Audrey Assad : “Saya Bernyanyi karena Dia mencintai Saya”

Audrey Assad

“Saya berusaha untuk sungguh berterus terang dan jujur terhadap apa yang saya percayai.” 

“Semua lagu worship pada album saya bersifat vertikal. Semuanya ditujukan langsung kepada Allah, tapi tidak selalu dimaksudkan untuk dinyanyikan di dalam Gereja.” – Audrey Assad

Lux Veritatis 7 akan mulai memperkenalkan para penyanyi lagu-lagu pop rohani, hanya bedanya adalah para penyanyi tersebut adalah orang katolik. Tujuannya agar umat katolik sendiri menyadari bahwa saudara seiman mereka juga ada yang merupakan penyanyi lagu2 pop rohani yang berkualitas. Nah, penyanyi pertama yang akan kita perkenalkan adalah Audrey Assad.

Audrey Assad merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu. Ia Lahir pada 1 Juli 1983 dalam sebuah keluarga dengan latar belakang Protestan. Ia memutuskkan untuk masuk ke dalam Gereja Katolik pada tahun 2007. Beberapa album yang telah ia liris antara lain:

  • Firefly EP (2008)
  • The House You’re Building (Sparrow Records, 2010)
  • iTunes Live from SoHo (Sparrow Records, 2011)
  • Heart (Sparrow Records, 2012)

Sekilas Tentang Audrey Assad

Berikut ini adalah pengakuan Audrey saat ia berusia 19 tahun :

“Saya berusia 19 tahun ketika saya mulai memahami secara penuh gagasan tentang menyerahkan hidup saya – bukan sekedar sebagai sebuah konsep, tapi harapan sehari-hari dan impian dan kekecewaan – dan menyerahkannya kepada Allah”, ia berkata. “Saat itulah saya pertama kali menyadari bahwa Ia mengaruniakan saya [bakat] musik.”

Menarik sekali bahwa sejak usia muda Audrey sudah mulai memahami suatu hal yang mungkin tidak dipikirkan oleh orang-orang seusianya.

Lalu Audrey juga berkata bahwa hal yang membuatnya tertarik pada Gereja Katolik adalah pada perspektif aestetis, khususnya pada ritual dan arsitektur Gereja. Lalu, ia sendiri mulai membaca buku-buku teologi dan memperdalam Iman Kristiani. “Jauh lebih alami bagi saya untuk berbicara kepada Allah daripada berbicara tentang Allah”, katanya.

Lirik lagu yang ditulis Audrey pun lebih banyak menunjukkan dirinya yang sedang berbicara kepada Allah daripada berbicara tentang Allah. Ia mengakui bahwa Ia sering berbicara tentang Allah dalam kehidupan sehari-hari, tetapi ia tidak merasa bahwa ia adalah seorang pengkhotbah. Menurut saya, dari lagu-lagunya, kita akan mendapat kesan tentang pengalaman tentang Allah yang sungguh personal, tidak menggurui secara langsung, namun kita belajar dari pengalaman Audrey tentang Allah. Selain itu, Audrey juga berkata:

“Ketika saya berbicara tentang iman, biasanya melalui konteks doa dan berbalik kepada Allah atau mendengarkan Dia. Tapi pada album baru ini (i.e. album Heart), saya kira ada beberapa pengecualian untuk itu. Saya telah berusaha membentangkan diri saya sedikit demi sedikit untuk menulis lagu dengan cara yang lebih beragam. Tapi ini bukan kecenderungan alami saya. ”

Selain itu, dalam lagunya yang berjudul “Sparrow“, ia berkata “Saya bernyanyi karena Dia mencintai saya”. Dari ungkapan tersebut, kita juga bisa memahami bahwa lagu-lagu yang ditulis Audrey juga merupakan ungkapan cintanya kepada Yesus. Dan ungkapan ini mengajarkan hal penting: bahwa apapun pekerjaan kita, sudah seharusnya kita persembahkan yang terbaik kepada Allah, karena Ia telah mencintai kita dan menganugerahi kita dengan berbagai hal dan talenta. Karena Allah mencintai kita, maka kita pun juga perlu mewujudkan cinta kita pada-Nya.

Nah, setelah sedikit berkenalan tentang Audrey Assad, mari kita melihat apa yang ia sendiri katakan tentang lagu-lagunya.

Makna Lagu

Pada lagu yang berjudul “Lament”, Audrey mengawali liriknya dengan perkataan “Saya Maria dan Marta pada waktu yang bersamaan” (baca Luk 10:39-42 untuk lebih lengkapnya, intinya adalah Marta sibuk dengan banyak hal saat Yesus hadir, sedangkan Maria lebih memilih duduk dekat kaki Tuhan dan mendengarkan Yesus). Ia merasa bahwa ia selalu seperti mereka berdua, dan sulit untuk menjadi salah satunya. Hal tersebut menjadi sumber frustrasi, karena ia sulit untuk memisahkan hal-hal yang harus dilakukan demi pelayanan terhadap Allah atau sesama, hanya sekedar untuk hening dan menyadari kehadiran Allah dalam cara yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri. Seperti terkadang kamu harus beristirahat dari pekerjaan sebagai orang yang telah menikah, dan hanya hadir dalam sakramen bersama-sama selama satu menit, dan ada bersama satu sama lain, dan saya merasa itulah sesuatu yang saya perjuangkan. Jadi saya berbicara tentang itu dalam lagu “Lament” “, katanya.

Lirik lagunya ditutup dengan “Berapa lama lagi sampai saya pulang? Saya sangat lelah berlari. Berapa lama lagi kamu datang padaku? Saya menantikan hari dimana saya tidak lagi bertarung, dan saya bisa memiliki waktu yang bebas selama ada waktu”. Ia pun berkata,”Pekerjaan terbaik saya, pekerjaan tersulit saya, pekerjaan terbaik saya hanyalah untuk bersama Allah.”

Lalu pada lagu yang berjudul “Restless“, yang ditulis bersama dengan Matt Maher (salah satu penyanyi katolik juga, nanti akan ada artikel tersendiri tentangnya), Audrey mengakui bahwa lagu ini adalah lagu yang paling relevan bagi generasi saat ini. “Relasi kita telah mengalami peningkatan jumlah dan namun kurang memiliki kedalaman”. Jadi, generasi sekarang memang memiliki banyak teman, tapi hubungannya tidak mendalam, tidak intens.

“Tiap generasi memiliki sesuatu yang menyatakan kegelisahan hati manusia, dan saya berpikir bahwa kefanaan ini melakukan itu bagi generasi kita, ia memiliki tujuan. Kegelisahan saya sesungguhnya menunjukkan kebutuhan itu. Ia merupakan pengingat bahwa Allah seharusnya menjadi sumber pertama saya.” Benar sekali apa yang dikatakan Audrey, kegelisahan manusia, hasrat akan Allah, memang terwujud dalam berbagai hal. Manusia mencari kebahagiaan, melalui pencapaian kekuasaan, kedudukan, uang, seks, relasi, dst. Namun manusia tidak akan pernah puas dengan semua itu, dan hasrat untuk memenuhi hal tersebut,  hanya bisa dipenuhi dan ditemukan dalam Allah sendiri.

Nah, sekian penjelasan dari saya. Untuk berikutnya mungkin saya akan sedikit mengulas lirik lagu Audrey berikut maknanya. Nantikan artikel selanjutnya.

Artikel terebut diolah dari berbagai sumber, antara lain :

Audrey Assad (Wikipedia)

Audrey Assad Speaks to Heart

Audrey Assad Artist Profile

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: