Diamnya Yesus dan Maria

“Apa yg dilakukan saat anda di kritik? mungkin itu cara Tuhan menegur anda lewat orang lain, anda harus mendengar apa yang baik untuk memperbaiki diri anda sendiri. Tapi bagaimana jika kritikannya tidak benar? jadilah seperti Tuhan Yesus, hanya diam dihadapan Pilatus saat hatiNya ditusuk-tusuk oleh fitnah-fitnah yang dibuat untuk menjatuhkan diriNya, harusnya kita senang dapat merasakan penderitaan yang sama seperti Yesus rasakan, itulah inti menjadi pengikut Kristus.” – Seorang Romo SCJ

Kita tahu bahwa dihadapan Pilatus dan banyak orang, Yesus hanya diam saja saat dilemparkan berbagai fitnah kepada-Nya. Selain itu, Bunda Maria juga termasuk salah satu tokoh dalam kitab suci yang tidak banyak berbicara. “Ia menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk 2 : 19). Perkataan tersebut menunjukkan sikap Maria yang berdiam, dan tidak berbicara.

Jujur, saya sudah lama merenungkan dan bertanya-tanya tentang hal ini, yaitu diamnya Yesus dan Maria. Tapi sampai sekarang saya belum menemukan jawaban yang cukup memuaskan.

Mengapa mereka memilih diam? Mengapa Yesus tidak membela dirinya ketika difitnah? Bukankah hal yang benar harus dibela dan dipertahankan? Mengapa Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya? Mengapa ia tidak menceritakannya kepada St. Joseph suaminya?

Diantara semua pengajaran Yesus, bagi saya, diamnya Yesus adalah sebuah pelajaran yang sangat sulit dipahami. Saya banyak membaca berbagai macam buku katolik, tapi sejauh ini rasanya saya tidak menemukan penjelasan tentang diamnya Yesus dan Maria, dan mengapa hal ini penting untuk kita teladani.

Ya, diamnya Yesus dan Maria, sampai saat ini menjadi sebuah misteri bagi saya.

Saya bisa memahami perkataan sang romo bahwa kita seharusnya senang dapat ambil bagian dalam penderitaan Kristus.

Tapi, Mengapa kita harus diam, ketika menghadapi fitnahan atau perkataan yang keliru terhadap kita?

Mengapa kita harus diam dan menyimpan perkara kita di dalam hati?

Mengapa?

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: