Aturan Dasar Dalam Berapologetik

Kita harus ingat ayat ini di dalam pikiran kita 1 Petrus 3:15 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu…” Kitab Suci memberitahukan kepada kita agar kita selalu siap sedia! Jadi bagaimana kita bisa “selalu siap sedia” untuk membuat pembelaan terhadap iman kita?

1. Berdoa. Berdoalah kepada Roh Kudus. Berdoa bahwa Ia akan memberikan anda keberanian untuk membagikan Iman anda dan kebijaksanaan untuk memilih perkataan-perkataanmu dengan hati-hati dan menguntungkan.

2. Anda tidak perlu untuk mengetahui semuanya pada saat sekarang! Belajar saja sedikit demi sedikit tentang Imanmu setiap hari. Bacalah Kitab Suci. Bacalah Katekismus. Dengarkan audio-audio apologetik. Bacalah buku-buku yang ditulis oleh para Orang Kudus. Pelajari sedikit demi sedikit.

3. Lukas 5:10, “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Yesus berkata seperti ini kepada Petrus, tapi Ia juga berkata kepada kita. Apakah anda akan membuat kesalahan? apakah anda akan berada didalam situasi yang sulit…ketika anda membagikan iman anda kepada orang lain? tentu saja anda akan bertemu hal seperti ini, tapi Petrus membuat kesalahan! Ia masuk kedalam situasi sulit. Meskipun Yesus berkata kepada Petrus agar tidak takut. Kenapa? karena jika kita sungguh-sungguh didalam keinginan kita untuk membagikan kebenaran dengan orang lain…untuk membagikan Yesus Kristus dengan orang lain…maka Yesus akan menemukan jalan untuk membuat suatu hal yang baik itu datang meskipun itu datang dari kesalahan kita.

4. Selalu melihat pertanyaan tentang imanmu, atau bahkan penyerangan terhadap imanmu, sebagai kesempatan – kesempatan untuk membagikan kebenaran. Tetap tenang dan tetap tekun untuk membawa cahaya kedalam kegelapan.

5. Jangan frustasi. Cukup sering orang Katolik cepat menjadi frustasi oleh apa yang saya sebut tarian doktrin..anda akan mendapat pertanyaan tentang purgatori, Maria, Paus, Sakramen semua secara bersamaan. Sebelum anda bisa menjawab satu pertanyaan, anda akan ditanya lagi hal dengan topik yang berbeda. Tetaplah tenang, tapi dengan lembut, membimbing alur diskusi kembali ke satu topik hingga anda mengatakan semua yang akan anda katakan…setelah itu baru kemudian pindah ke topik berikutnya.

6. Sangat, sangat penting! Jangan takut untuk berkata, “saya tidak tahu,” ketika ditanya pertanyaan tentang imanmu. Jangan mencoba untuk “menebak-nebaknya.” Bagaimanapun juga, selalu diikuti, “saya tidak tahu,” dengan, “tapi, saya akan mencari tahu dan kembali kepadamu.” Dan pastikan anda melakukannya!

Jika anda mengikuti aturan ini, anda akan siap di kesempatan selanjutnya pada saat Allah meletakkan anda pada posisi untuk menjelaskan dan mempertahankan imanmu.

sumber: Two-Minute Apologetics

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: