Blessed Jose Sanchez Del Rio

Perang Cristero adalah perang untuk memberontak terhadap penyiksaan religius yang dilakukan oleh pemerintahan Mexico tahun 1926-1929. Pada masa itu memang banyak umat katolik yang disiksa, dianiaya dan dibunuh, benda-benda suci didesekrasi, serta adanya hukum-hukum yang anti kleris.

Jose merupakan anggota gerakan Cristero termuda. Ia diberi nama panggilan “Tarcisius” oleh anggota Cristero lainnya setelah anak laki-laki yang kemudian menjadi martir ini memberikan hidupnya untuk melindungi Ekaristi dari desekrasi.

Selama pertarungan sengit pada 25 Januari 1928, kuda Jenderal Mendoza tertembak. Jose pun melakukan sebuah tindakan yang heroik dan penuh pengorbanan dengan memberikan kudanya kepada sang jenderal agar peperangan tetap berlanjut. Ia pun juga ikut menembaki musuhnya. Pasukan pemerintah kemudian menangkap Jose dan memenjaranya di dalam Sakristi di Gereja lokal.

Dipaksa untuk melihat eksekusi anggota Cristero lainnya, ia tidak bisa dipaksa untuk memberi tahu informasi apapun. Berikut ini merupakan catatan kesaksian kemartiran Jose, pada 10 Februari 1928 :

“Akibatnya, mereka memotong bagian bawah kakinya dan mengharuskan ia berjalan mengelilingi kota ke arah kuburan. Mereka juga menikam ia dengan parang sampai ia berdarah dari beberapa luka. Ia menjerit dan merintih dengan kesakitan, tapi ia tidak menyerah. Akhirnya para pasukan menghentikannya dan berkata ‘Jika kamu berteriak ‘Kematian bagi Kristus Raja (Death to Christ the King)’ kami akan menyelamatkan hidupmu’. Jose hanya berteriak,’Aku tidak akan pernah menyerah, !Viva Cristo Rey! (Long Live Christ the King – Hidup Kristus Sang Raja)’ Ketika mereka mencapai tempat eksekusi, mereka menusuknya beberapa kali dengan belati. Ia hanya berteriak lebih keras ‘!Viva Cristo Rey!'”

Komandan tersebut sangat marah sehingga ia menarik psitolnya dan menembak kepala Jose. Ia dideklarasikan sebagai martir dan dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI pada 20 November 2005.

Sumber.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: