Surat CDW Tentang Tarian Liturgi

Yang sangat menonjol  dari surat itu adalah pernyataan

“The liturgical law of the Roman Rite does not foresee the use of dance or drama within the Sacred Liturgy, unless particular legislation has been enacted by the Bishops’ Conference and confirmed by the Holy See. Any other practice is to be considered an abuse.

“Hukum liturgis Ritus Romawi tidak memperkirakan penggunaan tarian atau drama didalam Liturgi Suci, kecuali legislasi khusus telah ditetapkan oleh Konferensi Para Uskup dan dikonfirmasi oleh Tahta Suci. Praktik apapun dari hal tersebut dianggap sebagai sebuah pelanggaran

Tapi bisa saja para ahli liturgi modern berkelit dengan argumen “inkulturasi”, maka tarian dan drama bisa dimasukkan ke dalam Misa, dan juga surat ini bukan suatu harga mati, karena pihak Keuskupan bisa saja meminta persetujuan dari Roma.

jadi…?

sumber: rorate caeli

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: