Seruan Paus Benediktus XVI bagi Kaum Muda

Quote Paus Benediktus XVI 1

Ini adalah sebagian dari Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk World Youth Day ke 28 (silakan diklik). Menarik untuk disimak bagaimana Bapa Suci menganjurkan kaum muda untuk menghidup iman katolik mereka. Berikut ini adalah sebagian terjemahannya (dengan sedikit perubahan), dengan penekanan bold hitam dan berwarna merah dari saya :

Ketika kamu memproklamasikan Injil, kamu sendiri bertumbuh hingga menjadi lebih dalam berakar dalam Kristus dan dewasa sebagai orang Kristen. Komitmen missioner adalah dimensi iman yang esensial. Kita tidak bisa menjadi orang beriman sejati bila kita tidak melakukan evangelisasi. Proklamasi Injil hanya bisa menjadi akibat dari sukacita yang datang dari bertemu Kristus dan menemukan didalam Ia batu karang yang diatasnya kita membangun kehidupan kita. Ketika kamu bekerja menolong orang lain dan menyatakan Injil kepada mereka, maka kehidupanmu, begitu terpecah karena banyaknya aktivitasmu, akan menemukan kesatuan mereka di dalam Tuhan. Kamu juga akan membangun dirimu sendiri, dan kamu akan bertumbuh dan dewasa dalam kemanusiaan.

Saya mendorong kamu untuk memikirkan karunia-karunia yang telah kamu terima dari Allah agar kamu dapat meneruskannya pada mereka. Belajarlah untuk membaca kembali sejarah pribadimu. Sadarilah akan warisan yang luar biasa yang diteruskan kepadamu dari generasi sebelumnya. Begitu banyak orang-orang yang dipenuhi dengan iman telah berani meneruskan iman ketika menghadapi godaan dan ketidakmengertian. Jangan pernah lupakan bahwa kita adalah mata rantai dalam rantai besar pria dan wanita yang telah meneruskan kebenaran iman dan yang bergantung pada kita untuk meneruskannya bagi orang lain. Menjadi seorang missioner mengasumsikan pengetahuan tentang warisan ini, yang adalah iman Gereja. Perlu sekali untuk mengenal apa yang kamu percaya, agar kamu dapat memproklamasikannya. Seperti yang saya tulis dalam YouCat :

“Kamu perlu tahu apa yang kamu percaya. Kamu perlu mengetahui imanmu dengan ketepatan yang sama seperti spesialis IT mengetahui kerja internal sebuah komputer. Kamu perlu memahaminya seperti musisi yang baik yang mengetahui karya musik yang ia mainkan. Ya, kamu perlu diakarkan secara lebih mendalam dalam iman daripada generasi orang tuamu agar kamu bisa menghadapi tantangan-tantangan dan godaan-godaan zaman sekarang dengan kekuatan dan determinasi. 

Teman-teman terkasih, bukalah matamu dan lihatlah sekelilingmu. Begitu banyak orang muda tidak lagi melihat makna didalam kehidupan mereka. Pergilah! Kristus juga membutuhkanmu. Biarkan dirimu ditangkap dan ditarik oleh kasih-Nya. Jadilah pelayan kasih yang tak terselami ini, agar ia menjangkau semua orang, khususnya yang berada “jauh disana”. Beberapa orang berada jauh secara geografis, tapi orang lain jauh karena cara hidup mereka tidak memiliki tempat bagi Allah. Beberapa oramg tidak pernah secara pribadi menerima Injil, sementara yang lain telah diberikan, namun hidup seolah-olah Allah tidak ada. Mari buka hati kita kepada semua orang. Mari kita masuk ke dalam percakapan dengan kesederhanaan dan rasa hormat. Bila percakapan ini diadakan dalam persahabatan sejati, ia akan menghasilkan buah. “Bangsa-bangsa” yang kita undang untuk menjangkau tidak hanya bangsa lain di dunia ini. Mereka juga adalah area-area yang berbeda dari kehidupan kita, seperti keluarga kita, komunitas, tempat belajar dan bekerja, kelompok teman, dan tempat dimana kita menghabiskan waktu luang kita. Proklamasi Injil yang bersukacita dimaksudkan untuk semua area kehidupan kita, tanpa terkecuali.

Saya ingin menekankan du area dimana komitmen missioner semakin diperlukan : Pertama adalah bidang komunikasi sosial, secara khusus adalah dunia internet. Seperti yang aku sebutkan padamu di kesempatan lain :”Saya meminta kamu memperkenalkan kedalam budaya lingkungan teknologi komunikasi dan informasi baru ini, nilai-nilai dimana kamu membangun hidupmu…Hal ini secara khusus jatuh pada orang muda, yang hampir memiliki kedekatan yang spontan dengan sarana komunikasi baru, untuk bertanggung jawab bagi evangelisasi benua digital ini” (Message for the 43rd World Communications Day, 24 May 2009). Belajarlah cara menggunakan media ini dengan bija. Sadarilah bahaya yang tersembunyi yang ada di dalamnya, khususnya resiko akan kecanduan, akan mencampurkan dunia nyata dengan dunia virtual, dan akan penggantian pertemuan personal dan langsung dan dialog dengan hubungan internet

Teman-teman terkasih, jangan pernah lupa bahwa tindakan kasih yang pertama yang bisa kamu lakukan bagi orang lain adalah berbagi sumber pengharapan kita. Bila kita tidak memberikan Allah pada mereka, kita memberikan terlalu sedikit pada mereka! Yesus memerintahkan para rasul-Nya :”Pergilah, jadikan seluruh bangsa muridku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka untuk menaati segala sesuatu yang aku perintahkan kepadamu” (Mat 28 : 19-20). Cara utama adalah bahwa kita harus “menjadikan murid” melalui baptisan dan katekese. Ini artinya menuntun orang yang kita evangelisasi untuk bertemu dengan Kristus yang hidup didalam kata dan sakramen-sakramen. Dalam cara ini mereka bisa percaya pada-Nya, mereka bisa mengenal Allah dan hidup di dalam rahmat-Nya. Saya ingin agar setiap dari kalian bertanya pada diri sendiri : Sudahkah aku memiliki keberanian untuk mengajukan baptisan kepada orang muda yang belum menerimanya? Sudahaku aku mengundang setiap orang untuk melakukan perjalanan menemukan iman Kristen? Teman-teman terkasih, jangan takut untuk menyarankan suatu pertemuan dengan Kristus kepada orang-orang seusiamu. Mintalah pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus akan menunjukkanmu jalan untuk mengenal dan mencintai Kristus bahkan secara penuh, dan menjadi kreatif dalam menyebarkan Injil

Aku mendorong kamu untuk menjadikan doa dan sakramen-sakramen sebagai fondasi evangelisasi yang autentik yang lahir dari doa dan ditunjang oleh doa. Pertama-tama kita harus berbicara dengan Allah agar mampu berbicara tentang Allah. Dalam doa kita mempercayakan kepada Tuhan kita orang-orang yang kepadanya kita diutus, memohon agar Ia menyentuh hati mereka. Kita memohon pada Roh Kudus untuk menjadikan kita instrument bagi keselamatan mereka. Kita meminta Kristus untuk menaruh kata-kata-Nya di bibir kita dan menjadikan kita tanda kasih-Nya. Dalam cara yang lebih umum, kita berdoa bagi misi seluruh Gereja, seperti yang diminta Yesus secara eksplisit kepada kita :” Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Mat 9 : 38)

Temukan di dalam Ekaristi sumber kehidupan iman dan saksi Kristen, dan dengan teratur hadirilah Misa tiap Minggu dan kapanpun yang kamu bisa selama seminggu. Dekatilah Sakramen Tobat sesering mungkin. Sakramen tobat merupakan pertemuan yang special dengan belas kasih Allah yang didalamnya Ia menyambut kita, mengampuni kita dan memperbaharui hati kita dalam kasih. Berusahalah untuk menerima sakramen krisma bila kamu belum menerimanya, dan persiapkan dirimu dengan kepedulian dan komitmen. Krisma seperti Ekaristi, sakramen misi/perutusan, karena ia memberi kita kekuatan dan kasih Roh Kudus untuk mengakui iman kita tanpa rasa takutSaya juga mendorong kamu untuk melakukan adorasi Ekaristi. Waktu yang dihabiskan dalam mendengar dan berbicara bersama Yesus yang hadir dalam Sakramen Kudus menjadi sumber antusiasme missioner baru.

Bila kamu mengikuti jalan ini, Kristus sendiri akan memberikan kamu kemampuan untuk setia secara utuh kepada sabda-Nya dan menjadi saksi yang berani dan setia bagi-Nya. Kami akan diapnggil untuk membuktikan ketekunanmu, secara khusus ketika Sabda Allah bertemu dengan penolakan atau oposisi. Dalam area-area tertentu kehidupan kita, beberapa dari kamu menderita dari fakta bahwa kamu tidak bisa menjadi saksi umum bagi imanmu dalam Kristus karena kurangnya kebebasan beragama. Beberapa orang telah membayar dengan hidup mereka harga untuk menjadi milik Gereja. Aku meminta kamu untuk kokoh dalam iman, yakin bahwa Kristus ada di sisimu di setiap pencobaan. Kepadamu juga Ia berkata : “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Mat 5 : 11-12)

Akhirnya, orang muda terkasih, saya meminta kamu semua mendengar, di kedalaman hatmu, panggilan Yesus untuk memproklamasikan Injil-Nya. Seperti yang ditunjukkan oleh Patung Kristus Sang Penebus di Rio de Janeiro, hatinya terbuka dengan cinta untuk setiap orang, dan tangannya terbuka lebar untuk menjangkau setiap orang. Jadilah hati dan tangan Yesus bagi dirimu! Pergilah dan jadilah saksi akan cinta-Nya! Jadilah generasi missioner baru, yang didorong oleh kasih dan keterbukaan kepada semua orang! Ikutilah contoh misionaris besar Gereja seperti St. Fransiskus Xaverius dan banyak lainnya.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: