St. Pedro Calungsod, Katekis dan Martir

Santo Pedro Calungsod merupakan salah satu dari 7 orang kudus yang dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI pada 21 Oktober 2012. Pedro Calungsod adalah seorang katekis muda. Ia lahir di Cebu, pada tahun 1655. Ia keturunan suku Visayas. Ia digambarkan sebagai pemuda berkulit coklat terang, berwajah bulat dengan hidung kecil, mata hitam, rambut hitam lurus hingga tengkuk, selalu mengenakan kemeja camisas dan celana selutut yang disebut calzones.

Ia pernah belajar di sekolah berasrama milik Serikat Yesus. Ia belajar dalam bahasa Spanyol, sebagai calon baptis dan penerima komuni pertama. Ia memiliki keahlian dalam hal menggambar, melukis, menyanyi, bermain drama dan pertukangan kayu. Ia juga seorang Putra altar pada misa Tridentine.

Tahun 1668, ia memulai perjalanannya bersama misionaris Yesuit ke kepulauan Ladrones. Lalu ia bersama Pastor Luise San Vitores menuju Pulau Guam untuk mengajar Suku Komoro. Sejumlah besar penduduk setempat mau dipertobatkan dan menjadi katolik.

Waktu itu, seorang pedagang China bernama Choco memfitnah bahwa air yang digunakan untuk membaptis beracun. Hal itu tersebar setelah meninggalnya beberapa bayi setelah dibaptis. Choco didukung oleh para dukun (macanjas) dan gigolo (urritaos) yang benci pada misionaris. Sebagian penduduk mulai mempercayai fitnah itu.

Sabtu pagi, 2 April 1672, istri kepala desa melahirkan bayi perempuan. Sang kepala desa yang bernama Mata’pang menolak pembaptisan karena sudah termakan fitnah si Choco. Namun saat Mata’pang pergi, Pastor Vitores membaptis bayi itu atas ijin ibunya yang  katolik. Sang kepala desa bertambah marah dan menyerang dengan tombak. Calungsod sebenarnya bisa mengatasi serangan itu, tapi sang pastor melarangnya untuk membawa senjata. Ia pun bisa melarikan diri, tapi ia tidak mau meninggalkannya sendirian. Akhirnya, tombak itu menghujam dada Calungsod, dan ia wafat pada usia 17 tahun. Saat sakratul maut, Calungsod sempat menerima sakramen pengampunan sebelum sang pastor akhirnya dibunuh. Jenazad mereka dibuang ke teluk Tumon dengan batu besar terikat di kaki dan tidak pernah ditemukan.

Tahun 1994, diajukan proses beatifikasi Calungsod, dan selesai pada 1999. Pada Maret 2000 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II. Dan sekarang ia telah menjadi santo. Ia adalah pelindung para katekis, kaum muda, dan putra altar. Pestanya diperingati setiap tanggal 2 April. Santo Pedro Calungsod, doakanlah kami!

Tulisan ini ditulis ulang dari majalah Hidup dengan beberapa perubahan, dan tidak semuanya tercantum pada artikel ini.

Doa Kepada Santo Pedro Calungsod,

Pedro Calungsod yang terberkati, murid, katekis, migran muda, misioner, teman yang setia, martir, engkau menginspirasi kami dengan kesetiaanmu di masa-masa sulit; dengan keberanianmu dalam mengajar iman di tengah kejahatan; dengan cintamu saat engkau menumpahkan darah demi Injil. Jadikan masalah kami masalahmu (sebutkan masalah anda) dan berbicaralah mewakili kami dihadapan tahta Kerahiman dan Rahmat agar, selagi kami mengalami pertolongan surga, kami didorong untuk hidup dan mewartakan Injil di bumi ini. Amen.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: