Benediktus XVI : Tiada Penyesalan

Papa Bene

Uskup Agung George Gänswein, Prefek Rumah Tangga Kepausan dan masih membantu Benediktus XVI, melakukan wawancara via telepon dengan Reuters, dan berbicara tentang masa lalu dan masa sekarang. Kutipan berikut mencakup semua kutipan langsung dari +Gänswein :

Satu tahun setelah pengunduran dirinya yang mengejutkan, Paus Emeritus Benediktus tidak menyesal dan percaya, sejarah akan membenarkan kepausannya yang penuh gejolak dan kritik, kata pria yang paling dekat dengan Paus Emeritus dalam sebuah interview yang jarang terjadi.

Uskup Agung Georg Gänswein, yang sekarang bekerja untuk paus sebelumnya dan juga menjadi kepala rumah tangga Paus Fransiskus, menerangkan tentang bagaimana Benediktus menghabiskan hari-harinya, kesehatannya, perasaannya tentang keputusannya yang sangat penting dan relasi di antara dua paus.

“Paus Benediktus berdamai dengan dirinya dan saya pikir Ia bahkan berdamai dengan Tuhan”, kata Gänswein, yang melalui peran gandanya membuat ia mampu berhubungan dengan kedua paus setiap hari.

Seorang guru-teolog yang keras dan kepala eksekutif yang enggan, ia seringkali difitnah oleh beberapa pihak di media karena gaya [kepausannya] yang terlihat jauh dan menyendiri.

Ganswein, yang telah berada di sisi Benediktus sejak pemilihannya sebagai paus tahun 2005, berkata bahwa Paus Emeritus tidak menyesal meninggalkan jabatannya dan tidak memiliki kebencian terhadap para pengkritik yang, kata Vatikan, salah memahami dirinya.

“Tidak. Jelas sekali bahwa secara manusiawi, sering kali, merupakan hal yang menyakitkan untuk melihat apa yang tertulis tentang seseorang yang tidak berhubungan secara konkret terhadap apa yang dilakukan. Tapi ukuran kinerja seseorang, cara seseorang melakukan sesuatu, bukan apa yang ditulis media massa tetapi apa yang benar di hadapan Tuhan dan di hadapan hati nurani.”

“Saya yakin, dan percaya, bahwa sejarah akan memberikan penilaian yang berbeda daripada yang sering dibaca [di media] dalam beberapa tahun terakhir masa kepausannya,” lanjut Ganswein dalam wawancara via telepon.

“Memang, ia jauh dari dunia tapi ia hadir di dalam Gereja. Misinya sekarang, seperti yang dulu dikatakannya, adalah membantu Gereja dan penerusnya, Paus Fransiskus, melalui doa. Ini tugasnya yang pertama dan yang paling penting, ” kata Ganswein.

“Sejak awal sudah ada hubungan baik di antara mereka dan awal yang baik ini berkembang dan menjadi dewasa. Mereka menulis untuk satu sama lain, mereka saling menelepon, mereka berbicara satu sama lain, mereka memperluas undangan untuk satu sama lain,” kata Ganswein.

“Ia baik-baik saja tapi tentu ia adalah pribadi yang memikul beban usia lanjutnya. Jadi, ia adalah seorang pria yang tua secara fisik, tapi semangatnya sangat bergairah dan sangat tegas”

Sumber : Rorate Caeli

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: