Penemuan Papirus Baru : Yesus Menikah?

Belakangan ini terdapat pemberitaan bahwa telah ditemukan sebuah papirus yang ditulis dalam bahasa koptik, yang menunjukkan indikasi bahwa Yesus memiliki seorang istri. Berita tersebut bisa ditemukan disini : Apakah Yesus Dulu Menikah? dan juga berita dari harian New York Times, A Faded Piece of Papyrus Refers to Jesus’ Wife.

Sebagai orang katolik, bagaimana kita menyikapi hal ini?

Jimmy Akin, salah satu apologist katolik dari Catholic Answers telah menuliskan artikel yang cukup baik, Does New Document Prove that Jesus had a Wife?. Nah, artikel yang saya tulis ini merupakan ringkasan dari artikel Jimmy Akin.

Apakah papirus tersebut palsu?

Kredibilitas sebuah artefak ditentukan dari asal usulnya, sejarah, metode penemuan dan chain of custody. Lalu apa yang dikatakan para ahli mengenai papirus tersebut?

Until Tuesday, Dr. King had shown the fragment to only a small circle of experts in papyrology and Coptic linguistics, who concluded that it is most likely not a forgery.

Menurut beberapa ahli, sepertinya tidak mungkin bahwa papirus tersebut palsu. Tapi dalam pemberitaan tersebut dikatakan :

Dr. King did not have the ink dated using carbon testing. She said it would require scraping off too much, destroying the relic. She still plans to have the ink tested by spectroscopy, which could roughly determine its age by its chemical composition.

Dr. King submitted her paper to The Harvard Theological Review, which asked three scholars to review it. Two questioned its authenticity, but they had seen only low-resolution photographs of the fragment and were unaware that expert papyrologists had seen the actual item and judged it to be genuine, Dr. King said. One of the two questioned the grammar, translation and interpretation.

Pengujian karbon belum dilakukan oleh para ahli dengan alasan bahwa hal tersebut dapat merusak papirus. Selain itu, ketika Dr. King (seseorang yang mengumumkan penemuan papirus tersebut) meminta tiga skolar untuk melakukan review, ternyata terdapat dua skolar yang mempertanyakan autentitas dari papirus tersebut. Satu dari dua skolar tersebut juga mempertanyakan grammar, terjemahan dan interpretasi papirus tersebut.

Jadi, tampaknya masih sulit untuk disimpulkan secara tegas bahwa papirus tersebut tidak palsu. Perlu dilakukan pengujian yang lebih cermat dan dibutuhkan lebih banyak ahli untuk menilai keaslian dari papirus tersebut.

Bila papirus tersebut asli, apa yang ia katakan pada kita?

Menurut New York Times :

Even with many questions unsettled, the discovery could reignite the debate over whether Jesus was married, whether Mary Magdalene was his wife and whether he had a female disciple. These debates date to the early centuries of Christianity, scholars say.

Injil mencatat bahwa Yesus memiliki murid wanita seperti Maria Magdalena, ”Maria yang lain’, Joanna istri Chuza, dst. Dan tentu juga ada Perawan Maria.

Lebih lanjut dikatakan :

But the discovery is exciting, Dr. King said, because it is the first known statement from antiquity that refers to Jesus speaking of a wife. It provides further evidence that there was an active discussion among early Christians about whether Jesus was celibate or married, and which path his followers should choose.

“This fragment suggests that some early Christians had a tradition that Jesus was married,” Dr. King said. “There was, we already know, a controversy in the second century over whether Jesus was married, caught up with a debate about whether Christians should marry and have sex.”

Terdapat kontroversi di abad kedua apakah umat Kristen sebaiknya menikah. Tapi saya tidak mengingat satu orang pun yang pernah memperdebatkan atau mengklaim apakah Yesus menikah. Dan papirus yang ditulis pada abad ke-4 dianggap  sebagai hal pertama yang mengatakan bahwa Yesus menikah, lalu bagaimana kita bisa mengetahui apakah isu Yesus menikah sudah ada di abad kedua?

Selanjutnya dikatakan :

She repeatedly cautioned that this fragment should not be taken as proof that Jesus, the historical person, was actually married. The text was probably written centuries after Jesus lived, and all other early, historically reliable Christian literature is silent on the question, she said

Benar bahwa materi sejarah awal yang reliable tidak mengatakan bahwa “Yesus tidak menikah”, hal ini tidak menunjukkan bahwa hal tersebut tidak memiliki bukti tentang hal ini.

Pada kitab perjanjian baru, khususnya melalui tulisan St. Paulus, kita mengetahui adanya metafora Gereja sebagai Mempelai Kristus. Dan walaupun tidak ada kalimat eksplisit yang menyatakan bahwa “Yesus tidak menikah”, metafora tersebut merupakan indikator yang kuat bahwa Yesus tidak menikah. Karena akan cukup sulit untuk memahami bagaimana metafora tersebut muncul bila Yesus benar-benar memiliki istri.

Selain itu, juga terdapat fakta bahwa Yesus mendukung selibat bagi yang dapat menerimanay (Mat 19)

Jadi, kita memiliki seorang yang mendukung kehidupan selibat dan pengikut generasi pertama berulang kali menekankan  gagasan bahwa mempelai Kristus adalah Gereja yang didirikan Yesus sendiri.

Sekarang, mari kita lihat konteksnya.

Konteks

Menurut NYT :

The piece is torn into a rough rectangle, so that the document is missing its adjoining text on the left, right, top and bottom — most likely the work of a dealer who divided up a larger piece to maximize his profit, Dr. Bagnall said.

Much of the context, therefore, is missing. But Dr. King was struck by phrases in the fragment like “My mother gave to me life,” and “Mary is worthy of it,” which resemble snippets from the Gospels of Thomas and Mary. Experts believe those were written in the late second century and translated into Coptic. She surmises that this fragment is also copied from a second century Greek text.

The meaning of the words, “my wife,” is beyond question, Dr. King said. “These words can mean nothing else.” The text beyond “my wife” is cut off.

Nah, ternyata dokumen tersebut tidak memiliki teks gabungan pada bagian kiri, kanan, atas dan bawah. Apa yang dimiliki hanyalah sepotong papirus yang tidak lengkap dan terdapat bagian yang hilang.

Selain pernyataan “Yesus berkata kepada mereka, ‘istriku’…”, terdapat perkataan lain seperti “Ibuku memberikan aku kehidupan”, dan “Maria pantas mendapatkannya”, dimana perkataan tersebut menyerupai kutipan dari Injil Thomas dan Maria.

Pada pernyataan  “Ibuku memberikan aku kehidupan”, kata Ibu tampaknya mengacu pada Perawan Maria walaupun kita tidak memiliki konteks yang lengkap. Lalu pada kalimat “Maria pantas mendapatkannya”, tidak diketahui Maria yang mana yang dimaksud.

Mengenai perkataan  “Yesus berkata kepada mereka, ‘istriku…’, mengingat terdapat metafora Gereja sebagai Mempelai Kristus, kata ‘Istri’ bisa saja merujuk kepada Gereja, tapi sayangnya kita tidak memiliki konteks yang utuh dari kalimat tersebut.

Tanpa konteks yang lengkap, kita tidak bisa mengetahui apapun.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah bahwa fragmen tersebut diragukan asal usulnya, bisa saja merupakan fragmen palsu, dan fragmen tersebut kekurangan konteks yang lengkap sehingga sulit untuk memahami maksud dari pernyataan yang muncul dari papirus tersebut.

Temuan tersebut juga tidak mengancam pandangan tradisional Kristen tentang Yesus sebagai orang yang hidup selibat

Fakta bahwa Gereja dikandung di abad pertama sebagai Mempelai Kristus, atau bahkan dalam Wahyu 21 : 9 sebagai “istri Anak Domba”, merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa tidak ada istri Yesus yang nyata. Pemahaman Gereja sebagai mempelai Kristus tidak akan muncul bila Yesus memiliki istri.

Fakta bahwa Yesus mendukung selibat…dan “pesta pernikahan Anak domba” (Wahyu 19) menggambarkan akhir dunia..dan Kristus sebagai mempelai pria datang menuju pernikahan eskatologis (Mat 24)…dan hal ini dengan kuat menunjukkan bahwa Yesus tidak memiliki istri.

Sayang sekali bahwa pemberitaan di media tidak menyebutkan bukti yang paling penting mengenai  penafsiran “Istri Yesus” — yaitu metafora Gereja sebagai Mempelai Kristus, seperti yang terdapat di dalam Perjanjian Baru.

One comment

  1. paulina ica · · Balas

    semoga konteks yang tidak benar tidak membuat kita menjauh dari kristus.semoga iman akan Kristus selalu Tumbuh di hati kita. Amin

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: