Bagaimana Menjadi Ayah Walibaptis Yang Baik?

Menjadi wali baptis merupakan kehormatan bagi seorang pria, tapi juga merupakan tanggung jawab yang besar, sayangnya banyak pria yang tidak mempunyai petunjuk bagaimana seharusnya menjadi wali babtis yang baik. Dibawah ini akan dijelaskan bagaimana menjadi ayah permandian yang baik.

Pertama, tanyakan kepada orang tua sang anak apa yang mereka harapkan dari anda.

Kedua, datanglah pada acara pembaptisan anak. Bicaralah kepada kedua orang tua apa yang akan anda lakukan sebelum anda hadir disana, pastikan anda berpakaian yang layak untuk menghormati acara tersebut. Orang tua biasanya mengadakan pesta kecil-kecilan sesudah acara pembaptisan anak. Ada suatu kebiasaan di barat untuk memberikan sedikit kata ucapan kepada kedua orang tua karena telah diberikan kehormatan untuk menjadi ayah wali baptis anak mereka, dan secara publik mengumumkan dukungannya dalam membantu membesarkan sang anak.

Ketiga, ingatlah kejadian-kejadian penting didalam kehidupan anak baptis anda. Tandai hari ulang tahun anak baptis anda pada kalender dan pastikan anda mengirimkan ucapan setiap tahun. Ayah wali baptis biasanya memberikan sedikit uang kepada anak baptis mereka pada hari ulang tahun dan Natal daripada keponakan mereka sendiri. Ketika anak baptis anda mengalami semacam kesuksesan di sekolah atau olah raga atau apapun, berikan mereka ucapan selamat.

Keempat, secara tradisional, ayah permandian adalah individu yang akan mengambil tanggung jawab untuk mengasuh anak jika kedua orang tua mereka meninggal.

Kelima, jadilah mentor. Hal yang terbaik yang bisa anda lakukan untuk menjadi ayah permandian yang hebat adalah menjadi mentor anak baptis anda. Beberapa pria mengambil peran untuk menjadi pemandu spiritual anak baptis. Bagi pria lain, hal ini berarti menjadi mentor diluar aspek kehidupan sang anak baptis. Dengan kata lain, lakukan apa yang terbaik untuk memberikan contoh yang baik kepada anak baptis anda. Hal ini tergantung dalam jarak geografis anda dengan anak baptis. Jika dekat, ajak mereka rekreasi, tunjukkan kepada mereka bagaimana bekerja dengan alat-alat, atau mengunjungi even budaya di area sekitar anda dll. Anda akan menemukan kesempatan untuk menyisipkan beberapa nasehat dan kebijaksanaan didalam aktifitas tersebut. Atau berikan anak baptis anda buku yang bagus untuk dibaca. Jangan remehkan kekuatan literatur yang dapat berpengaruh pada anak.

Demikian sedikit tips untuk menjadi ayah permandian yang baik, apakah anda seorang walibaptis? atau anda memiliki wali baptis? silahkan berkomentar untuk membagikan pengalaman anda.

sumber

One comment

  1. melati · · Balas

    Menjadi walibabtis adalah sebuah tugas yang berat …
    karena selain membimbing si anak terutama mengingatkan dan mendampingi pada saat-saat Pesta Gerejawi-nya (selain Babtis .. usahakanlah datang pada saat Komuni Pertamanya … Krisma … bahkan saat Sakramen Perkawinan atau bahkan bila ia masuk Biara)
    juga menjadi berat lagi karena usaha untuk memberikan contoh / teladan yang baik bersama kedua orang tua kandung …
    Ayah dan ibu walibabtisku mungkin tidak ” sukses ” dalam berubah tangga …. namun syukur kepada Allah, beliau selalu ada pada saat pesta gerejawiku …Ya .. aku merasakan mempunyai 2 pasang orang tua bahkan sebelum aku menikah …

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: