Paus Benediktus XVI tentang Liturgi dan Komuni Lidah


Jadi liturgi adalah sesuatu yang diberikan terlebih dahulu?

Ya. Liturgi bukanlah kita yang melakukan sesuatu, tentang kita yang memperagakan kreativitas kita, dengan kata lain, bukan tentang menampilkan semua yang bisa kita lakukan. Liturgi lebih tepatnya  bukan sebuah pertunjukan, teater, ataupun pawai. Sebaliknya, hal itu mendapatkan hidupnya dari Orang lain. Hal ini juga harus menjadi sebuah bukti. Inilah  faktanya bahwa bentuk gerejawi yang telah diberikan sebelumnya sangatlah penting.  Liturgi bisa di reformasi dalam hal-hal detail, tapi  tidak dapat diciptakan kembali setiap waktu oleh komunitas. Liturgi bukanlah produksi diri, seperti yang telah saya katakan. Tujuannya adalah pergi keluar dan dari luar diri kita, untuk memberikan diri kita kepadaNya. Dan membiarkan diri kita disentuh olehNya.

Dalam pengertian ini, hal ini bukanlah sekedar ekspresi bentuk yang penting, tapi juga komunalitasnya. Bentuk ini dapat hidup didalam ritus yang berbeda, tapi juga harus selalu berisikan elemen yang mendahului kita, datang dari seluruh iman Gereja, dari seluruh tradisinya, dari seluruh hidupnya dan tidak cuma muncul dari kebiasaan pada waktu itu.

Pada Bab sebelas, dokumen konsili Vatikan II Lumen Gentium menjabarkan partisipasi pada hari Minggu didalam korban Ekaristi sebagai “sumber dan puncak seluruh kehidupan orang Kristen”. Kristus berkata: “dia yang memakan tubuh-Ku dan minum darah-Ku akan mempunyai kehidupan kekal.” Seperti  Paus katakan, anda juga telah memulai untuk melayani komuni di lidah, ketika para penerima komuni menerima sakramen sambil berlutut. Apakah anda memandang ini adalah sikap badan yang lebih tepat?

Point pertama yang harus dijelaskan adalah bahwa waktu memiliki susunan yang umum bagi semua orang percaya.  Kitab Perjanjian Lama sudah menentukan susunan ini didalam terang cerita penciptaan, mempersembahkan Sabat  sebagai hari ketika Allah beristirahat dan manusia beristirahat dengan-Nya. Bagi orang Kristen, waktu memiliki susunan ini dari hari Minggu, hari Kebangkitan, ketika Ia menemui kita dan kita menemui Dia. Sekali lagi, aksi yang paling penting adalah, saat ketika Ia menyatukan diri-Nya kepada kita melalui pemberian diri-Nya sendiri.

Pada prinsipnya saya tidak menentang komuni di tangan; saya sendiri telah melayani dan menerima komuni seperti ini. Ide dibelakang praktek saya baru-baru ini untuk meminta orang berlutut sambil menerima komuni di lidah adalah untuk mengirimkan sinyal dan untuk menegaskan kehadiran nyata dengan seruan. Satu alasan paling penting adalah bahwa ada bahaya yang sangat besar, persis dari kedangkalan di dalam  Misa yang kita adakan di St. Petrus, baik di Basilika dan di lapangan. Saya pernah mendengar orang-orang yang , setelah menerima komuni, memasukkan Hosti di kantong mereka untuk dibawa pulang sebagai souvenir. Dalam konteks ini, dimana orang-orang berpikir bahwa semua orang secara otomatis mengira menerima komuni – semua orang kedepan, begitu juga aku – saya ingin mengirim sinyal yang jelas. Saya ingin hal ini menjadi jelas: Suatu hal yang spesial sedang terjadi disini! Ia disini, Seseorang yang dihadapan-Nya kita jatuh berlutut! Perhatikan baik-baik! Ini bukanlah sekedar semacam ritual sosial dimana kita bisa mengambil bagian jika kita menginginkannya.


Dikutip dari buku “Light of The World : A Conversation With Peter Sewald”, Hal 165, 167-168

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: