Pemeriksaan Batin Menurut Latihan Rohani St. Ignatius Loyola

Daily Examen

Dalam Spiritualitas Ignatian dan Latihan Rohani, pemeriksaan batin (English “Examen of Consciousness”; Latin “Examen Conscientiae”) adalah aktivitas doa yang fundamental. Doa yang diambil dari tradisi para Jesuit selama hampir 500 tahun ini sangat membantu kita dalam menumbuhkan relasi personal dengan Tuhan sendiri. Pemeriksaan batin adalah sebuah aktivitas doa di mana kita hendak menemukan gerak roh di dalam hidup harian kita. Aktivitas ini dapat dilakukan di mana saja: di sela-sela istirahat makan siang di kantor, di mobil, di kamar, di perpustakaan atau di tempat lainnya. Biasanya pemeriksaan batin ini dilakukan DUA kali sehari: satu kali pada saat sebelum/sesudah makan siang dan satu lagi ketika menjelang tidur di malam hari.

Ada 5 langkah sederhana untuk melakukan pemeriksaan batin yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Lima langkah ini pada dasarnya merupakan upaya menangkap gerak roh dalam realitas hidup kita.

Sebelum memulai, usahakanlah berada di tempat yang tenang atau di tempat di mana Anda tidak begitu terganggu dengan suasana/suara sekitar. Bila Anda berada di kamar baik juga membuat suasana kamar menjadi nyaman seperti menyalakan lilin atau meredupkan lampu. Relaks dan duduklah dengan nyaman.

1. BERADA DI HADAPAN TUHAN. Sadarilah bahwa Anda hadir di hadapan Tuhan. Kesadaran bahwa kita hadir di hadapan Allah akan membawa kita kembali menyadari bahwa kita adalah ciptaanNya dan menyadari bahwa cinta Tuhan selalu menyertai hidup kita.

2. MENGUCAP SYUKUR. Lihatlah kembali peristiwa yang terjadi dalam hidup Anda selama hari yang sudah berlalu. Ingatlah kembali setiap peristiwa yang terjadi sejak Anda bangun pagi, ketika sarapan, berangkat bekerja, di kantor/sekolah, peristiwa-peristiwa yang membuat Anda tertawa, sedih, tertekan, gembira. Hidupkanlah kembali dalam ingatan Anda peristiwa yang berkesan dan penting dalam hidup Anda selama hari tersebut. Sambil mengucap syukur pada Tuhan atas berbagai peristiwa hidup yang sudah dialami selama hari itu, renungkanlah juga sisi-sisi positif dalam diri Anda, potensi dan kekuatan dalam diri Anda, dan juga kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri Anda.

3. MOHON ROH KUDUS. Mohon kepada Tuhan kehadiran Roh Kudus supaya Anda dapet dengan jernih, jujur, sabar dan tenang dalam merenungkan peristiwa, tindakan, tingkah laku dan motivasi Anda selama hari tersebut. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Yoh 16:13). Terang Roh Kudus akan memberi inspirasi bagi Anda untuk melihat peristiwa tersebut dalam terang iman, tidak menjadi hanyut dalam kekecewaan mendalam, dan di sisi lain tidak juga menjadi acuh tak acuh. Menempatkan peristiwa hidup Anda dalam kacamata iman menjadi penting karena di sinilah terang Roh Tuhan sendiri akan membukakan hati Anda untuk melihat kebaikan Allah, dan juga merasakan tawaran Allah dalam diri Anda untuk selalu terus bertumbuh.

4. MERENUNG. Sekarang, renungkanlah peristiwa hidup Anda hari itu satu persatu. Ini adalah bagian terpanjang dari pemeriksaan batin. Setelah Anda mengingat-ingat kembali peristiwa hidup Anda hari itu (langkah No.2), pada tahap ini Anda diajak untuk merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut secara lebih mendalam: Apa yang Anda rasakan dalam hati Anda?

Tinjaulah kembali perasaan-perasaan, tindakan dan dorongan batin Anda dalam mengalami sebuah peristiwa, siapa sajakah yang terlibat dalam peristiwa itu dan apa harapan, ketakutan ataupun keraguan yang Anda alami. Perlu diingat baik-baik: Ini bukanlah saat di mana Anda mengingat kesalahan/kegagalan/kekurangan diri Anda. Lebih jauh, dengan langkah ini, Anda bersama Tuhan sendiri mau melihat sejauh mana Anda dalam hidup menanggapi rahmat Tuhan, lewat peristiwa dan orang-orang yang Anda jumpai. Adakah situasi ketika Anda justru tidak berbuat apa-apa ketika seharusnya ada terpanggil untuk berbuat sesuatu yang baik? Adakah situasi di mana kita jatuh dalam ketidakjujuran dan acuh tak acuh? Adakah situasi di mana Anda justru membawa perpecahan dan bukan membawa kedamaian dan penghiburan? Adakah saat di mana kita bergembira dan solider dengan yang membutuhkan? Adakah saat di mana kita sungguh berbagi? Apakah Tuhan sungguh menjadi penggerak dan inspirasi hidup Anda dalam peristiwa-peristiwa tersebut? Latihan ini sangat berguna untuk memperdalam kesadaran diri sebagai orang beriman, di mana hidup kita adalah sebuah jawaban terus menerus atas kebaikan dan rahmat yang diberikanNya setiap hari.

5. BERBICARA DENGAN TUHAN. Wawancara hati ke hati dengan Yesus sendiri. Di sini Anda berbicara dari hati ke hati dengan Yesus sendiri, secara sungguh personal tentang hari yang Anda lalui. Berbicaralah layaknya seperti teman dekat, utarakan perasaan Anda, pikiran Anda, rasa syukur, sedih dan gembira yang Anda alami. Mungkin ada merasa butuh pengampunan, mohon bimbingan, mengucap syukur, prihatin atau sekedar bergembira atau berbagi beban. Ucapkan terima kasih pada Tuhan dengan sepenuh hati, atas kehadiranNya, atas rahmatNya, sehingga Anda bisa memAndang hidup hari ini secara lebih jernih dan tenang. Mintalah berkat Tuhan untuk dapat maju lebih baik di hari berikut. Tutuplah dengan doa Bapa Kami secara perlahan.

Bila Anda sudah terbiasa melakukan aktivitas ini, Anda akan menemukan ritme dan metode yang lebih personal. Pakailah lima tahap di atas secara leluasa, seturut gerak roh yang hadir dalam diri Anda. Anda bisa menggunakan sarana musik, gambar, lilin atau sebuah altar kecil bila Anda melakukannya di kamar.

Sumber

5 komentar

  1. artikel yang sangat bagus dan bermanfaat buat intropeksi diri .. bolehkah saya ijin copas artikelnya , terimakasih :)

    1. Silakan di copy/paste, jangan lupa mencantumkan sumbernya ya :)

  2. selamat malam,
    trimakasih atas postingannya

    saya mau bertanya, apakah roh kudus itu akan nampak seperti cahaya, dan masuk dalam diri kita? jika iya seperti itu, apa yang kita harus lakukan saat roh kudus masuk dalam diri kita?
    mohon penjelasannya,,,
    trimakasih atas perhatiannya
    Damai Kristus bersamamu

    1. Shalom DimasWisnuCandraPrabawa,

      Pada umumnya Roh Kudus tidak tampak seperti itu. Pekerjaan Roh Kudus adalah membagikan rahmat, rahmat yang mendorong kita melakukan kebaikan seperti yang diajarkan Gereja, juga ada rahmat yang menguduskan kita, misalnya setelah kita menerima sakramen tobat dan menyambut Komuni, rahmat ini tetap ada asalkan kita tidak jatuh dalam dosa berat.

      Jadi karya Roh Kudus memang tidak kelihatan. Namun kita dapat melihat apakah Roh Kudus bekerja melalui dorongan atau niat baik, serta buah-buah positif yang dihasilkan. Tentu proses penilaian ini juga tidak mudah, karena diperlukan discerment (pembedaan roh) untuk memilah mana yang berasal dari Roh Kudus, dan mana yang bukan. Silakan membaca penjelasannya di sini: https://luxveritatis7.wordpress.com/2011/08/02/pembedaan-roh-roh/

      Semoga membantu.

  3. Ignatius Budhi Hartono · · Balas

    Membenankan diri dalam Kerahiman Allah, layakkan aku di hadapanMu, berbelas kasihanlah dan ampuni dosaku, utuslah Roh Kudusmu menerangi menuntun dan menjauhkan aku dari yang jahat. Amen

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: