Pasal Kelima dari Syahadat

T. Apa yang diajarkan pada kita dalam pasal kelima : Ia turun ke neraka; pada hari ketiga Ia bangkit kembali dari mati?

J. Pasal kelima dari syahadat mengajarkan kita bahwa Jiwa Yesus Kristus, walau terpisah dari Tubuh-Nya, turun ke Limbo para Bapa Kudus, dan pada hari ketiga jiwa-Nya disatukan sekali lagi kepada Tubuh-Nya, tidak pernah terpisah darinya lagi.

2 T. Apa yang dimaksud dengan neraka?
J. Neraka berarti Limbo dari  para Bapa yang kudus, tempat dimana jiwa-jiwa orang benar ditahan, dalam pengharapan akan penebusan melalui Yesus Kristus.

3 T. Mengapa jiwa-jiwa dari para Bapa yang Kudus tidak diijinkan masuk ke surga sebelum kematian Yesus Kristus?
J. Jiwa-jiwa dari para Bapa yang Kudus tidak diijinkan masuk ke surga sebelum kematian Yesus Kristus, karena surga tertutup oleh dosa Adam, dan pantas bagi Yesus, yang membukanya kembali melalui kematian-Nya, harus menjadi orang pertama yang masuk ke surga.

4 T. Mengapa Yesus Kristus menunda kebangkitan-Nya sendiri sampai hari ketiga?
J. Yesus Kristus menunda kebangkitan-Nya sendiri sampai hari ketiga untuk menunjukkan dengan jelas bahwa Ia sungguh mati.

5 T. Apakah kebangkitan Yesus Kristus seperti kebangkitan manusia lain yang dibangkitkan dari mati?
J. Tidak, kebangkitan Yesus Kristus tidak seperti kebangkitan manusia lain yang dibangkitkan dari mati, karena Ia bangkit dengan kuasa-Nya sendiri, sementara manusia lain bangkit dengan kuasa Allah.

4 komentar

  1. Mengapa dikatakan “Limbo Para Bapa yg Kudus”? Bukankah menurut ajaran katolik Bapa merupakan salah satu pribadi Allah yg tritunggal? Mohon menjelasannya.. Bkdl.

    1. Ivan yang terkasih,
      Yang disebut “para bapa” di sini adalah bapa-bapa bangsa seperti Abraham, Ishak, dan Yakub, serta nabi-nabi dan orang-orang suci lainnya dalam Perjanjian Lama.

      Salam,

      1. Ibu/ Suster Anne Ytk,
        Satu pertanyaan lagi dr saya. Apakah “Limbo” yg dimaksud sama dgn “Puri Batin” yg dikatakan oleh St. Theresia Avilla? Tks. Bkdl.

      2. Shalom Ivan,

        Maksudnya berbeda. Puri batin yang dimaksud St. Teresa Avila adalah jiwa manusia, sedangkan limbo yang dimaksud adalah tempat penantian.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: