7 Kutipan Katolik Terbaik

“Rasa bersalah tidak boleh dibusukkan dalam keheningan jiwa,  meracuni jiwa dari dalam. Rasa bersalah perlu diakukan. Melalui pengakuan dosa kita membawanya kedalam terang, kita menempatkannya dalam cinta Kristus yang memurnikan. Dalam pengakuan, Tuhan membasuh kaki kita yang kotor lagi dan lagi dan mempersiapkan kita untuk berada di meja perjamuan dengan-Nya”—Paus Benediktus XVI

“Sebuah buku seperti surat dari seorang pengarang kepada banyak pembaca. Pembaca tersebut berbeda dalam jenis kelamin, usia, ras, kepercayaam, edukasi, dan ketertarikan. Tapi pembaca tersebut tidak berbeda dalam satu hal : kemanusiaan. Kodrat manusia itu sama pada pria dan wanita, pada orang dewasa dan anak-anak, pada ras yang berbeda, pada budaya yang berbeda. Jadi saya menulis ini kepada kalian semua sebagai sesama manusia satu dengan yang lain”—Peter Kreeft

“Sekarang bila kita tidak memiliki damai, ini karena kita lupa bahwa kita saling memiliki satu sama lain – pria itu, wanita itu, anak itu adalah saudara atau saudariku”—Blessed Teresa of Calcutta

“Pertanyaan tentang kebenaran dan apa itu kebaikan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Bila kita tidak lagi mengenali apa yang benar tidak tidak lagi bisa membedakannya dari apa yang salah, dan menjadi tidak mungkin bagi kita untuk mengenali apa yang baik; perbedaan antara kebaikan dan kejahatan kehilangan dasarnya” —Joseph Ratzinger (Pope Benedict XVI)

“Sesal terhadap dosa adalah tujuan untuk mengabaikan ego. Ini sulit dilakukan. Terkadang hal tersebut seperti  dikuliti hidup-hidup, mengpuas dosa dan membuangnya, mengambil tujuan perbaikan diri yang teguh…Saya percaya bahwa sebagian besar orang menyesal terhadap dosa mereka bukan karena mereka sangat takut kehilangan surga dan takut akan neraka, melainkan karena mereka telah melukai Tuhan kita. Kendati demkian, Saliblah yang menunjukkan dimensi dosa. Tak ada seorangpun yang melihat dosa dengan seksama dalam ketelanjangannya sampai ia memahami tentang penebusan”-  Archbishop Fulton Sheen

“Allah telah menciptakanku untuk melakukan suatu pelayanan yang pasti bagi-Nya; Ia telah mempercayakan suatu pekerjaan kepadaku yang tidak ia percayakan kepada yang lain. Aku memiliki misiku sendiri – Aku mungkin tidak pernah mengetahuinya dalam hidup ini, tapi akan akan diberitahu tentang itu selanjutnya…Aku memiliki bagian dalam karya agung; Aku adalah mara rantai dalam rantai, sebuah ikatan hubungan diantara pribadi-pribadi” –  Blessed John Henry Newman

“Lebih mudah menginginkan sesuatu dari Tuhan dan bukan menginginkan Tuhan sendiri; seolah-olah Karunia atau hadiah lebih disukai daripada Sang Pemberi” – St. Agustinus

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: