10 Kutipan Katolik Terbaik

Memorare

Ingatlah, ya Perawan Maria yang sangat rahim, bahwa belum pernah terdengar engkau meninggalkan orang yang mencari perlindunganmu, yang memohon pertolonganmu, yang meminta pengantaraaanmu. Terdorong oleh kepercayaan itu, aku datang berlindung kepadamu, Ya perawan segala perawan dan Bunda. Aku datang kepadamu, aku orang berdosa bersyukur di hadapanmu untuk berkeluh kesah. Bunda Sang Sabda, janganlah kau tolak permohonanku, tetapi dengarkanlah dengan rela hati dan kabulkanlah. Amin.

“Jangan takut untuk mengatakan ‘ya’ kepada Yesus, untuk menemukan sukacitamu dalam melakukan kehendak-Nya, memberikan dirimu sepenuhnya untuk mengejar kekudusan, dan menggunakan semua bakatmu dalam pelayanan bagi sesama!” – Paus Emeritus Benediktus XVI

“Tugasmu adalah untuk menguduskan dirimu. Ya, bahkan engkau. Siapa yang berpikir bahwa tugas ini hanya untuk imam dan kaum religius? Kepada setiap orang, tanpa kecuali, Tuhan kita berkata: “Jadilah sempurna, sama seperti Bapa di Surga adalah sempurna.” – St. Josemaría Escrivá

”Kehidupan adalah perjuangan yang tidak boleh kita hindari tapi harus kita menangkan” – St. Padre Pio

“Di kaki salib, seseorang belajar tentang cinta, tapi Aku tidak memberikan ini kepada semua orang, hanya kepada jiwa-jiwa yang paling Aku kasihi” – Yesus kepada St. Padre Pio

“Ketika anda mendekati Tabernakel, ingatlah bahwa Ia telah menanti anda selama dua puluh abad” – St. Josemaria Escriva

“Seorang kudus, tanpa doa? Aku tidak percaya akan kekudusan yang demikian.” – St. Josemaría Escrivá

“Betapa sering saya gagal dalam menjalankan kewajiban kepada Allah, hal ini terjadi karena saya tidak bersandar pada pilar doa yang kokoh” – St. Teresa Avilla

“Ia yang tidak berdosa diantara kamu, biarlah dia yang pertama melemparkan batu. Implikasinya jelas : Hanya yang tak berdosa yang memiliki hak untuk menghukum. Tapi Ia yang tak berdosa akan selalu memikul kesalahan orang lain, menebus kekurangannya seolah-oleh hal tersebut adalah miliknya. Cinta mengenali dosa, tetapi cinta juga mati demi dosa” – Fulton J. Sheen

“Pada akhirnya hanya ada dua kemungkinan penyesuaian kehidupan : Pertama adalah menyesuaikan hidup kita kepada prinsip-prinsip; lainnya adalah menyesuaikan prinsip-prinsip kepada hidup kita. Bila kita tidak hidup seperti apa yang kita pikirkan, kita segera berpikir seperti apa yang kita hidupi.” – Fulton J. Sheen

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: