Keheningan Misa yang Terabaikan

Saya sering menghadiri misa 1 jam atau 45 menit sebelum misa dimulai. Biasanya sudah mulai ada beberapa umat yang hadir. Saya datang lebih awal karena biasanya saya mengaku dosa secara rutin kepada imam, dan saya membutuhkan waktu dan ketenangan untuk berdoa, pemeriksaan batin,  memikirkan apa saja yang sudah saya lakukan selama seminggu ini, apakah saya sudah bersyukur? berusaha melakukan yang terbaik? dst.

Tapi ada satu hal yang sangat mengganggu saya : bahwa masih cukup banyak umat katolik tidak lagi menghargai keheningan sebelum Misa.

Berdasarkan pengalaman saya, sebelum Misa dimulai banyak dari mereka yang masih mengobrol dengan teman di sebelahnya, atau mulai menggunakan handphone. Biasanya mereka2 ini juga adalah orang yang enggan untuk berlutut dengan satu kaki ditekukkan sampai menyentuh lantai Gereja, padahal secara fisik mereka mampu melakukannya. Entah apa alasannya mereka tidak melakukan genuflection, saya tidak tahu. Tidak hanya itu, ada juga yang menggunakan kesempatan itu untuk bersalam-salaman, bertegur sapa, dan sebagainya (Pengalaman terakhir menunjukkan hal ini).

Bagi saya, apa yang mereka lakukan sangat tidak menghormati Kristus yang hadir dalam tabernakel. Kepada mereka, lebih baik saya mendoakan mereka. Teguran dari saya akan terdengar sangat tajam bahkan mungkin mereka bisa sangat tersinggung (Yah ini salah satu kekurangan yang harus saya perbaiki). Jadi lebih baik menahan diri agar tidak terjadi konflik

Gereja itu bukan tempat untuk mengobrol, ngerumpi bersama teman, bersms atau bbm ria, ataupun tempat untuk bersilahturahmi atau bertegur sapa, berjabat tangan, berkata halo dst. Gereja itu tempat yang disucikan, tempat dimana umat melakukan sebuah public worship. Gereja adalah tempat seseorang berdoa, dan suasana doa yang tepat adalah keheningan.

Pergi ke Gereja untuk menghadiri Misa, sama artinya dengan pergi ke Kalvari, berada di bawah kaki salib Kristus. Kurban Kristus dihadirkan kembali saat Misa, dan dipersembahkan kepada Bapa oleh Imam demi penebusan dosa manusia.

Bila anda ingin melakukan semua kegiatan ramah tamah itu, lakukanlah itu diluar Gereja. Jangan merusak keheningan sebelum Misa. Jangan menghancurkan kesakralan sebuah tempat dimana umat berkumpul untuk bersama-sama menyembah Allah.

Sadarilah bahwa perbuatan anda (mengobrol, bermain HP, dst) sangat mengganggu dan sangat tidak menunjukkan rasa hormat terhadap Kristus yang hadir.

Dengan masih menjamurnya perbuatan-perbuatan seperti ini, kemanakah kalian, wahai para imamku yang terkasih? Apakah kalian tidak tahu bahwa hal ini terjadi sebelum Misa, bahkan saat Misa?

Tidak adakah keinginan untuk menghadirkan keheningan sebelum Misa, agar umat bisa berdoa dan mempersiapkan diri dengan baik?

Saya berdoa semoga para imam semakin menyadarkan umatnya untuk menjaga keheningan sebelum Misa. Dan saya akan mengajak teman-teman saya juga untuk menjaga keheningan.

Bagi para pembaca, mari kita mulai menanamkan sikap hening, agar kita bisa mempersiapkan diri dengan baik sebelum Misa. Kita akan menyambut Kristus dalam Ekaristi, oleh karena itu, pengakuan dosa dan berdoa adalah perbuatan yang sangat perlu kita lakukan.

Ingatlah ini : Diam, khususnya di Gereja, adalah emas.

One comment

  1. reynold · · Balas

    betul sekali pak saya pun sering mengalami hal seperti itu, sebaiknya menahan diri dan berharap mereka mengerti kalau saya sedang mempersiapkan diri mengikuti perayaan ekaristi. hanya saya tidak melakukan pengakuan dosa sebelum merayakan perayaan ekaristi sebab saya tidak tahu bagaimana melakukan komunikasi utk pengakuan dosa sebelum ekaristi, sebab imam sebelum misa selalu berada di sakristi.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: