Simbolisme dalam Seni Katolik : Ayam Jago

 

Ayam Jago

 

Artikel berikut di copy/paste dari page Gereja Katolik ditulis oleh Admin Deo Duce

Sahabat-sahabat GK yang terkasih.

Pernahkah anda memandang menara atau atap gereja? Pernahkah anda melihat ada patung ayam jago di atas menara atau atap gereja tersebut?

Ayam jago adalah salah satu simbol Katolik dengan makna paling tua dalam sejarah.

Kita tahu bahwa kokok ayam jago menandakan terbitnya matahari. Bisa dibilang, kokok ayam jago MENYAMBUT fajar. Gelar Kristus yang bangkit adalah Sang Fajar atau Sang Timur (Latin: Oriens). Secara umum, fajar juga menandakan harapan, harapan bahwa Tuhan akan datang, saat di mana kegelapan dosa dikalahkan.

Dengan demikian, ayam jago, sebagai hewan yang menyambut fajar, melambangkan umat Allah yang berjaga-jaga dan menyambut Kristus yang bangkit. Dalam kegelapan, kita bersabar sambil terus waspada menunggu terbitnya Sang Fajar yang mengalahkan maut.

[Makna ini akan lebih dalam artinya jika bangunan gereja dirancang sedemikian rupa sehingga Misa dirayakan “ad orientem” (menghadap ke timur), dengan imam MEMBELAKANGI umat [Catatan LuxVer : Lebih tepat dikatakan bila imam dan umat sama-sama menghadap Tuhan [Ad Dominum]]. Cara Misa inilah yang digunakan dalam Misa Latin Tridentina (Tridentine Latin Mass, TLM). Banyak gereja tua di Eropa memiliki altar yang menghadap ke timur.]

Prudentius, seorang uskup dari Troyes, pernah menulis: “They say that the night-wandering demons, who rejoice in dunnest shades, at the crowing of the cock tremble and scatter in sore affright.”
(Terjemahan bebas: “Mereka berkata bahwa setan-setan yang berkeliaran saat malam, yang bergembira di dalam bayang-bayang paling gelap, saat kokok ayam jago akan gemetar ketakutan dan tercerai berai.”)

Selain itu, ayam jago juga mengingatkan kita akan kisah Santo Petrus yang menyangkal Kristus tiga kali sebelum ayam berkokok. Simbol ayam jago di atap gereja hendak memperingatkan kita agar kita terus berjaga-jaga setiap waktu, menjaga iman kita tetap menyala dengan doa dan amal kasih, sebab kita tidak tahu kapan Sang Fajar akan datang.

==============================

-Deo Duce-

 

 

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: