Rendah Hati Membuka Pintu

Diterjemahkan dari artikel: Humility Opens Doors

Kenapa yang lemah lembut akan mewarisi bumi dan siapa yang terakhir akan menjadi yang pertama.

“Orang baik finish terakhir,” kata dunia. “yang terakhir akan menjadi yang pertama,” jawab Yesus.

Menurut tebakan saya bahwa Tuhan sang Pencipta tahu benar siapa yang akan menang pada akhirnya. Dan Dia mengatakan “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Injil Lukas 14:11).

Untuk mengerti kenapa kerendahan hati didepan dan kenapa yang lemah lembut akan memiliki bumi, kita memerlukan dengan pasti bahwa kita mengerti apa itu kerendahan hati dan lembah lembut yang sebenarnya.

Kerendahan hati bukan berarti melihat rendah diri sendiri atau memikirkan yang buruk tentang diri sendiri. Ini berarti tidak memikirkan diri sendiri sama sekali.

Rendah hati bebas untuk melupakan diri mereka sendiri karena mereka aman, Mereka menerima fakta bahwa, sebagai makhluk ciptaan, mereka kecil, rapuh, dan tidak dalam kendali sepenuhnya. Tapi mereka tahu ada sang Pencipta yang besar, mahakuasa, dan memegang kendali secara penuh. Dan mereka tahu bahwa mereka telah diciptakan menurut rupa dan gambar sang Pencipta. Itulah yang membuat martabat mereka yang tidak harus mereka peroleh dan tidak dapat di ambil. Meskipun mereka telah menodai kesamaan ilahi melalui dosa, mereka tahu bahwa sang Pencipta turun dari surga untuk menjadi manusia dan memperbaiki apa yang tidak dapat mereka perbaiki.

Jadi ketika mereka mengacau, si rendah hati tidak perlu untuk menutupinya. Mereka hanya berkata “tolong maafkan aku,” mengucap syukur atas kerahiman Allah, dan move on.  Dan ketika keterbatasan sebagai mahkluk ciptaan yang menyebabkan mereka gagal, mereka tidak kaget. Mereka menyadari bahwa mereka bukan Allah.

Semua ini sekedar cara untuk mengatakan bahwa si rendah hati bersentuhan dengan realitas.

Jika definisi dari kegilaan adalah kehilangan sentuhan dengan realitas. Dan sejak mereka tidak memiliki sesuatu untuk membuktikan, mereka tidak perlu untuk memamerkan kekuatan mereka atau menggunakan untuk mendominasi orang lain. Kerendahan hati memimpin kepada kelemah lembutan. Dan kelemah lembutan bukanlah kelemahan. Terlebih, adalah sebuah kekuatan dalam kendali, kekuatan untuk membangun daripada meruntuhkan.

Kerendahan hati tidak mengancam baik oleh kehebatan Allah atau refleksi dari kehebatan tersebut didalam talenta seseorang. Dalam faktanya, inilah yang secara natural menangkap dan menyerap perhatian mereka – kebaikan Allah, dimanapun itu ditemukan.

Bentuk doa yang memuji kebaikan Allah disebut pujian (praise). Aktifitas yang menghormati kebaikan Allah didalam orang lain disebut penguatan (affirmation). Si rendah hati mengambil kesukaan didalam memuji Allah dan menguatkan orang.

Alasan si rendah hati memilih tempat yang paling akhir dalam perjamuan bukan karena mereka berpikir buruk tentang diri mereka sendiri, tapi karena mereka mengasyikkan dengan menghormati orang lain. Dan alasan orang-orang meminta mereka untuk bergerak lebih tinggi karena mereka tahu sikap mengagumkan ini langka. Faktanya sebenarnya ini adalah ilahi. Inilah tepatnya cara ketiga Pribadi Ilahi saling berhubungan satu sama lain. Bapa memuliakan Putra, Putra memuliakan Bapa dan Roh Kudus begitu sibuk dengan memuliakan Bapa dan Putra bahwa kebanyakaan dari kita merasakan kita sebenarnya tidak banyak mengenal tentang Dia.

“telinga pendengar merupakan idaman orang bijak” (Sirakh 3:29). Si rendah hati mampu untuk benar-benar mendengarkan orang lain dengan perhatian asli dan senang dalam kebaikan orang lain. Si rendah hati adalah orang-orang yang memberikan anda perhatian yang tidak terpecah dan membuat anda merasa spesial dan menghargai anda. Anda senang mereka disekitar anda. Anda senang bekerja keras untuk mereka. Anda bersorak ketika mereka dihormati.

Si sombong, disisi lain, begitu asik dengan diri sendiri sehingga percakapan mereka menjadi monolog. Ketika anda berbicara, mereka tidak mendengarkan. Mereka hanya memikirkan tentang apa yang akan mereka katakan berikutnya. Secepatnya anda tersenyum, menguap, dan berbuat sebaik mungkin untuk pergi jauh dari mereka. Anda merasa terganggu dan bosan ketika mereka membual. Jika anda bekerja untuk mereka, anda melakukan seadanya sambil mencari pekerjaan yang lebih baik. Jadi mereka yang meninggikan diri mereka sendiri sebenarnya pada akhirnya ditinggal sendiri. Tapi mereka yang merendahkan diri mereka sendiri mengumpulan banyak pengagum.

Ketika ditanya untuk menamakan keempat Kebajikan Kardinal, St. Bernard dari Clairvaux menjawab “rendah hati, rendah hati, rendah hati dan rendah hati.” Ia mengatakan ini karena kata “kardinal” berarti “engsel.” Dan semua  bergantung pada kerendahan hati. Kerendahan hati membuka pintu kepada hati sesama dan kepada hati Allah.

Refleksi pada bacaan Kitab Suci Minggu Biasa ke XXII, Sir. 3:17-18,20,28-29; Mzm. 68:4-5ac,6-7ab,10-11; Ibr. 12:18-19,22-24a; Luk. 14:1,7-14

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: