Memento Mori (2) : Robby Kristian Sitohang

Ijinkan saya melanjutkan permenungan saya tentang wafatnya seorang sahabat dan sesama rekan kerja kebenaran, Robby Kristian Sitohang.

Minggu, 9 Februari 2014, bacaan Injil hari ini berbicara tentang garam dan terang dunia. Sungguh suatu bacaan yang pantas bagi seseorang yang selalu menjaga agar terang iman tidak menjadi redup dan mati di dunia ini. Saya kutipkan sedikit ayatnya :

“You are the light of the world.  A city built on a hill-top cannot be hidden. No one lights a lamp to put it under a tub: they put it on the lamp-stand where it shines for everyone in the house. In the same way your light must shine in the sight of men, so that, seeing your good works, they may give the praise to your Father in heaven.”

Malam adalah kondisi dimana manusia kehilangan terang.

Malam ini juga, salah seorang pembawa terang Allah telah berpulang.

Terang Allah tidak boleh disembunyikan.

Sekarang, pembawa terang Allah telah berdiam dalam keabadian.

Saya percaya, apa yang telah diperjuangkan sahabat saya dalam pewartaan iman katolik, tentu akan menghasilkan buah. Ada yang bertobat karena pewartaannya, ada yang semakin mencintai Allah dan Gereja, ada yang semakin militan dalam membela iman katolik, dst.

Namun sekarang terang itu telah pergi, kembali kepada Sang Terang yang sejati. Tentu, saya dan anda merasa kehilangan. Kita berduka atas kepergian seseorang yang berarti bagi kita. Tiba-tiba saja, keberadaannya direnggut dari kita.

Tapi dalam suasana berkabung ini, setidaknya, saya masih melihat secercah harapan dari peristiwa in. Tidak ada alasan yang jelas kenapa harus seperti ini cara yang digunakan Tuhan, tapi bolehlah saya sedikit menduga-duga. Bisa jadi, Tuhan memanggil sahabat kita, karena ia melihat bahwa sudah ada generasi muda yang siap meneruskan apa yang telah dikerjakannya. Bisa jadi, Tuhan ingin mengajarkan kita untuk menjadi mandiri, tidak hanya menerima terang dari orang lain, melainkan menjadi pembawa terang yang menuntun seseorang kepada Terang yang sejati, Yesus Kristus.

Seperti Gereja yang memiliki rantai penerus, dari St. Petrus hingga Paus Fransiskus, maka karya pewartaan seseorang juga memerlukan penerus, seorang pewaris yang menghidupkan kembali apa yang tampaknya telah mati dan tak mungkin bangkit kembali.

Saya secara pribadi berbicara kepada anda, yang merasa terbantu oleh karya sahabat tercinta kita, Robby : Apakah anda mau meneruskan semangatnya semampu anda, dalam kondisi hidup dan talenta yang anda miliki saat ini? Apakah anda bersedia menjadi pembawa terang Kristus, bukan terang anda sendiri? Bila anda menjawab YA terhadap pertanyaan itu, maka ada konsekuensi yang mengikuti jawaban itu. Inilah konsekuensi yang sempat diungkapkan Robby dalam status facebooknya yang terakhir :

“Engkau dan tulisanmu akan ditolak hanya karena engkau seorang awam”

Apakah anda siap dibenci seperti Kristus karena mewartakan kebenaran? Apakah anda siap menerima penolakan seperti Kristus, karena anda dengan gigih membela kebenaran iman yang berasal dari Allah?

Mari kita meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan itu, agar menjadi jelas jawaban dan langkah konkret seperti apa yang perlu diambil setiap orang, sesuai kemampuannya masing-masing, dengan kesadaran penuh bahwa “Kita adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kita hanya melaksanakan kewajiban kita, tidak lebih dari itu” – Lukas 17:10

One comment

  1. Henriette Wung · · Balas

    terima kasih utk pencerahannya… Sy kenal Robby alm hanya lewat tulisannya di FB ttp sy kaget dan kehilangan seolah sy mengenal langsung…. Smg memang kita semua menjadi lebih rajin mencari kebenaran akan Allah dan menjadikannya alas keimanan kita melalui karya kita masing2…. JMLU

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: