Mengapa Yesus memilih Yudas ?

oleh Jason G. Hull

Bertahun-tahun saya telah menyaksikan orang-orang menyatakan bahwa mereka telah meninggalkan Gereja Katolik karena berbagai macam pengalaman yang mereka alami dengan sesama Katolik baik klerus, biarawan, dan awam. Boleh jadi, ada seorang imam yang terbukti tidak setia terhadap panggilannya. Barangkali mereka menyaksikan beberapa biarawan/wati mendukung suatu ajaran sesat. Mungkin, mereka merasa bahwa umat awam Katolik yang mereka jumpai terkesan suam-suam kuku dan kurang iman. Atau yang terburuk, barangkali mereka kehilangan haknya dengan uskup-uskup tertentu yang kelihatannya melemahkan kekuatan dan pendirian/keteguhan dalam bertahan bagi Kristus, Gereja dan membela kebenaran. Semua itu dapat menjadi sangat menyusahkan, namun daftar tersebut tidak hanya menggores permukaan dari banyak hal bermasalah yang berbeda yang seorang Katolik bisa jumpai ketika berhadapan dengan sesama Katolik. Ini dapat sangat menyakitkan dan mengecewakan. Bahkan ini cukup dapat menimbulkan beberapa pertanyaan apakah mereka seharusnya meninggalkan Gereja Katolik dan mencari sebuah kongregasi Protestan yang memiliki secara berlimpah apa yang ditemukan kurang dalam pertemuan yang mengecewakan mereka dengan Katolik. Bagi semua orang yang telah dan sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Gereja Katolik karena keadaan demikian, saya mempunyai satu pertanyaan bagi kamu untuk dipertimbangkan: Mengapa Yesus memilih Yudas Iskariot sebagai salah satu dari Dua belas Rasul ?

Mengapa Yesus memilih Yudas? Kitab Suci memberitahu kita bahwa Yesus mengetahui hati manusia(Yoh 2:24-25). Memang, bahkan Yesus sejak awal sudah tahu saat Ia memilih Yudas bahwa Yudas akan mengkhianatinya. Pada Yohanes 6:64 dikatakan,”Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia”. Dan dalam Yoh 6:70 Yesus berkata,”Bukankah aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah iblis.” Oleh karena itu pemilihan Yudas bukanlah kesalahan. Yesus sudah tahu isi hati Yudas, dan namun demikian Yesus memilih dia. Bahkan Dia menetapkan Yudas sebagai bendaharawan para Rasul walaupun mengetahui bahwa Yudas adalah seorang pencuri.

Jadi mengapa Yesus melakukan ini? Beberapa orang mungkin berkata karena Dia harus disalibkan untuk menebus dunia. Tetapi saya akan menanggapi pernyataan tersebut,”Yesus adalah Tuhan. Dia bisa sampai kepada salib dengan cara apapun yang Dia inginkan, melalui lebih banyak cara yang kamu atau saya dapat bayangkan. Oleh karena itu, pengkhianatan Yudas bukanlah jalan yang perlu untuk sampai kepada salib.” Jadi, kalau begitu, mengapa Yesus memilih Yudas? Harus ada alasan yang baik dibalik itu dan signifikan/penting pada saat itu.

Ini adalah teori saya:

Yesus memilih Yudas untuk mengilustrasikan kepada kita satu hal yang sangat penting: Jika satu dari 12 Rasul awal dapat mengkhianati Yesus, maka tidak terlalu sulit atau tidak mustahil kalau terdapat uskup, imam, biarawan, atau umat awam dari pelbagai kedudukan melakukan hal yang sama. Pesannya sederhana : Akan selalu ada Yudas Iskariot-Yudas Iskariot di dalam Gereja.

Tetapi kehadiran Yudas tidak membatalkan kehadiran Gereja. Hal ini terlihat pada bagian dari Yohanes 6. “Mulai waktu itu banyak murid murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya:”Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya:”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataanmu adalah perkataan hidup yang kekal…”(Yoh 6:66-68). Tepat setelah pertukaran ini Yesus berkata,”Bukankah aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah iblis.”(Yoh 6:70). Saya melihat ini sebagai sesuatu yang luarbiasa menarik bahwa Tuhan kita menyadarkan fakta ini selama momen tertentu. Saya pikir Dia mencoba untuk memberitahu kita sesuatu yang sangat penting. Bukan hanya ajaran-ajaran Kristus yang sulit dan tampak amat berat bagi pikiran manusia, melainkan juga ada iblis di antara kita. Iblis-iblis itu tetap di dalam Gereja meskipun ajaran-ajaran yang sulit dan bahkan jika mereka menolak sebagaian atau seluruh dari ajaran-ajaran yang sulit. Walaupun mereka(iblis) tetap di dalam Gereja, mereka sama sekali tidak menerima pesan atau panggilan Kristus, dan Yudas adalah contoh utama tentang hal ini. Toh, jika Yudas sungguh menerima Yesus, dia tidak akan mengkhianatinya. Tetapi untuk beberapa alasan yang tidak kita ketahui, Yudas masih dan kemudian berkhianat. Bagaimanapun juga, elemen yang paling penting dari kutipan Injil di atas bukan banyaknya orang yang meninggalkan Yesus atau ada iblis di antara mereka. Bagian yang paling penting dari kutipan tersebut ialah jawaban Petrus dihadapan kemalangan itu,”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.”

Apa nasib Petrus selanjutnya? Derajat tertinggi dari kekudusan. Apa nasib dari para murid yang meninggalkan Yesus? Kita tidak tahu pasti, tetapi jika mereka tidak kembali sebelum mati, harapan mereka akan keselamatan adalah suram/gelap. Dan adakah suatu momen yang lebih gelap dalam sejaran Kristen daripada momen ketika Yesus dikhianati/diserahkan kepada kematian-Nya oleh salah satu dari kedua belas rasul-Nya dan tubuh-Nya terbaring dalam kubur? Tetapi apakah kesebelas Rasul yang tersisa meninggalkan Gereja dihadapan peristiwa-peristiwa mengerikan tersebut? Apakah mereka(ke-11 rasul) menyatakan bahwa sejak Yudas memutuskan hubungan dengan Gereja, Gereja tidak berlaku lagi? Jawaban ketiga pertanyaan tersebut adalah TIDAK. Para murid yang tersisa menyaksikan Yesus yang bangkit, mereka tinggal bersama, tetap setia, dan memilih pengganti Yudas(Kis 1:15-26).

Jadi apa makna ini bagi kita? Jika kita meninggalkan Gereja Katolik, kemanakah kita akan pergi? Gereja Katolik mempunyai Firman Hidup. Gereja Katolik tidak dapat dikuasai oleh alam maut(Mat 16:18). Gereja Katolik memberi kita hidup dalam sakramen-sakramen. Gereja Katolik adalah satu-satunya tempat dimana pengampunan atas dosa-dosa diberikan melalui Sakramen Tobat(Yoh 20:22-23) dan Sakramen Urapan Orang Sakit(Yak 5:14-15). Gereja Katoliklah yang membawa Kristus kepada kita: Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keallahan di dalam Ekaristi; dan Yesus mengatakan bahwa jika kita tidak makan Tubuh yand Dia berikan maka kita tidak akan mempunyai hidup di dalam diri kita atau bersatu dengan Dia(Yoh 6:51,53-58).

Jadi jika kita meninggalkan Gereja Katolik, kemanakah kita akan pergi?Tidak ada tempat lain untuk pergi. Jangan tinggalkan Petrus dan rasul-rasul yang lain karena Yudas; karena jika kita melakukannya, kita berjalan di jalan yang sama yang telah dijalani oleh Yudas.

Untuk mereka yang meninggalkan Gereja, mata mereka tidak melihat dan telinga mereka tidak mendengar kenyataan besar yang Tuhan anugerahkan kepada kita; dan setiap domba yang tersesat adalah sebuah tragedi. Bukankah Sang Gembala mencari domba yang hilang dengan ketekunan dan kepedulian?(Luk 15:3-7)? Kita harus menunjukkan realitas ini kepada saudara-i sesama Katolik yang digoda untuk berputus asa(dosa melawan harapan), sehingga mata dan telinga mereka bisa terbuka kepada kenyataan dan karunia besar yang Tuhan kita Yesus Kristus telah berikan kepada mereka dan kita melalui Gereja yang Dia dirikan untuk melaksanakan misi dan pelayanan-Nya. (KGK 737-738, 763-766, 787-789)

Mat 13:16-17 
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. 

Artikel ini diterjemahkan oleh member curiosa dari ekaristi.org (silakan klik untuk melihat ke sumber aslinya)

3 komentar

  1. Saya yakin Yudas menyesal telah menghianati Yesus. Sama halnya dengan orang2 yang berhianat terhadap sahabatnya, orangtuanya atau gurunya yang pada awalnya tidak terpikir tentang hal tragis sebagai efek yang ditimbulkan bahkan tak termaafkan pun oleh diri kita sendiri. Segala jaman akan mencatat penghianatan Yudas… hendaknya juga menjadi catatan penting bagi setiap yang mengetahuinya agar tidak menjadi karib Yudas dalam kehidupan. Waktu Yudas memang sudah kasib namun kita beruntung karena detik ini masih milik kita untuk berlutut ……salam.

  2. canonmr · · Balas

    menurut saya, Yesus memilih Yudas karena Yesus ingin menyelamatkan Yudas walaupun di hati Yudas sudah ada bibit-bibit penghianatan; ini menunjukan bahwa Yesus ingin menyelamatkan semua orang, tidak terkecuali (bahkan Yudas). Mengenai kenapa Yudas tetap berkhianat pada akhirnya?, itu adalah pilihan pribadi Yudas, ini menunjukan bahwa keselamatan telah ditawarkan oleh Yesus dan orang yang ditawarkan kesalamatan harus menjawab dengan pertobatan dan mengikutinya agar selamat, sehingga keselamatan melibatkan pilhan orang tersebut.

    Hal ini menurut saya mengartikan bahwa Yesus memilih Yudas untuk diselamatkan, agar Yudas bertobat; Yesus tidak ingin Yudas menjadi pengkhianat, namun keputusan akhirnya ada ada pilihan Yudas yang tidak memenangkan Yesus di hatinya.

  3. pasti Yudas memang “dipilih” Tuhan spt juga bunda Maria. tapi Yudas memilih utk bunuh diri, bukannya minta ampun kpd Tuhan atas dosanya.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: