Salam dari Seorang Ibu. Refleksi Scott Hahn Minggu 4 Adven

Bacaan

Mikah 5:1-4
Mazmur 80:2-3, 15-16, 18-19
Ibrani 5:5-10
Lukas 1:39-45
______________________________________________

Pada Minggu terakhir sebelum Natal, Liturgi Gereja menyatakan identitas Penyelamat kita yang sebenarnya:
Ia adalah, seperti di Bacaan Pertama katakan, “penguasa…yang asal mulanya sudah sejak…purbakala.” Ia akan datang dari Betlehem, dimana Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai dan raja yang diurapi” (lih. Rut 4:11-17; 1 Samuel 16:1-13; 17:1; Matius 2:6).

Allah menjanjikan bahwa pewaris takhta Daud akan berkuasa pada singgasananya untuk selama-lamanya (lih. 2Samuel 7:12-13; Mazmur 89; Mazmur 132:11-12).

Yesus adalah pewaris itu, Dialah yang para nabijanjikan akan mengumpulkan suku-suku Israel yang terpencar kedalam kerajaan baru (lih. Yesaya 9:5-6; Ezekiel 34:23-25, 30; 37:35). Ia adalah “gembala Israel,” yang dinyanyikan dalam Mazmur hari ini. Dari takhtaNya di surga, Ia telah “datang untuk menyelamatkan kita.”

Bacaan dari surat Ibrani hari ini memberitahukan kepada kita bahwa Ia adalah Anak Daud dan satu-satunya Anak Allah yang “diperanakkan”, datang “ke dalam daging” (lihat juga Mazmur 2:7). Ia juga “imam besar” kita, menurut peraturan Melkisedek yang misterius, “Imam dari Allah Maha Tinggi”, yang memberkati Abraham pada permulaan sejarah keselamatan (lih Mazmur 110:4; Kejadian 14:18-20).

Semua ini dikenal oleh Yohanes ketika ia melonjak kegirangan didalam rahim ibunya. Elisabeth juga, dipenuhi dengan sukacita dan Roh Kudus. Ia mengenali bahwa didalam rahim Maria “Ibu dari Tuhanku” [Yesus] telah datang kepadanya. Kita mendengar didalam perkataannya, gema lainnya dari kitab Mazmur yang dikutip bacaan hari ini (lih. Mazmur 2:7). Elisabeth memberkati Maria karena imannya, bahwa Firman Allah akan dipenuhi didalam dirinya.

Maria menandai pemenuhan bukan hanya dari janji malaikat kepadanya, tapi semua janji Allah sepanjang sejarah. Maria adalah orang yang mereka tunggu dibacaan pertama hari ini – “dia yang melahirkan.” Dia akan melahirkan minggu ini, pada hari Natal. Dan buah rahimnya akan membawa sukacita bagi kita – dia adalah ibu Tuhan kita.

Sumber

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: