Kutipan dari Paus Emeritus Benediktus XVI

Pope Emeritus

Lux Veritatis 7 mengumpulkan seluruh kutipan dan tulisan yang berasal dari Paus Benediktus XVI. Semoga apa yang ditulis beliau bermanfaat bagi kita semua!

———————————————————–

“Saya sekarang menghadapi bab terakhir kehidupan saya dan saya tidak tahu apa yang menanti saya. Namun saya tahu bahwa terang Allah ada, bahwa Ia bangkit, bahwa terang-Nya lebih kuat daripada kegelapan apapun, bahwa kebaikan Allah lebih kuat daripada kejahatan apapun didunia ini. Dan hal ini membantu saya untuk melangkah maju dengan pasti. Semoga hal ini membantu kita untuk melangkah maju, dan disaat ini saya sepenuh hati berterima kasih kepada mereka yang terus membantu saya memahami “Ya” kepada Allah melalui iman mereka.”

“Keberanian untuk berdiri kokoh dalam kebenaran adalah tuntutan yang tak terhindarkan dari mereka yang dikirim Tuhan sebagai domba diantara serigala. “Mereka yang takut akan Tuhan tidak akan takut”, kata kitab Sirach (34:16). Takut akan Allah membebaskan kita dari takut akan manusia. Ia membebaskan.”

“Gereja adalah tempat pertemuan dengan Putra Allah yang hidup dan karenanya menjadi tempat pertemuan diantara diri kita. Inilah sukacita yang diberikan Allah : bahwa Ia membuat diri-Nya menjadi satu diantara kita.”

“Kekudusan bukanlah kemewahan, bukanlah hak istimewa beberapa orang, sebuah tujuan yang tidak mungkin bagi orang biasa; kekudusan sebenarnya adalah tujuan akhir bersama semua manusia yang dipanggil menjadi anak-anak Allah, panggilan universal semua orang terbaptis.”

“Kebenaran dan kasih serupa dalam Kristus. Sejauh kita mendekat kepada Kristus, dalam hidup kita juga, kebenaran dan kasih bercampur.”

“Tidak dengan menghindar atau melarikan diri dari penderitan maka kita disembuhkan, melainkan dengan kemampuan kita untuk menerimanya, menjadi dewasa melaluinya dan menemukan makna melalui persatuan dengan Kristus, yang menderita dengan kasih yang tak terhingga.”

“Marilah kita melihat pada Kristus yang ditikam di Salib! Ia adalah wahyu kasih Allah yang tertinggi…Di Salib, Allah sendirilah yang memohon kasih bagi ciptaan-Nya : Ia harus akan kasih bagi setiap orang diantara kita.”

“Orang Kristen tidak pernah bisa menjadi sedih, karena mereka telah bertemu Kristus, yang menyerahkan hidup-Nya bagi mereka.”

“Beritahu mereka bahwa menjadi sahabat Yesus adalah hal yang indah, dan merupakan hal yang pantas untuk mengikuti Dia.”

“Mereka yang berdoa tidak pernah kehilangan harapan, bahkan ketika mereka menemukan diri mereka dalam keadaan yang sulit dan tak berpengharapan secara manusiawi.”

“Sekarang kita tidak bisa lagi menjadi seorang Kristen sebagai konsekuensi dari fakta bahwa kita hidup dalam masyarakat yang memiliki akar kristiani : bahkan mereka yang lahir dalam keluarga jristen dan dibentuk dalam iman harus, setiap hari, memperbaharui pilihan untuk mengikuti Kristus, memberikan Allah tempat pertama, bukannya menyerah pada godaan yang terus menerus diberikan oleh budaya yang tersekulerisasi, atau kritisisme orang-orang jaman sekarang”

“Godaan untuk menyingkirkan iman selalu ada dan pertobatan menjadi sebuah tanggapan kepada Allah yang harus diteguhkan terus menerus sepanjang hidup manusia”

“Sangat membantu bagi kita untuk mengaku dosa dengan teratur. Benar bahwa dosa kita selalu sama; tapi kita membersihkan rumah kita, ruangan kita, paling tidak sekali seminggu bahkan bila kotorannya selalu sama, dengan tujuan untuk hidup dalam kebersihan, untuk memulai kembali. Bila kita melakukan hal yang sebaliknya,  kotoran mungkin tidak dilihat, tapi kotoran tersebut akan bertambah”

“Jika engkau mengikuti kehendak Allah, engkau tahu bahwa biarpun ada serba macam hal mengerikan yang terjadi atas dirimu, namun engkau tidak akan kehilangan tempat perlindungan terakhir. Engkau tahu bahwa fondasi dunia ini adalah kasih sehingga biarpun tak ada seorang manusia pun yang dapat atau bersedia membantumu, engkau tetap dapat berjalan maju, seraya mempercayai Ia yang mengasihimu”

“Bahkan sekarang ini Allah meminta kita untuk menjadi “penjaga” bagi saudara dan saudari kita (Kej 4:9) untuk membuat sebuah hubungan yang berdasarkan [sikap] saling memperhatikan satu sama lain”

“Orang muda menginginkan hal-hal besar…Kristus tidak menjanjikan kehidupan yang mudah. Mereka yang menginginkan kenyamanan telah masuk ke jalan yang salah. Tapi kristus menunjukkan kita jalan menuju hal-hal besar, kebaikan, terhadap kehidupan manusia yang autentik”

“Rasa bersalah tidak boleh dibusukkan dalam keheningan jiwa,  meracuni jiwa dari dalam. Rasa bersalah perlu diakukan. Melalui pengakuan dosa kita membawanya kedalam terang, kita menempatkannya dalam cinta Kristus yang memurnikan. Dalam pengakuan, Tuhan membasuh kaki kita yang kotor lagi dan lagi dan mempersiapkan kita untuk berada di meja perjamuan dengan-Nya”

“Pertanyaan tentang kebenaran dan apa itu kebaikan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Bila kita tidak lagi mengenali apa yang benar tidak tidak lagi bisa membedakannya dari apa yang salah, dan menjadi tidak mungkin bagi kita untuk mengenali apa yang baik; perbedaan antara kebaikan dan kejahatan kehilangan dasarnya”

“Kemuliaan Maria terletak di dalam fakta bahwa Ia ingin memuliakan Allah, bukan dirinya”

“Begitu banyak umat terbaptis kehilangan identitas dan keanggotaannya : mereka tidak tahu konten iman yang esensial atau mereka berpikir bahwa mereka bisa menumbuhkan iman terpisah dari perantaraan Gerejawi. Dan sementara banyak orang melihat dengan ragu pada kebenaran-kebenaran yang diajarkan Gereja, yang lainnya mereduksi Kerajaan Allah menjadi suatu nilai-nilai besar, yang tentu berhubungan dengan Injil, tapi tidak lagi berhubungan dengan inti iman Kristen…Dalam konteks ini, bagaimana kita menghidupi tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita oleh Tuhan?”

“Kekudusan bukan berarti tidak membuat kesalahan atau tidak pernah berdosa. Kekudusan tumbuh dengan kesanggupan untuk perubahan, pertobatan, kerelaan untuk memulai kembali, dan diatas segalanya, kesanggupan untuk [memulai] rekonsiliasi dan pengampunan”

“Memiliki iman yang jelas, berdasarkan pada Syahadat Gereja, sering dicap sebagai fundamentalisme. Sedangkan, relativisme, dimana membiarkan diri dilempar dan “tersapu oleh angin pengajaran”, sepertinya merupakan sikap yang satu-satunya diterima pada standar saat ini. Kita sedang bergerak menuju kediktatoran relativisme yang tidak mengakui apapun yang pasti dan tujuan tertingginya adalah egonya sendiri dan keinginannya sendiri.”

“Setiap kali tepuk tangan terjadi di tengah liturgi yang disebabkan oleh semacam prestasi manusia, itu adalah tanda yang pasti bahwa esensi liturgi telah secara total hilang, dan telah digantikan dengan semacam pertunjukan religius.”

“Liturgi bukan tentang kita yang melakukan sesuatu, bukan tentang kita yang menampilkan kreativitas kita, bukan tentang kita menampilkan semua hal yang bisa kita lakukan. Liturgi bukanlah sebuah pertunjukan, teater, ataupun sebuah pawai”

“Ada yang salah menafsirkan pencarian akan kebenaran ini, yang memimpin mereka kepada irasionalitas dan fanatisme; mereka menutup diri mereka sendiri dalam “kebenarannya”, dan mencoba untuk memaksakannya pada orang lain. … Siapapun yang bertindak irasional, tidak bisa menjadi murid Yesus. Iman dan akal adalah penting dan saling melengkapi dalam pencarian akan kebenaran.”

“Ketika Allah dikesampingkan, dunia menjadi tempat yang tidak ramah bagi manusia.”

“Seringkali doa dilakukan pada situasi-situasi sulit, pada masalah-masalah pribadi yang membawa kita berpaling kepada Tuhan guna mendapatkan keringanan, kenyamanan dan bantuan. Maria mengajak kita untuk memperluas dimensi doa, untuk berpaling kepada Allah tidak hanya pada saat butuh dan tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga dalam cara yang tak terbagi, tekun, dan setia, dengan ‘sehati sejiwa.’”

“Percaya dalam tindakan Roh Kudus harus selalu mendorong kita untuk pergi dan mewartakan Injil, menjadi saksi iman yang berani; tapi, selain dari kemungkinan adanya tanggapan positif terhadap karunia iman, juga ada kemungkinan penolakan terhadap Injil, kemungkinan untuk tidak menerima pertemuan penting dengan Kristus. St. Augustinus sudah menyatakan masalah ini dalam salah satu komentarnya terhadap perumpamaan Penabur. “Kita berbicara”, ia berkata, “kita menebar benih, kita menaburkan benih. Ada orang yang mengejek kita, mereka yang mengolok-olok kita, mereka yang mencemoohkan kita. Bila kita takut pada mereka kita tidak memiliki apapun untuk ditabur dan pada hari panen kita tidak akan menuai hasil panen. Karenanya semoga benih didalam tanah yang baik dapat bertumbuh” (Discourse on Christian Discipline, 13,14: PL 40, 677-678). Penolakan, karenanya tidak dapat melemahkan kita. Sebagai orang Kristen, kita adalah bukti dari tanah yang subur ini. Iman kita, bahkan dengan kelemahan-kelemahan kita, menunjukkan bahwa ada tanah yang baik, dimana benih Sabda Allah menghasilkan buah keadilan, kedamaian, cinta, kemanusiaan dan keselamatan yang melimpah. Dan seluruh sejarah Gereja, dengan semua persoalannya, juga menunjukkan bahwa ada tanah yang baik, bahwa ada benih yang baik dan benih tersebut menghasilkan buah.”

Kumpulan tweets Paus Benediktus XVI :

“Teman-teman yang terkasih, saya senang berkomunikasi denganmu melalui Twitter. Terima kasiha atas tanggapanya yang baik. Saya memberkati kalian semua dari hatiku.” (12 Desember 2012)

“Bagaimana kita bisa merayakan Tahun Iman dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari kita? Dengan berbicara dengan Yesus dalam doa, mendengarkan apa yang Ia katakan kepadamu dalam Injil dan mencari Ia dalam diri mereka yang membutuhkan” (12 Desember 2012)

“Bagaimana bisa iman dalam Yesus dihidupi dalam dunia tanpa harapan? Kita bisa yakin bahwa orang beriman tidak pernah sendirian. Allah adalah batu karang yang kokoh yang diatasnya kita membangun hidup kita dan kasih-Nya selalu setia.” (12 Desember 2012)

“Ada saran tentang bagaimana untuk lebih sering berdoa ketika kita sibuk dengan tuntuan pekerjaan, keluarga dan dunia? Persembahkan segala sesuatu yang kamu lakukan kepada Tuhan, mohon pertolongan-Nya di segala situasi kehidupan sehari-hari dan ingatlah bahwa Ia selalu ada disampingmu.” (12 Desember 2012)

“Kehidupan iman setiap orang memiliki masa-masa terang, tapi juga ada masa-masa kegelapan. Bila kamu ingin berjalan dalam terang, biarkan sabda Allah menjadi pembimbingmu” (19 Desember 2012)

“Maria dipenuhi dengan sukacita ketika memahami bahwa ia akan menjadi ibu Yesus, Putra Allah yang menjadi manusia. Sukacita sejati datang dari persatuan dengan Allah” (19 Desember 2012)

“Ketika kamu menyangkal Allah, kamu menyangkal martabat manusia. Siapapun yang membela Allah membela pribadi manusia” (21 Desember 2012)

“Kita tidak memiliki kebenaran, kebenaranlah yang memiliki kita. Kristus, yang adalah kebenaran, mengambil kita melalui tangan-Nya” (21 Desember 2012)

“Di akhir tahun, kita berdoa agar Gereja, dengan kekurangan-kekurangannya, dapat semakin dikenali sebagai tempat berdiamnya Kristus” (21 Desember 2012)

“Mengikuti contoh Kristus, kita harus belajar untuk memberikan diri kita secara menyeluruh. Hal yang lain dari itu tidaklah cukup” (9 Januari 2013)

“Apa yang terjadi dalam Baptisan? Kita disatukan selamanya bersama Yesus, lahir kembali ke dalam kehidupan baru” (13 Januari 2013)

“Apa arti hari Minggu, hari Tuhan, bagi kita? Hari itu adalah hari untuk beristirahat dan keluarga, tapi terutama adalah hari untuk Tuhan” (27 Januari 2013)

“Setiap manusia dikasihi Allah Bapa. Tidak seorangpun merasa dilupakan, karena setiap nama ditulis di dalam hati Tuhan yang baik” (30 Januari 2013)

“Sekarang saya  memikiri pemikiran khusus untuk setiap rohaniwan : semoga mereka selalu mengikuti Kristus dengan setia di dalam kemiskinan, kemurnian dan ketaatan” (2 Februari 2013)

“Mari kita meniru Perawan Maria dalam menyambut dan menjaga perkataan Yesus, untuk mengenali Ia sebagai Tuhan dalam hidup kita” (3 Februari 2013)

“Segala sesuatu adalah karunia dari Allah : hanya dengan menyadari ketergantungan krusial ini terhadap Pencipta kita akan menemukan kebebasan dan kedamaian” (6 Februari 2013)

“Kita harus percaya dalam kuasa kerahiman Allah. Kita semua pendosa, tetapi rahmat-Nya mengubah kita dan menjadikan kita baru” (10 Februari 2013)

“Selama masa prapaskah yang dimulai hari ini, kita memperbaharui komitmen kita bagi jalan pertobatan, menyediakan ruang yang lebih bagi Allah di hidup kita” (13 Februari 2013)

“Masa prapaskah adalah waktu yang menguntunngkan untuk menemukan kembali iman kepada Allah sebagai fondasi kehidupan kita dan kehidupan Gereja ” (17 Februari 2013)

“Pada hari-hari penting ini, saya meminta anda untuk berdoa bagi saya dan bagi Gereja, selalu percaya pada Penyelenggaraan Ilahi” (24 Februari 2013)

“Seandainya semua orang bisa mengalami sukacita menjadi seorang Kristen, dikasihi oleh Allah yang memberikan Putra-Nya bagi kita!” (27 Februari 2013)

“Terima kasih atas cinta dan dukungan anda. Semoga anda selalu mengalami sukacita yang datang dari Kristus yang ditempatkan di pusat kehidupan anda” (28 Februari 2013, Tweet terakhir Paus Benediktus XVI)

Berikut ini adalah kumpulan tulisan dengan kategori Paus Benediktus XVI dari Lux Veritatis 7 :

  1. Audiensi Umum Terakhir Bapa Suci :”Saya tidak meninggalkan salib!”
  2. Terjemahan Teks Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI
  3. Seruan Paus Benediktus XVI bagi Kaum Muda
  4. Foto Ulang Tahun Paus Benediktus XVI
  5. Iman dan Akal Budi – Kuliah Paus Benediktus XVI Di Regensburg
  6. Doa Multireligius dan Doa Interreligius
  7. Quote Dari Paus Benediktus XVI – Iman Yang Dewasa
  8. Teologi Berlutut – Paus Benediktus XVI
  9. Paus Benediktus XVI tentang Liturgi dan Komuni Lidah
  10. Katekese Bapa Suci tentang Liturgi – Part 1
  11. Katekese Bapa Suci tentang Liturgi – Part 2
  12. Homili Misa Tengah Malam Natal – Paus Benediktus XVI
  13. Akankah ada Ruang Bagi Yesus? Refleksi Natal Paus Benediktus XVI
  14. “Siapakah Yesus dari Nazareth bagi Diri Kita?”
  15. “Eli Eli Lama Sabachtani” – Refleksi dari Paus Benediktus XVI 
  16. Fiat Lux – Jadilah Terang
  17. Tanya Jawab Bersama Paus Benediktus XVI
  18. Beberapa Quotes Bapa Suci saat WYD di Madrid – Part 1
  19. Beberapa Quotes Bapa Suci saat WYD di Madrid – Part 2
  20. Beberapa Quotes Bapa Suci saat WYD di Madrid – Part 3
  21. Beberapa Quotes Bapa Suci saat WYD di Madrid – Part 4
  22. Homili Paus Benediktus XVI – Misa WYD
  23. Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) tentang Penyembahan kepada Allah

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: