Surat Gembala Tahun Iman Keuskupan Agung Palembang

SURAT GEMBALA TAHUN IMAN

11 OKTOBER 2012 – 24 NOVEMBER 2013

KEUSKUPAN AGUNG PALEMBANG

No. 263/ Srt. Gembala Th. Iman/ Dio. KAPAL/X/2012

Para Ibu dan Bapak, para Imam, para Suster, Bruder, Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak terkasih dalam Kristus,

Melalui Surat Apostolik Porta Fidei Bapa Suci Paus Benediktus XVI mencanangkan TAHUN IMAN 2012-2013. Tahun iman ini akan dimulai pada tanggal 11 Oktober 2012, bertepatan dengan peringatan 50 tahun pembukaan Konsili Vatikan II, dan 20 tahun Katekismus Gereja Katolik. Tahun iman akan ditutup pada tanggal 24 Oktober 2013, bertepatan dengan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Tahun iman akan menjadi kesempatan yang tepat untuk membuat Konsili Vatikan II dan Katekismus Gereja Katolik makin dikenal secara luas dan mendalam.

Tahun Iman dimaksudkan untuk mengajak umat beriman mengadakan perubahan hati dalam mengikuti Tuhan dan menemukan kembali iman, sehingga Gereja dapat menjadi saksi yang terpercaya dan penuh sukacita mengenal Tuhan yang bangkit, dan mampu membimbing orang banyak yang mencari-Nya.

Adapun pencanangan Tahun Iman ini bertujuan “untuk membantu perjumpaan dengan Kristus melalui kesaksian otentik mengenai iman dan pemahaman yang semakin besar mengenai isinya”. Semua anggota Gereja diundang untuk berkarya dalam memastikan agar, selama Tahun Iman, kita bisa menemukan kembali dan “berbagi (hal) yang paling kita kasihi: Yesus Kristus, Penebus umat manusia.”

Bapa Paus mengharapkan bahwa dalam tahun iman ini, setiap orang Katolik membangkitkan dalam dirinya aspirasi untuk mengakui iman dalam kepenuhuannya dengan keyakinan baru, dengan penuh kepercayaan dan harapan. Maka merayakan Sakramen Tobat menjadi sarana penuh rahmat untuk memohon pengampunan, khususnya dosa melawan iman. Umat beriman Kristiani didorong menerima Sakramen Tobat sebagai tanggapan akan tawaran anugerah Allah didalam Yesus Kristus, yaitu ketaatan iman. Bapa Suci mengharapkan bahwa dalam Tahun Iman ini, semua orang Katolik membangkitkan dalam dirinya aspirasi untuk mengakui iman dalam kepenuhannya dengan keyakinan baru, dan dengan penuh kepercayaan serta harapan.

Para Imam, biarawan dan biarawati dapat menggunakan kesempatan berahmat ini untuk mendalami kembali, baik secara pribadi maupun bersama, pokok-pokok pengajaran iman dalam Konsili Vatikan II dan Katekismus Gereja Katolik, misalnya pewartaan Kristus yang bangkit, Gereja sebagai Sakramen Keselamatan, evangelisasi di zaman modern, ekumene dan dialog antar agama, sehingga berguna bukan hanya untuk berkatekese dalam kehidupan berpastoral sehari-hari, tetapi juga agar semakin dapat memancarkan hidup dalam Kristus sebagai kesaksian karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus.

Pada tingkat paroki-paroki dan komunitas devosional saya mengajak anda sekalian untuk memfokuskan diri pada perayaan iman dalam liturgi, terutama dalam Ekaristi, karena ‘dalam Ekaristi, misteri iman dan sumber evangelisasai baru, iman gereja dinyatakan, dirayakan dan diperkuat’. Di atas dasar inilah prakarsa-prakarsa lain akan muncul, berkembang dan menyebar, terutama prakarsa-prakarsa yang diselenggarakan, komunitas-komunitas, kelompok kategorial devosional. Perayaan-perayaan liturgi, terutama Ekaristi, merupakan perayaan iman, karena dalam Ekaristi misteri iman dan sumber evangelisasi baru, iman gereja dinyatakan, dirayakan seta mendapat peneguhan dalam perutusan untuk menghidupi dan mewartakan sabda. Maka katekese tentang Ekaristi menjadi sarana bagi umat beriman Kristiani untuk semakin memeahami maknanya dan menjadi sumber untuk kekuatan menghidupi imannya.

Selama Tahun Iman ini sekolah-sekolah Katolik dapat mengembangkan kembali perannya sebagai wahana untuk bersaksi dan menimba iman, melakukan dialog kreatif iman dan akal budi atau ilmu pengetahuan, dan katekese di kalanganorang muda, serta mendorong guru-guru beriman Kristiani untuk semakin banyak ambil bagian dalam pengajaran dan penghayatan iman, bukan hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal mereka bersama dengan para imam di paroki.

Umat Allah Keuskupan Agung Palembang juga memaknai Tahun Iman ini sebagai bentuk syukur ats peringatan 90 tahun Prefektur Apostolik Bengkulu, dan peringatan 10 tahun sebagai Keuskupan Agung.

Perayaan syukur ini dibarengi dengan menyadari kembali panggilan gereja sebagai Sakramen Keselamatan bagi umat beriman Kristiani dan bagi semua orang khususnya di wilayah Sumatera bagian Selatan ini, sambil tetap mengakui dengan rendah hati segala kekurangan karena kelemahan dan kurang menampilkan Kristus sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup, serta sumber pengharapan.

Saudara-saudari terkasih, dengan Tahun Iman ini kita diajak untuk semakin menegaskan apa yang sudah kita sepakati sebagai tindak lanjut dari sinode 2009, Gereja KAPal memberi prioritas untuk meletakkan kembali dasar-dasar katolisitas. Di tingkat paroki harus memiliki ‘team katekese’ yang mengajarkan pengetahuan kekatolikan bersama dengan para imam. Semoga di Tahun Iman ini kita sungguh dapat menggunakan berbagai kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan penghayatan iman kekatolikan.

Salam dan berkat Tuhan untuk seluruh keluarga dan komunitas anda.

Palembang, 05 Oktober 2012

Mgr. Aloysius Sudarso SCJ

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: