan kita itu bertakhta Yesus Kristus, Tuhan kita, Raja Semesta Alam, bersikaplah dengan sopan.

Mungkin jaman dulu dengan sekarang itu keadaannya beda, dulu tidak ada hape, jadi umat tidak sibuk dengan hape tapi dengan rosarionya (setidaknya umat jaman dulu lebih baik daripada jaman sekarang), beberapa orang membuat alasan, “hp ku hidup terus karena ini kebutuhan”, oke makan juga kebutuhan, tapi kita bisa menahannya untuk tidak makan pada saat Misa sedang berlangsung bukan? malah kita diminta untuk puasa minimal  1 jam sebelum menyambut Komuni Kudus. Kenapa kita tidak bisa berpuasa memainkan hp selama Misa berlangsung? please, turn off your mobile device, for God sake!

Di akhir artikel ini saya mengajak mari kita semua bekerja sama, mari kita sadari apa yang sebenarnya terjadi pada saat kita Misa. Mari kita ikuti dengan hati dan pikiran yang fokus kepada Tuhan bukan kepada benda-benda komunikasi. Yesus yang benar-benar hadir dalam rupa roti dan anggur. Tubuh dan Darah Kristus, yang akan membawa kita pada kehidupan yang kekal. Amin.

 

One comment

  1. chatarina septanovia · · Balas

    ” .. Saya masih ingat saya selalu mengikuti gerak-gerik ayah saya pada saat Misa, beliau begitu khusuk, hening, mengikuti dengan sepenuh hati, kadang menegur saya jika saya tidak mengikuti Misa dengan benar. Mungkin ini juga bisa dijadikan pelajaran, peran orang tua dalam mendidik iman anaknya .. ”

    nice quote …

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: