Dimana anda akan berdiri?

Diterjemahkan dari artikel: Where do you Stand? yang ditulis oleh Marcellino D’Ambrosio, Ph.D. 

Mulai dengan kecil, diakhiri dengan besar. Sepertinya itu motto Tuhan. Ia memulai sejarah keselamatan dengan dua orang yang berasal dari wilayah yang sekarang disebut Irak. Ketika rencana untuk membesarkan sebuah keluarga yang besar, kenapa memulai dengan pasangan yang sudah tua yang tidak bisa lagi mempunyai anak? Tapi inilah tepatnya yang Tuhan lakukan. Ia membalikkan Abram dan Sarai yang mandul menjadi Abraham dan Sarah, leluhur dari keluarga seluruh dunia yang masih dirayakan untuk mengenang mereka yang hampir 4000 tahun.

Dalam rencana Tuhan, keluarga ini diubah menjadi bangsa yang besar. Tidak seperti kandidat untuk [bangsa yang] besar, “bangsa” ini melahirkan keturunan Abraham yang buruk yang menjadi budak selama ratusan tahun. Sebuah penyair pernah menulis “betapa anehnya Tuhan memilih orang Yahudi.” Tapi setelah 40 tahun berkemah di padang gurun, mereka memasuki tanah terjanji dan dengan segera menjadi kerajaan yang besar.

Tetapi Tuhan masih mempunyai rencana yang lebih besar. Bangsa ini tidak dimaksudkan untuk menimbun harta karun, tidak tertarik pada seluruh dunia. Ini adalah kesalahan orang Farisi. Tidak, mereka akan menjadi bangsa imam yang ditakdirkan untuk membawa keselamatan bagi semua. Keselamatan ini telah datang sekali lagi dari tempat yang tidak disukai. Galilea? Kebaikan apa yang dapat datang dari tanah orang udik dan nelayan? Mereka berbicara dengan aksen yang sangat kental, bahkan orang pun dapat mengenalinya (lihat26:73).

Apakah anda melihat polanya disini? Yang terbaik dan paling cemerlang, yang paling besar dan paling kuat – seperti Firaun , Goliat dan Caesar – mereka ini tidak terpilih. Terlebih, paling sedikit disukai untuk sukses, yang kecil, orang biasa. Itulah kenapa, tidak ada orang dapat mendapatkan penghargaan dan tidak ada orang yang bisa berkecil hati. Tidak ada orang yang berkualifikasi dan tidak orang di didiskualifikasi. Bahkan all-star pun dapat masuk jika mereka melepaskan alas kaki dan merendahkan diri mereka didepan Tuhan.

Jadi semua dipanggil untuk selamat dan menemukan tempat mereka diantara umat Allah, Gereja. Hanya satu Pribadi yang dapat memperolah keselamatan yang telah melakukannya, dan membagikan kepada kita semua secara gratis, sebuah hadiah yang tidak pantas. Itulah arti kata “Katolik” – rahmat dan keanggotaan tidak tertutup, universal, untuk “seluruh” dunia bukan hanya untuk beberapa klub elit, eksklusif.

Apakah itu berarti semua orang akan pergi ke surga, ya kan? Maksud saya, bagaimana mungkin, Tuhan yang begitu mencintai, yang berpikiran terbuka mengirim semua orang ke neraka? Dia tidak. Hati Tuhan begitu besar tapi seperti bacaan Minggu ini (Lukas 13:22-30) menunjukkan, pintu menuju kesurga itu sempit. Yesus adalah pintu itu. Tidak ada yang datang kepada Bapa kecuali melalui Dia. Peta menuju ke pintu diterbitkan secara luas. Bapa menerbitkan undangan biasa, yang personal. Tapi orang tetap perlu untuk menerima undangan dan berjalan melalui pintu tersebut. Rupanya banyak yang memilih tidak. Beberapa tidak mau masuk kepintu karena mereka merasa tersinggung, bahkan terkena skandal oleh orang yang menjaga pintu. Yang lain tidak mau masuk karena terlalu berpikiran sempit untuk memaksa bahwa hanya pintu ini yang benar. Beberapa begitu sibuk dan menunda sampai semua tenang. Begitu banyak alasan. Tapi akan datang momen ketika perjalanan itu usai dan pintu tertutup dan terkunci. DImanapun anda berpijak pada saat ini adalah dimana anda akan berpijak untuk selamanya.

Fakta bahwa anda telah dibaptis Katolik bukanlah sebuah jaminan bahwa sekarang anda berada didalam. Begitu juga fakta bahwa anda sekali menerima Yesus secara pribadi sebagai Tuhan dan penyelamat.

Tapi kita pergi Misa setiap hari Minggu (“makan dan minum bersamaMU”). Tapi kita juga pergi pada malam Kamis untuk persekutuan doa dan studi Alkitab (“Engkau mengajar di jalanan”).

Actions speak louder than words. Anda mungkin berucap “Tuhan, Tuhan” (Mat 7:21) dan bibirmu mungkin menyanyikan hymne setiap Minggu. Tapi apa yang dikatakan “bahasa tubuh” -mu? Sisi pintu mana anda berpijak bukanlah pilihan yang dibuat hanya sekali, hari dimana anda mengakui Kristus atau hari dimana anda di baptis. Ini adalah pilihan yang harus dibuat setiap hari hingga hari terakhir.

Anda tidak dapat tahu kapan hari itu akan tiba. Pertanyaan ini patut anda perhatikan – dimana anda berpijak saat ini?

Refleksi pada bacaan Kitab Suci, Hari Minggu biasa ke 21, Yes 66:18-21; Mzm 117:1,2; Ibr 12: 5-7, 11-13; Luk 13:22-30

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: