Apa Artinya Menjadi Seorang Kristen?

11 Oktober 2012 adalah saat dimana umat katolik sedunia merayakan tahun iman, yang berakhir pada November 2013. Pada bulan Oktober ini Gereja Katolik juga memperingati 50 tahun pembukaan Konsili Vatikan II dan 20 tahun diterbiatkannya Katekismus Gereja Katolik.

Untuk mengawali tahun iman ini, saya akan memulainya dengan merefleksikan sebuah pertanyaan mendasar : Apa artinya menjadi seorang Kristen?

“Bila kamu ingin tahu siapakah aku,” ia berkata, “Kristen adalah namaku, Katolik adalah nama keluargaku.” – St. Pacian

Perlu diperhatikan bahwa pengikut Kristen yang sejati adalah umat katolik. Kita adalah pengikut Kristus, yang juga tergabung dalam sebuah keluarga, sebuah Gereja yang didirikan Yesus sendiri (Mat 16 : 18).

Nah, menurut saya, terdapat 7 karakteristik yang membedakan seorang kristen katolik dari orang lain :

1. Menjadi seorang kristen katolik, berarti kita mengakui bahwa ada sesuatu yang lebih tinggi, lebih bijaksana, dan lebih benar daripada diri kita sendiri. Ada sesuatu yang harus kita ikuti dan imani, karena itulah kebenaran. Dan kebenaran itu tidak lain adalah Yesus Kristus. Menjadi seorang katolik, berarti menjadi pribadi yang semakin melupakan diri sendiri karena berusaha untuk mengikuti Allah, berjalan di jalan Allah. Merendah di hadapan Allah, dan berusaha dengan setia dan penuh cinta mengikuti Allah sambil mengenakan mahkota duri dan memikul salib kita.

2. Menjadi seorang kristen katolik juga berarti bahwa kita dipanggil untuk memperdalam apa yang kita imani. Katekese, atau pengajaran iman, haruslah menjadi bagian hidup kita. Kita harus terus menerus melakukan katekese terhadap diri sendiri, baru kemudian berkatekese terhadap orang lain. Dan cara melakukan ini sangat sederhana, yaitu dengan berbagi, melakukan sharing iman dimulai dari keluarga, teman dekat, ataupun komunitas dimana kita bergabung di dalamnya. Mempelajari iman katolik dan membagikannya, adalah tugas kita sebagai saksi Kristus, yang berperan dalam membawa Kristus hadir di tengah kehidupan yang mungkin terasa kering. Terang harus diletakkan di tempat yang tinggi, dan kita harus menjadi garam di tengah dunia

3. Namun kita dipanggil tidak hanya untuk berkatekese dan berbagi, tapi juga mempertanggungjawabkan iman katolik kita (1 Pet 3 : 15). Kita hidup di masyarakat yang plural dengan 5 agama yang berbeda. Dengan mempelajari apologetika (yaitu cara kita membela iman kita), saya yakin, bahwa iman anda akan semakin kokoh dan anda tidak mudah ragu terhadap berbagai informasi yang mendiskreditkan atau menyerang iman kita. Katekese dan apologetika adalah upaya awal untuk menumbuhkan kebanggaan sebagai orang katolik. Keduanya membantu kita menemukan alasan mengapa saya seorang kristen katolik, dan bukan Islam, Protestan, Buddha, Hindu atau Konghuchu.

4. Seorang kristen katolik juga dipanggil terhadap kekudusan. “Jadilah sempurna, sama seperti Bapa di surga yang adalah sempurna”. Dan bagaimana seorang katolik mencapai kekudusan? Caranya adalah dengan menjaga diri dari dosa. Pengakuan dosa rutin (seminggu sekali atau sebulan sekali) sangat baik untuk dilakukan. Mengikuti Misa harian bila memungkinkan, dengan setia menghadiri Misa Minggu, melakukan adorasi tiap hari Jumat, melakukan devosi adalah sarana yang dapat membantu kita mencapai kekudusan. Inilah ciri khas kita sebagai orang katolik. Kehidupan seorang katolik, adalah kehidupan yang sakramental, tidak terpisah dari sakramen, dimana kita merasakan kehadiran Allah.

5. Seorang kristen katolik adalah seorang yang sangat mencintai Bunda Maria. Kita tidak menyembah Maria, tapi menghormatinya, sama seperti Yesus yang juga mencintai dan menghormati Maria. Kita meminta doa dari Ibu Maria, karena dari Maria mengalirlah rahmat yang berlimpah bagi kita. Ia adalah pelindung para pendosa.

Mungkin ada baiknya saya menampilkan beberapa perkataan tentang Maria dari para kudus :

“Begitu sukacitanya saat mengingat bahwa ia [Maria] adalah ibu kita! Sejak ia begitu mengasihi kita dan mengetahui kelemahan kita, apalagi yang perlu kita takutkan?” ~ St. Therese of Lisieux

“Jangan pernah takut untuk mengasihi Perawan Yang terberkati secara berlebihan. Anda tidak pernah bisa mencintainya lebih dari yang Yesus lakukan” ~ St. Maximilian Kolbe

“Maria, berikan kepadaku hatimu: yang begitu indah, begitu murni, tak bernoda; hatimu begitu penuh dengan cinta dan kerendahan hati bahwa saya dapat menerima Yesus didalam Roti Kehidupan dan mencintai-Nya seperti dirimu mencintai-Nya dan melayani-Nya didalam samaran orang-orang miskin yang menyusahkan” ~ Beata Bunda Teresa

“Cintai Bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk mengalahkan pergumulanmu sehari-hari” ~ St. Josemaria Escriva

“Kemuliaan Maria terletak di dalam fakta bahwa Ia ingin memuliakan Allah, bukan dirinya” – Paus Benediktus XVI

6. Menjadi seorang Kristen Katolik, berarti kita tidak pernah benar-benar sendirian menghadapi apapun. Selain memiliki Allah dan Ibu Maria, kita juga memiliki para kudus yang memiliki teladan hidup yang sangat memberikan inspirasi bagi kita. Tidak hanya itu, para kudus yang ada di surga juga dapat membantu kita dengan doa-doa yang dapat kita minta dari mereka. Jadi, jangan ragu untuk berdevosi kepada salah satu orang kudus yang teladan dan kehidupannya sangat bermakna bagi anda.

7. Terakhir, menjadi seorang kristen katolik berarti kita berusaha semaksimal mungkin untuk mentaati apa saja yang Gereja ajarkan kepada kita. Kita tidak bisa memilih ajaran yang kita suka, dan menolak ajaran yang tidak kita sukai. Menjadi seorang kristen katolik berarti tidak lari dari kesulitan hidup yang muncul karena menjalankan nilai-nilai kristiani.

“Nilai-nilai kristiani tidak ditemukan sebagai sesuatu yang berkekurangan. Ia ditemukan sebagai sesuatu yang sulit, dan ditinggalkan tanpa sempat dicoba” – G.K. Chesterton

Jadi, seluruh poin 1-7, bila dilakukan akan membuat kita semakin menyadari pentingnya ajaran-ajaran Gereja Katolik bagi hidup kita. Cobalah dan hidupilah semampu yang kita bisa, dengan rahmat Allah, kita akan tetap mampu bertahan dan bertekun sampai akhir.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: